PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kasus kebakaran yang terjadi di sejumlah kawasan permukiman dan bangunan usaha di Kota Palangka Raya mendapat perhatian dari Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi.
Ia menilai, kepadatan permukiman menjadi salah satu faktor yang dapat memperbesar dampak kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan aspek keselamatan, terutama sejak tahap perencanaan hingga pembangunan sebuah bangunan.
Hasan mengatakan, pemerintah sebenarnya telah memiliki berbagai aturan yang mengatur konstruksi bangunan dan sistem pengamanan untuk mengantisipasi potensi kebakaran. Namun, aturan tersebut harus benar-benar diterapkan oleh masyarakat.
“Kalau kita klasifikasikan, kebakaran yang sering terjadi biasanya berada di kawasan padat penduduk. Sebenarnya kita sudah memiliki aturan, termasuk perda yang mengatur konstruksi bangunan dan sistem pengamanan. Termasuk aspek keselamatan terhadap kebakaran,” ujar Hasan pada Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, kepatuhan terhadap standar keselamatan dapat menjadi langkah penting dalam menekan risiko kebakaran. Mengingat, sejumlah hal yang kerap dianggap sepele, seperti instalasi listrik, kondisi lingkungan sekitar, hingga sistem pengamanan bangunan, dapat menjadi faktor yang menentukan.
Ia menyebut, prosedur keselamatan seharusnya sudah diperhatikan sejak awal pembangunan. Dengan demikian, potensi terjadinya kebakaran maupun meluasnya api dapat diminimalkan.
“Kalau aturan itu diikuti, saya yakin risiko kebakaran bisa diminimalkan. Namun sering kali masyarakat mengabaikan langkah-langkah pencegahan. Ada SOP yang harus diperhatikan saat membangun, termasuk memperhatikan kondisi lingkungan, sistem pengamanan, hingga instalasi listrik yang harus sesuai standar,” sebutnya.
Hasan juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan memasuki musim kemarau. Kondisi cuaca yang lebih kering, ditambah kepadatan bangunan dan permukiman, dinilai dapat meningkatkan risiko serta mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.
Ia menegaskan, dampak kebakaran tidak hanya dirasakan oleh pemilik bangunan atau warga yang menjadi korban langsung. Lingkungan sekitar juga dapat ikut terdampak, terutama apabila api dengan cepat merambat ke bangunan lainnya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan. Yang dirugikan bukan hanya korban secara langsung, tetapi juga lingkungan sekitarnya. Kami prihatin terhadap kejadian-kejadian tersebut dan berharap masyarakat dapat lebih waspada agar bahaya kebakaran dapat dicegah,” pungkasnya. (jef)


