NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Ketua DPRD Kabupaten Lamandau, Herianto. Menghadiri kegiatan ritual Beayahan Adat Dayak Tomun yang digelar di Km 20 Jalan Lintas Kalimantan, Kelurahan Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan adat tersebut dilaksanakan dalam rangka mengenang 40 hari wafatnya almarhumah Martiana Syaripah. Selain jajaran tokoh masyarakat, acara ini turut dihadiri oleh Raja Dayak Tomun, Dr. Ir. Marukan. Beserta sejumlah tokoh pemangku adat Dayak Tomun lainnya.
Dalam kesempatannya, Ketua DPRD Lamandau, Herianto, menegaskan pentingnya menjaga tradisi lokal di tengah arus modernisasi.
“Adat adalah kewajiban kita bersama untuk terus dijaga dan dilestarikan agar tidak tergerus oleh zaman,” ujar Herianto di sela-sela kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, Raja Dayak Tomun, Dr. Ir. Marukan, memberikan pesan mendalam kepada generasi muda dan seluruh warga masyarakat agar senantiasa bangga akan identitas kebudayaannya.
“Jangan pernah malu untuk melestarikan kebudayaan dan adat tradisi Dayak Tomun. Ini adalah warisan leluhur yang menjadi identitas dan kebanggaan kita,” tuturnya.
Prosesi adat Beayahan berlangsung dengan khidmat dan menjadi bukti nyata komitmen masyarakat serta jajaran pejabat daerah dalam merawat kearifan lokal di Kabupaten Lamandau. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Ketua DPRD Kabupaten Lamandau, Herianto. Menghadiri kegiatan ritual Beayahan Adat Dayak Tomun yang digelar di Km 20 Jalan Lintas Kalimantan, Kelurahan Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan adat tersebut dilaksanakan dalam rangka mengenang 40 hari wafatnya almarhumah Martiana Syaripah. Selain jajaran tokoh masyarakat, acara ini turut dihadiri oleh Raja Dayak Tomun, Dr. Ir. Marukan. Beserta sejumlah tokoh pemangku adat Dayak Tomun lainnya.
Dalam kesempatannya, Ketua DPRD Lamandau, Herianto, menegaskan pentingnya menjaga tradisi lokal di tengah arus modernisasi.
“Adat adalah kewajiban kita bersama untuk terus dijaga dan dilestarikan agar tidak tergerus oleh zaman,” ujar Herianto di sela-sela kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, Raja Dayak Tomun, Dr. Ir. Marukan, memberikan pesan mendalam kepada generasi muda dan seluruh warga masyarakat agar senantiasa bangga akan identitas kebudayaannya.
“Jangan pernah malu untuk melestarikan kebudayaan dan adat tradisi Dayak Tomun. Ini adalah warisan leluhur yang menjadi identitas dan kebanggaan kita,” tuturnya.
Prosesi adat Beayahan berlangsung dengan khidmat dan menjadi bukti nyata komitmen masyarakat serta jajaran pejabat daerah dalam merawat kearifan lokal di Kabupaten Lamandau. (bib)