PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu. Menilai pelaksanaan Pasar Ramadan menjadi momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Cantik.
Menurutnya. Keberadaan Pasar Ramadan yang difasilitasi Pemerintah Kota Palangka Raya memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan omzet. Khususnya di sektor kuliner dan makanan berbuka puasa.
“Ramadan selalu menghadirkan perputaran ekonomi yang cukup besar. Ini peluang yang harus dimanfaatkan UMKM lokal untuk meningkatkan pendapatan,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Ia mengapresiasi langkah Pemko yang menyediakan sejumlah titik lokasi pasar Ramadan. Sehingga semakin banyak pelaku usaha yang terakomodasi dan memiliki kesempatan berjualan.
Hap berharap para pelaku UMKM dapat menjaga kualitas produk, mulai dari rasa, kebersihan, hingga pelayanan kepada pembeli, agar kepercayaan masyarakat terus terjaga.
“Kalau kualitas dijaga, pembeli akan kembali. Ini bukan hanya soal satu bulan Ramadan, tapi bagaimana UMKM bisa berkembang berkelanjutan,” tuturnya.
Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, lanjut Hap. Akan terus mendukung kebijakan yang berpihak pada penguatan sektor UMKM sebagai salah satu penopang ekonomi daerah. (jef)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu. Menilai pelaksanaan Pasar Ramadan menjadi momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Cantik.
Menurutnya. Keberadaan Pasar Ramadan yang difasilitasi Pemerintah Kota Palangka Raya memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan omzet. Khususnya di sektor kuliner dan makanan berbuka puasa.
“Ramadan selalu menghadirkan perputaran ekonomi yang cukup besar. Ini peluang yang harus dimanfaatkan UMKM lokal untuk meningkatkan pendapatan,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Ia mengapresiasi langkah Pemko yang menyediakan sejumlah titik lokasi pasar Ramadan. Sehingga semakin banyak pelaku usaha yang terakomodasi dan memiliki kesempatan berjualan.
Hap berharap para pelaku UMKM dapat menjaga kualitas produk, mulai dari rasa, kebersihan, hingga pelayanan kepada pembeli, agar kepercayaan masyarakat terus terjaga.
“Kalau kualitas dijaga, pembeli akan kembali. Ini bukan hanya soal satu bulan Ramadan, tapi bagaimana UMKM bisa berkembang berkelanjutan,” tuturnya.
Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, lanjut Hap. Akan terus mendukung kebijakan yang berpihak pada penguatan sektor UMKM sebagai salah satu penopang ekonomi daerah. (jef)