Fenomena FOMO Disorot, DPRD Palangka Raya Minta Masyarakat Lebih Bijak

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Fenomena fear of missing out (Fomo) atau budaya ikut-ikutan yang marak di media sosial menjadi perhatian serius.

Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terbawa arus tren tanpa memahami dampak yang ditimbulkan.

Menurut Hatir, perkembangan media sosial yang begitu cepat membuat masyarakat kerap tergoda untuk mengikuti berbagai tren demi dianggap tidak ketinggalan zaman. Namun, hal tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak negatif jika tidak disikapi secara bijak.

“Fomo ini bisa berdampak positif jika mendorong hal-hal produktif. Tapi kalau hanya ikut-ikutan tanpa memahami konteks, bahkan sampai menyebarkan informasi yang belum tentu benar, ini justru berbahaya,” ujarnya pada Selasa (28/4/2026).

Baca Juga :  Raperda APBD 2024 Disorot, Pemko Palangka Raya Janji Evaluasi dan Perbaikan

Ia mencontohkan, banyak pengguna media sosial yang langsung ikut menyebarkan suatu konten viral tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Kondisi ini berisiko mempercepat penyebaran hoaks dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Bendahara DPD Partai Demokrat Kalteng ini menegaskan, masyarakat perlu memiliki literasi digital yang baik agar mampu memilah informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh tekanan sosial di dunia maya.

“Jangan sampai hanya karena takut dianggap ketinggalan, kita jadi ikut menyebarkan sesuatu yang belum jelas kebenarannya. Lebih baik saring dulu sebelum sharing,” tegasnya.

Electronic money exchangers listing

Selain itu, ia juga mengimbau generasi muda untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana pengembangan diri, bukan sekadar mengikuti tren yang belum tentu memberikan manfaat.

Baca Juga :  Perubahan Susunan Pimpinan Komisi DPRD Palangka Raya, Berikut Daftarnya

“Gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif, seperti belajar, berkreasi, dan membangun jejaring. Itu jauh lebih bermanfaat daripada sekadar ikut-ikutan tren sesaat,” tambahnya.

DPRD Kota Palangka Raya, lanjut Hatir, akan terus mendorong peningkatan edukasi literasi digital di masyarakat guna menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan produktif.

Dengan sikap yang lebih bijak, diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi pengguna media sosial yang aktif, tetapi juga cerdas dan bertanggung jawab dalam setiap aktivitas digitalnya. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Fenomena fear of missing out (Fomo) atau budaya ikut-ikutan yang marak di media sosial menjadi perhatian serius.

Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terbawa arus tren tanpa memahami dampak yang ditimbulkan.

Menurut Hatir, perkembangan media sosial yang begitu cepat membuat masyarakat kerap tergoda untuk mengikuti berbagai tren demi dianggap tidak ketinggalan zaman. Namun, hal tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak negatif jika tidak disikapi secara bijak.

Electronic money exchangers listing

“Fomo ini bisa berdampak positif jika mendorong hal-hal produktif. Tapi kalau hanya ikut-ikutan tanpa memahami konteks, bahkan sampai menyebarkan informasi yang belum tentu benar, ini justru berbahaya,” ujarnya pada Selasa (28/4/2026).

Baca Juga :  Raperda APBD 2024 Disorot, Pemko Palangka Raya Janji Evaluasi dan Perbaikan

Ia mencontohkan, banyak pengguna media sosial yang langsung ikut menyebarkan suatu konten viral tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Kondisi ini berisiko mempercepat penyebaran hoaks dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Bendahara DPD Partai Demokrat Kalteng ini menegaskan, masyarakat perlu memiliki literasi digital yang baik agar mampu memilah informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh tekanan sosial di dunia maya.

“Jangan sampai hanya karena takut dianggap ketinggalan, kita jadi ikut menyebarkan sesuatu yang belum jelas kebenarannya. Lebih baik saring dulu sebelum sharing,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengimbau generasi muda untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana pengembangan diri, bukan sekadar mengikuti tren yang belum tentu memberikan manfaat.

Baca Juga :  Perubahan Susunan Pimpinan Komisi DPRD Palangka Raya, Berikut Daftarnya

“Gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif, seperti belajar, berkreasi, dan membangun jejaring. Itu jauh lebih bermanfaat daripada sekadar ikut-ikutan tren sesaat,” tambahnya.

DPRD Kota Palangka Raya, lanjut Hatir, akan terus mendorong peningkatan edukasi literasi digital di masyarakat guna menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan produktif.

Dengan sikap yang lebih bijak, diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi pengguna media sosial yang aktif, tetapi juga cerdas dan bertanggung jawab dalam setiap aktivitas digitalnya. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru