27.9 C
Jakarta
Monday, June 24, 2024
spot_img

Masih Banyak Desa Belum Terjangkau Jaringan Telekomunikasi

SAMPIT, PROKALTENG.CO- Saat ini sekitar 37 desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)  belum terjangkau jaringan telekomunikasi dan ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk mencarikan solusinya, karena sarana telekomunikasi semakin dibutuhkan, tidak terkecuali bagi masyarakat di desa.

Ketua DPRD Kabupaten Kotim Dra.Rinie mendorong agar pemerintah daerah bergerak cepat membangun jaringan telekomunikasi dan internet hingga ke pelosok, dan meminta Kementerian Kominfo dapat memfasilitasi pembangunan tower yang dilaksanakan oleh para provider atau perusahaan operator seluler.

"Saat ini masih banyak Desa yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi, maka kami meminta pemerintah daerah dapat memperjuangkan hal tersebut,  Pasalnya saat ini jaringan terlekomunikasi dan internet sudah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat tidak hanya di kota tetapi di daerah pelosok desa," kata Rinie Kamis (21/10).

Baca Juga :  Miris! Masih Banyak Warga yang Mengabaikan Prokes

Menurutnya sekarang sudah zaman digitalisasi, masyarakat di daerah pelosok desa juga berharap agar jaringan telekomunikasi dan internet dapat terkoneksi dengan baik dan lancar, sehingga masyarakat lebih mudah dalam mengakses informasi dan juga pemerintah desa sangat membutuhkan jaringan tersebut.

"Saat saya melakukan kunjungan kerja didaerah pelosok, saya menemukan banyaknya desa-desa yang berkatagori blank spot, artinya tidak ada signal telekomunikasi, kondisi ini tentunya memprihatinkan, maka saya mendorong agar investasi di bidang telekomunikasi harus diarahkan ke pelosok dan perijinannya dapa dipermudah oleh pemerintah daerah," ujar Rinie.

Politisi Partai PDI Perjuangan ini juga mengatakan pemerintah daerah harus mendukung provider yang punya niatan untuk membangun jaringan telekomunikasi di daerah pelosok Kabuaten Kotim ini, karena dengan terkoneksinya jalur udara ini maka desa-desa yang ada di pelosok akan lebih baik, inovatif dan kreatif sehingga menjadi desa yang mandiri.

Baca Juga :  BPH Migas Diminta Lebih Ekstra Melakukan Pengasan

SAMPIT, PROKALTENG.CO- Saat ini sekitar 37 desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)  belum terjangkau jaringan telekomunikasi dan ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk mencarikan solusinya, karena sarana telekomunikasi semakin dibutuhkan, tidak terkecuali bagi masyarakat di desa.

Ketua DPRD Kabupaten Kotim Dra.Rinie mendorong agar pemerintah daerah bergerak cepat membangun jaringan telekomunikasi dan internet hingga ke pelosok, dan meminta Kementerian Kominfo dapat memfasilitasi pembangunan tower yang dilaksanakan oleh para provider atau perusahaan operator seluler.

"Saat ini masih banyak Desa yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi, maka kami meminta pemerintah daerah dapat memperjuangkan hal tersebut,  Pasalnya saat ini jaringan terlekomunikasi dan internet sudah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat tidak hanya di kota tetapi di daerah pelosok desa," kata Rinie Kamis (21/10).

Baca Juga :  Miris! Masih Banyak Warga yang Mengabaikan Prokes

Menurutnya sekarang sudah zaman digitalisasi, masyarakat di daerah pelosok desa juga berharap agar jaringan telekomunikasi dan internet dapat terkoneksi dengan baik dan lancar, sehingga masyarakat lebih mudah dalam mengakses informasi dan juga pemerintah desa sangat membutuhkan jaringan tersebut.

"Saat saya melakukan kunjungan kerja didaerah pelosok, saya menemukan banyaknya desa-desa yang berkatagori blank spot, artinya tidak ada signal telekomunikasi, kondisi ini tentunya memprihatinkan, maka saya mendorong agar investasi di bidang telekomunikasi harus diarahkan ke pelosok dan perijinannya dapa dipermudah oleh pemerintah daerah," ujar Rinie.

Politisi Partai PDI Perjuangan ini juga mengatakan pemerintah daerah harus mendukung provider yang punya niatan untuk membangun jaringan telekomunikasi di daerah pelosok Kabuaten Kotim ini, karena dengan terkoneksinya jalur udara ini maka desa-desa yang ada di pelosok akan lebih baik, inovatif dan kreatif sehingga menjadi desa yang mandiri.

Baca Juga :  BPH Migas Diminta Lebih Ekstra Melakukan Pengasan
spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru