28.4 C
Jakarta
Saturday, July 20, 2024
spot_img

DPRD Dukung Penuh Sekolah Penggerak di Kotim

 

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H.Rudianur, sangat mendukung dan mengapresiasi 44 sekolah menjadi sekolah penggerak, Dengan adanya sekolah penggerak ini, pengajarannya berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistic, dengan mewujudkan profil pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) serta nonkognitif (karakter) yang diawali dengan SDM unggul.

“Program Sekolah Penggerak bertujuan untuk menciptakan Pelajar Pancasila, dalam rangka mewujudkan visi pendidikan Indonesia yang maju, berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, hal itu untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan,” kata Rudianur usai menghadiri acara komitmen bersama terkait sekolah pengerak, Rabu (23/5).

Menurutnya, program Sekolah Penggerak untuk meningkatkan kualitas belajar siswa yang terdiri dari lima jenis intervensi, untuk mengakselarasi sekolah bergerak satu hingga dua tahap lebih maju dalam kurun waktu tiga tahun ajaran. Berbeda dengan program sekolah model atau sekolah rujukan merupakan program pusat dengan intervensi berupa bimtek, bantuan pemerintah dan ruang lingkup tidak mencakup seluruh kondisi sekolah.

Baca Juga :  Optimalisasi Vaksinasi dengan Sistem Jemput Bola

“Program sekolah penggerak merupakan program kolaborasi antara Kemdikbud dengan Pemerintah Daerah yang terdiri dari lima jenis intervensi yang terintegrasi berupa pendampingan konsultatif dan asimetris kepada Pemerintah Daerah, pelatihan dan pendampingan kepala sekolah dan guru, pembelajaran dengan paradigma baru, perencanaan berbasis data, dan digitalisasi sekolah,” ujar Rudianur

Menurutnya, banyak keuntungan yang akan didapat bagi sekolah yang melaksanakan program sekolah penggerak yaitu peningkatan mutu hasil belajar dalam kurun waktu tiga tahun, peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru, percepatan digitalisasi sekolah, kesempatan menjadi katalis perubahan bagi satuan pendidikan lain, percepatan pencapaian profil pelajar Pancasila, mendapatkan pendampingan intensif serta memperoleh tambahan anggaran untuk pembelian buku bagi pembelajaran dengan paradigma baru.

“Saya selaku anggota DPRD Kabupaten Kotim sangat menyambut baik dan mengapresiasi banyaknya sekolah yang di daerah ini menjadi sekolah penggerak, karena sekolah penggerak ialah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistic dan profil pancasila,” ucap Rudinur.

Baca Juga :  Para Wakil Rakyat Kotim Lakukan Kunker ke BNN Provinsi Kalsel

Ia juga mengatakan dengan adanya kolaborasi antara Kemendikbud dan pemerintah daerah mutu dari guru dan pembelajaran bagi anak didik lebih meningkat dan terpenuhi, pihaknya  mendorong agar program sekolah penggerak yang merupakan program unggulan Kemendikbud Ristek dapat diikuti oleh seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Kotim ini.

Program Sekolah Penggerak harus disertai dengan Program Guru Penggerak agar saling melengkapi dan tercapai tujuannya. Karena Program Guru Penggerak tersebu, merupakan muara terjadinya perubahan dalam bidang pendidikan di suatu daerah yang diterapkan dengan berbagai cara.

“Sebagai wakil rakyat tentu kami akan mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten setempat dan dinas terkait untuk mengoptimalkan peningkatan mutu pendidikan, tentunya pemerintah daerah  tidak bisa bergerak sendiri. Melainkan harus mendapat dukungan, bersinergi dan berkolaborasi dengan pihak terkait lainnya, serta diperlukan juga dukungan dan perhatian dari Kemendikbud Ristek, sehingga terwujudnya program pemerintah untuk menciptakan Smart Society atau masyarakat yang cerdas,” tutupnya.(bah)

 

 

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H.Rudianur, sangat mendukung dan mengapresiasi 44 sekolah menjadi sekolah penggerak, Dengan adanya sekolah penggerak ini, pengajarannya berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistic, dengan mewujudkan profil pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi kognitif (literasi dan numerasi) serta nonkognitif (karakter) yang diawali dengan SDM unggul.

“Program Sekolah Penggerak bertujuan untuk menciptakan Pelajar Pancasila, dalam rangka mewujudkan visi pendidikan Indonesia yang maju, berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, hal itu untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan,” kata Rudianur usai menghadiri acara komitmen bersama terkait sekolah pengerak, Rabu (23/5).

Menurutnya, program Sekolah Penggerak untuk meningkatkan kualitas belajar siswa yang terdiri dari lima jenis intervensi, untuk mengakselarasi sekolah bergerak satu hingga dua tahap lebih maju dalam kurun waktu tiga tahun ajaran. Berbeda dengan program sekolah model atau sekolah rujukan merupakan program pusat dengan intervensi berupa bimtek, bantuan pemerintah dan ruang lingkup tidak mencakup seluruh kondisi sekolah.

Baca Juga :  Optimalisasi Vaksinasi dengan Sistem Jemput Bola

“Program sekolah penggerak merupakan program kolaborasi antara Kemdikbud dengan Pemerintah Daerah yang terdiri dari lima jenis intervensi yang terintegrasi berupa pendampingan konsultatif dan asimetris kepada Pemerintah Daerah, pelatihan dan pendampingan kepala sekolah dan guru, pembelajaran dengan paradigma baru, perencanaan berbasis data, dan digitalisasi sekolah,” ujar Rudianur

Menurutnya, banyak keuntungan yang akan didapat bagi sekolah yang melaksanakan program sekolah penggerak yaitu peningkatan mutu hasil belajar dalam kurun waktu tiga tahun, peningkatan kompetensi kepala sekolah dan guru, percepatan digitalisasi sekolah, kesempatan menjadi katalis perubahan bagi satuan pendidikan lain, percepatan pencapaian profil pelajar Pancasila, mendapatkan pendampingan intensif serta memperoleh tambahan anggaran untuk pembelian buku bagi pembelajaran dengan paradigma baru.

“Saya selaku anggota DPRD Kabupaten Kotim sangat menyambut baik dan mengapresiasi banyaknya sekolah yang di daerah ini menjadi sekolah penggerak, karena sekolah penggerak ialah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistic dan profil pancasila,” ucap Rudinur.

Baca Juga :  Para Wakil Rakyat Kotim Lakukan Kunker ke BNN Provinsi Kalsel

Ia juga mengatakan dengan adanya kolaborasi antara Kemendikbud dan pemerintah daerah mutu dari guru dan pembelajaran bagi anak didik lebih meningkat dan terpenuhi, pihaknya  mendorong agar program sekolah penggerak yang merupakan program unggulan Kemendikbud Ristek dapat diikuti oleh seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Kotim ini.

Program Sekolah Penggerak harus disertai dengan Program Guru Penggerak agar saling melengkapi dan tercapai tujuannya. Karena Program Guru Penggerak tersebu, merupakan muara terjadinya perubahan dalam bidang pendidikan di suatu daerah yang diterapkan dengan berbagai cara.

“Sebagai wakil rakyat tentu kami akan mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten setempat dan dinas terkait untuk mengoptimalkan peningkatan mutu pendidikan, tentunya pemerintah daerah  tidak bisa bergerak sendiri. Melainkan harus mendapat dukungan, bersinergi dan berkolaborasi dengan pihak terkait lainnya, serta diperlukan juga dukungan dan perhatian dari Kemendikbud Ristek, sehingga terwujudnya program pemerintah untuk menciptakan Smart Society atau masyarakat yang cerdas,” tutupnya.(bah)

 

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru