PURUK CAHU,PROKALTENG.CO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya (Mura) dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II, Johansyah mengimbau seluruh warga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang tengah melanda wilayah tersebut.
“Kami mengimbau warga Murung Raya untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai angin kencang,” ujar Johansyah dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (19/5).
Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu tersebut memiliki potensi untuk memicu berbagai jenis bencana yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta mengancam keselamatan jiwa dan harta benda.
Beberapa ancaman yang perlu diantisipasi antara lain terjadinya banjir, genangan air di berbagai titik, hingga tumbangnya pohon yang dapat menghalangi lalu lintas maupun merusak fasilitas umum. Tidak hanya itu, Johansyah juga mengingatkan terkait risiko peningkatan kasus gangguan kesehatan akibat kondisi cuaca ekstrem tersebut.
“Selain bencana fisik, kondisi cuaca seperti ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit seperti demam berdarah dan infeksi saluran pernapasan,” jelasnya.
Pihaknya berharap, agar seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama dalam melakukan langkah-langkah pencegahan, mulai dari memastikan saluran drainase tidak tersumbat, menjaga kebersihan lingkungan, hingga segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala penyakit yang mengkhawatirkan.(pan)
PURUK CAHU,PROKALTENG.CO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya (Mura) dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II, Johansyah mengimbau seluruh warga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang tengah melanda wilayah tersebut.
“Kami mengimbau warga Murung Raya untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai angin kencang,” ujar Johansyah dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (19/5).
Menurutnya, kondisi cuaca yang tidak menentu tersebut memiliki potensi untuk memicu berbagai jenis bencana yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta mengancam keselamatan jiwa dan harta benda.
Beberapa ancaman yang perlu diantisipasi antara lain terjadinya banjir, genangan air di berbagai titik, hingga tumbangnya pohon yang dapat menghalangi lalu lintas maupun merusak fasilitas umum. Tidak hanya itu, Johansyah juga mengingatkan terkait risiko peningkatan kasus gangguan kesehatan akibat kondisi cuaca ekstrem tersebut.
“Selain bencana fisik, kondisi cuaca seperti ini juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit seperti demam berdarah dan infeksi saluran pernapasan,” jelasnya.
Pihaknya berharap, agar seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama dalam melakukan langkah-langkah pencegahan, mulai dari memastikan saluran drainase tidak tersumbat, menjaga kebersihan lingkungan, hingga segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala penyakit yang mengkhawatirkan.(pan)