31.4 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Berdampak Kepada PAD dan Kesejahteraan Pelaku Sektor Wisata

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO – Palangka Raya sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah, resmi menjadi salah satu tuan rumah kejuaraan dunia mountain bike city UCI MTB Eliminator World Cup 2022, yang akan dilaksanakan 28 Agustus mendatang. Kali ini penyelenggaraannya akan dilakukan di Kota Palangka Raya. Kurang lebih 33 negara akan berpartisipasi dalam ajang bergengsi bagi para pecinta balap sepeda gunung tersebut.

Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo mengapresiasi dengan terpilihnya Kota Cantik sebagai tuan rumah penyelenggaraan kejuaran dunia tersebut. Menurutnya, itu akan banyak berdampak positif dari gelaran tersebut. Mulai dari meningkatnya kualitas pembinaan olah raga, infrastruktur pendukung, pendapatan daerah hingga semakin dikenalnya Provinsi Kalteng khususnya Kota Palangka Raya di kancah internasional.

“Terima kasih atas kepercayaan seluruh pihak terkait, dengan dipilihnya Kota Palangka Raya menjadi tuan rumah gelaran event internasional. Kita harus berbenah sesegera mungkin, agar pelaksanaan kegiatan tersebut bisa berjalan lancar. Baik itu persiapan teknis dan non teknis, harus dijalankan semaksimal mungkin,” ujar Sigit beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Hadiri Harganas, Pemkab Kapuas: Perlu Kerja Keras Turunkan Stunting

Salah satu hal juga yang menurut legislator muda PDI Perjuangan ini berdampak positif bagi Kota Palangka Raya, adalah peluang semakin dikenalnya destinasi-destinasi wisata unggulan di ibu kota Provinsi Kalteng ini.

Tak bisa dipungkiri, lanjutnya, berbagai perpaduan dan perkembangan dunia olahraga populer saat ini semakin bertambah setiap waktunya. Olahraga tak hanya sekadar upaya dalam meningkatkan kesehatan tubuh manusia, namun juga merambah ke berbagai hal lainnya. Seperti kompetisi dalam meningkatkan gengsi suatu tim atau wilayah perwakilan, peningkatan kesejahteraan para pelaku olahraga, hingga bisa melebur bersama sektor pembangunan daerah.

“Gelaran event balap sepeda gunung tingkat internasional ini bisa memiliki daya tariknya tersendiri. Sport Tourism, yang merupakan perpaduan antara kompetisi olahraga dan pariwisata sebenarnya merupakan salah satu garis besar tema yang bisa diangkat,” jelasnya.

Ia menilai jika Kota Cantik telah memiliki daya tarik dan pesona alam yang tak kalah indah jika dibandingkan dengan wilayah lain. Dengan bentang alam yang beragam dan tiga rupa wilayah yaitu wajah perkotaan, pedesaan dan hutan, tentu menurut Sigit sangat menarik untuk menjadi salah satu daya jual dalam hal pariwisata.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi Pulihkan Ekonomi

“Keunggulan alam dan wisata yang kita miliki dan keberagamannya, tentu akan sangat berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan apabila dikelola dengan baik. Contohnya wisata air hitam di Kereng Bangkirai, wisata susur sungai Kahayan, kawasan wisata Bukit Tangkiling dan sebagainya,” ujarnya.

Melihat kawasan yang disebutkannya diatas, Sigit meyakini apabila kesemuanya akan sangat mendukung apabila dikembangkan menjadi area Sport Tourism.

“Alam kita yang beragam telah tersedia. Tinggal bagaimana kita memadupadankan konsep Sport Tourism ini, agar gelaran event olahraga kita juga bisa menjual potensi wisata kita. Yang lagi-lagi hal itu akan berdampak kepada pendapatan asli daerah (PAD) dan kesejahteraan pelaku sektor wisata kita,” pungkasnya.(hfz)

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO – Palangka Raya sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah, resmi menjadi salah satu tuan rumah kejuaraan dunia mountain bike city UCI MTB Eliminator World Cup 2022, yang akan dilaksanakan 28 Agustus mendatang. Kali ini penyelenggaraannya akan dilakukan di Kota Palangka Raya. Kurang lebih 33 negara akan berpartisipasi dalam ajang bergengsi bagi para pecinta balap sepeda gunung tersebut.

Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo mengapresiasi dengan terpilihnya Kota Cantik sebagai tuan rumah penyelenggaraan kejuaran dunia tersebut. Menurutnya, itu akan banyak berdampak positif dari gelaran tersebut. Mulai dari meningkatnya kualitas pembinaan olah raga, infrastruktur pendukung, pendapatan daerah hingga semakin dikenalnya Provinsi Kalteng khususnya Kota Palangka Raya di kancah internasional.

“Terima kasih atas kepercayaan seluruh pihak terkait, dengan dipilihnya Kota Palangka Raya menjadi tuan rumah gelaran event internasional. Kita harus berbenah sesegera mungkin, agar pelaksanaan kegiatan tersebut bisa berjalan lancar. Baik itu persiapan teknis dan non teknis, harus dijalankan semaksimal mungkin,” ujar Sigit beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Hadiri Harganas, Pemkab Kapuas: Perlu Kerja Keras Turunkan Stunting

Salah satu hal juga yang menurut legislator muda PDI Perjuangan ini berdampak positif bagi Kota Palangka Raya, adalah peluang semakin dikenalnya destinasi-destinasi wisata unggulan di ibu kota Provinsi Kalteng ini.

Tak bisa dipungkiri, lanjutnya, berbagai perpaduan dan perkembangan dunia olahraga populer saat ini semakin bertambah setiap waktunya. Olahraga tak hanya sekadar upaya dalam meningkatkan kesehatan tubuh manusia, namun juga merambah ke berbagai hal lainnya. Seperti kompetisi dalam meningkatkan gengsi suatu tim atau wilayah perwakilan, peningkatan kesejahteraan para pelaku olahraga, hingga bisa melebur bersama sektor pembangunan daerah.

“Gelaran event balap sepeda gunung tingkat internasional ini bisa memiliki daya tariknya tersendiri. Sport Tourism, yang merupakan perpaduan antara kompetisi olahraga dan pariwisata sebenarnya merupakan salah satu garis besar tema yang bisa diangkat,” jelasnya.

Ia menilai jika Kota Cantik telah memiliki daya tarik dan pesona alam yang tak kalah indah jika dibandingkan dengan wilayah lain. Dengan bentang alam yang beragam dan tiga rupa wilayah yaitu wajah perkotaan, pedesaan dan hutan, tentu menurut Sigit sangat menarik untuk menjadi salah satu daya jual dalam hal pariwisata.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi Pulihkan Ekonomi

“Keunggulan alam dan wisata yang kita miliki dan keberagamannya, tentu akan sangat berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan apabila dikelola dengan baik. Contohnya wisata air hitam di Kereng Bangkirai, wisata susur sungai Kahayan, kawasan wisata Bukit Tangkiling dan sebagainya,” ujarnya.

Melihat kawasan yang disebutkannya diatas, Sigit meyakini apabila kesemuanya akan sangat mendukung apabila dikembangkan menjadi area Sport Tourism.

“Alam kita yang beragam telah tersedia. Tinggal bagaimana kita memadupadankan konsep Sport Tourism ini, agar gelaran event olahraga kita juga bisa menjual potensi wisata kita. Yang lagi-lagi hal itu akan berdampak kepada pendapatan asli daerah (PAD) dan kesejahteraan pelaku sektor wisata kita,” pungkasnya.(hfz)

Terpopuler

Artikel Terbaru