Siswa SDN 1 Pahandut Seberang Sudah 3 Kali Didata, tetapi Belum Dapat MBG

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Siswa SDN 1 Pahandut Seberang hingga kini belum menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), meski petugas telah tiga kali melakukan pendataan. Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi III DPRD Kota Palangka Raya yang meminta pelaksanaan program MBG dapat menjangkau sekolah di kawasan pinggiran secara merata.

Hal itu terungkap saat Komisi III DPRD Kota Palangka Raya melakukan kunjungan kerja ke SDN 1 Pahandut Seberang, Jumat (7/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi sekolah sekaligus mendengar aspirasi pihak sekolah terkait pelaksanaan program MBG.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, mengatakan pihak sekolah menyampaikan petugas MBG sudah tiga kali datang melakukan pendataan. Namun, hingga kunjungan tersebut dilakukan, program MBG belum juga terealisasi.

“SDN 1 Pahandut Seberang ini sudah tiga kali didatangi petugas MBG. Katanya didata, tetapi sampai sekarang belum juga mendapatkan program MBG,” ujar Rana, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga :  Jika Keadaan Sudah Normal, Proses Pembelajaran Sebaiknya dengan Tatap

Meski belum mendapatkan MBG, kondisi tersebut sejauh ini tidak menjadi persoalan bagi orang tua siswa. Pihak sekolah menyebut para orang tua tetap membekali anak-anak mereka dengan makanan dari rumah.

“Kepala sekolah menyampaikan orang tua murid tidak menuntut harus mendapatkan MBG. Kalau dapat tentu alhamdulillah, tetapi kalau belum, mereka tetap membawakan bekal untuk anak-anaknya,” katanya.

Untuk mendukung kebiasaan tersebut, sekolah menyediakan keranjang khusus di setiap kelas sebagai tempat menyimpan bekal yang dibawa siswa. Dengan begitu, makanan tetap tersimpan secara lebih tertata selama kegiatan belajar berlangsung.

Electronic money exchangers listing

Rana menilai kondisi tersebut tetap perlu menjadi perhatian karena Pemko Palangka Raya sebelumnya telah menyatakan komitmen memperluas jangkauan MBG hingga kawasan pinggiran dan wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Baca Juga :  Makan Siang Gratis Tingkatkan Gizi Masyarakat

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini sebelumnya juga menyatakan Pemko terus memantau pembangunan dapur MBG di sejumlah wilayah, termasuk kawasan terpencil, agar seluruh siswa bisa mendapatkan manfaat program tersebut.

“Wilayah 3T menjadi perhatian karena anak-anak sekolah di daerah terpencil juga harus segera mendapatkan manfaat dari program ini,” ujar Achmad Zaini.

Komisi III DPRD Kota Palangka Raya berharap pembangunan dan operasional layanan MBG di kawasan pinggiran dapat segera dipercepat. Pemerataan layanan dinilai penting agar tidak terjadi kesenjangan antara sekolah yang berada di pusat kota dengan sekolah yang memiliki akses lebih terbatas.

Dengan pelaksanaan MBG yang semakin merata, siswa di Pahandut Seberang dan wilayah lainnya diharapkan dapat memperoleh asupan gizi yang lebih baik untuk mendukung kesehatan dan prestasi belajar. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Siswa SDN 1 Pahandut Seberang hingga kini belum menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), meski petugas telah tiga kali melakukan pendataan. Kondisi tersebut menjadi perhatian Komisi III DPRD Kota Palangka Raya yang meminta pelaksanaan program MBG dapat menjangkau sekolah di kawasan pinggiran secara merata.

Hal itu terungkap saat Komisi III DPRD Kota Palangka Raya melakukan kunjungan kerja ke SDN 1 Pahandut Seberang, Jumat (7/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi sekolah sekaligus mendengar aspirasi pihak sekolah terkait pelaksanaan program MBG.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, mengatakan pihak sekolah menyampaikan petugas MBG sudah tiga kali datang melakukan pendataan. Namun, hingga kunjungan tersebut dilakukan, program MBG belum juga terealisasi.

Electronic money exchangers listing

“SDN 1 Pahandut Seberang ini sudah tiga kali didatangi petugas MBG. Katanya didata, tetapi sampai sekarang belum juga mendapatkan program MBG,” ujar Rana, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga :  Jika Keadaan Sudah Normal, Proses Pembelajaran Sebaiknya dengan Tatap

Meski belum mendapatkan MBG, kondisi tersebut sejauh ini tidak menjadi persoalan bagi orang tua siswa. Pihak sekolah menyebut para orang tua tetap membekali anak-anak mereka dengan makanan dari rumah.

“Kepala sekolah menyampaikan orang tua murid tidak menuntut harus mendapatkan MBG. Kalau dapat tentu alhamdulillah, tetapi kalau belum, mereka tetap membawakan bekal untuk anak-anaknya,” katanya.

Untuk mendukung kebiasaan tersebut, sekolah menyediakan keranjang khusus di setiap kelas sebagai tempat menyimpan bekal yang dibawa siswa. Dengan begitu, makanan tetap tersimpan secara lebih tertata selama kegiatan belajar berlangsung.

Rana menilai kondisi tersebut tetap perlu menjadi perhatian karena Pemko Palangka Raya sebelumnya telah menyatakan komitmen memperluas jangkauan MBG hingga kawasan pinggiran dan wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Baca Juga :  Makan Siang Gratis Tingkatkan Gizi Masyarakat

Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini sebelumnya juga menyatakan Pemko terus memantau pembangunan dapur MBG di sejumlah wilayah, termasuk kawasan terpencil, agar seluruh siswa bisa mendapatkan manfaat program tersebut.

“Wilayah 3T menjadi perhatian karena anak-anak sekolah di daerah terpencil juga harus segera mendapatkan manfaat dari program ini,” ujar Achmad Zaini.

Komisi III DPRD Kota Palangka Raya berharap pembangunan dan operasional layanan MBG di kawasan pinggiran dapat segera dipercepat. Pemerataan layanan dinilai penting agar tidak terjadi kesenjangan antara sekolah yang berada di pusat kota dengan sekolah yang memiliki akses lebih terbatas.

Dengan pelaksanaan MBG yang semakin merata, siswa di Pahandut Seberang dan wilayah lainnya diharapkan dapat memperoleh asupan gizi yang lebih baik untuk mendukung kesehatan dan prestasi belajar. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru