Fraksi Gerindra memandang pelaksanaan APBD Kabupaten Lamandau Tahun Anggaran 2025 masuk dalam kategori memuaskan. Meski terjadi penurunan pendapatan transfer akibat tekanan fiskal nasional yang dipengaruhi situasi global, Pemkab Lamandau dinilai tetap mampu menjaga stabilitas keuangan daerah dan memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana.
Menurutnya, salah satu indikator keberhasilan itu, terlihat dari kemampuan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang tercatat mengalami kenaikan sebesar 8,43 persen dari target yang telah ditetapkan.
Selain itu, efisiensi anggaran juga dinilai berjalan efektif melalui pengurangan belanja pada sektor yang dianggap kurang prioritas dan dialihkan ke kebutuhan yang lebih mendesak.
Fraksi Gerindra juga mencatat, dari total belanja daerah sebesar Rp1,002 triliun, memang terjadi defisit sekitar Rp81,78 miliar. Namun defisit tersebut dapat ditutup melalui Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya. Dengan kondisi itu, Fraksi Gerindra menilai pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Lamandau tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti.(bib)
Fraksi Gerindra memandang pelaksanaan APBD Kabupaten Lamandau Tahun Anggaran 2025 masuk dalam kategori memuaskan. Meski terjadi penurunan pendapatan transfer akibat tekanan fiskal nasional yang dipengaruhi situasi global, Pemkab Lamandau dinilai tetap mampu menjaga stabilitas keuangan daerah dan memastikan program pembangunan berjalan sesuai rencana.
Menurutnya, salah satu indikator keberhasilan itu, terlihat dari kemampuan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang tercatat mengalami kenaikan sebesar 8,43 persen dari target yang telah ditetapkan.
Selain itu, efisiensi anggaran juga dinilai berjalan efektif melalui pengurangan belanja pada sektor yang dianggap kurang prioritas dan dialihkan ke kebutuhan yang lebih mendesak.
Fraksi Gerindra juga mencatat, dari total belanja daerah sebesar Rp1,002 triliun, memang terjadi defisit sekitar Rp81,78 miliar. Namun defisit tersebut dapat ditutup melalui Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya. Dengan kondisi itu, Fraksi Gerindra menilai pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Lamandau tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti.(bib)