26.3 C
Jakarta
Monday, May 20, 2024
spot_img

Prihatin Tingginya Angka Perceraian Akibat Pernikahan Dini

SAMPIT, PROKALTENG.CO–Tingginya angka perceraian di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Salah satunya dilatarbelakangi pernikahan anak usia dini. Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotim Hj.Megawati, merasa prihatin tingginya angka perceraian akibat pernikahan dini.

“Ini masih menjadi masalah klasik. Serta pekerjaan rumah yang belum mampu terselesaikan, sehingga banyak melahirkan janda muda. Dan juga berdampak terhadap anak yang menjadi hasil pernikahan dini bisa terlantar,” kata Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotim Hj.Megawati

Dirinya mengatakan. Tingginya fenomena pernikahan dini di daerah. Tidak lepas dari pengaruh lingkungan pergaulan. Informasi dan komunikasi yang begitu pesat, kurangnya pendidikan dan pembangunan karakter anak muda. Serta lemahnya pengawasan orangtua.

Baca Juga :  Masyarakat Eks Lokalisasi Km 12 mengeluh

“Masalah ini perlu ada tindakan nyata. Karena kalau pernikahan dini ini sampai meningkat patut dipertanyakan. Apa yang sedang terjadi pada kota ini. Maka seluruh elemen masyarakat juga harus memerhatikan masalah ini,” ujar Megawati.

Politisi Partai Amanat Nasional ini juga mengatakan. Masalah pernikahan dini butuh sinergitas semua pihak. Termasuk peran orang tua. Karena masa remaja adalah masa di mana mencari jati diri. Sehingga. Jangan sampai terjatuh pada pernikahan usia dini apalagi pada umur sekolah.

“Para orang tua jangan mudah begitu saja menikahkan anaknya. Apalagi pada saat umur belum produktif. Sehingga rawan terjadi perceraian, Orang tua harus mengoptimalkan perannya, karena peran orang tua pada fase usia anak menginjak remaja sangat di butuhkan,” tutupnya.(bah).

Baca Juga :  Pejabat Baru Diminta Memberikan Inovasi dan Mengembangkan Kemampuan

SAMPIT, PROKALTENG.CO–Tingginya angka perceraian di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Salah satunya dilatarbelakangi pernikahan anak usia dini. Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotim Hj.Megawati, merasa prihatin tingginya angka perceraian akibat pernikahan dini.

“Ini masih menjadi masalah klasik. Serta pekerjaan rumah yang belum mampu terselesaikan, sehingga banyak melahirkan janda muda. Dan juga berdampak terhadap anak yang menjadi hasil pernikahan dini bisa terlantar,” kata Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotim Hj.Megawati

Dirinya mengatakan. Tingginya fenomena pernikahan dini di daerah. Tidak lepas dari pengaruh lingkungan pergaulan. Informasi dan komunikasi yang begitu pesat, kurangnya pendidikan dan pembangunan karakter anak muda. Serta lemahnya pengawasan orangtua.

Baca Juga :  Masyarakat Eks Lokalisasi Km 12 mengeluh

“Masalah ini perlu ada tindakan nyata. Karena kalau pernikahan dini ini sampai meningkat patut dipertanyakan. Apa yang sedang terjadi pada kota ini. Maka seluruh elemen masyarakat juga harus memerhatikan masalah ini,” ujar Megawati.

Politisi Partai Amanat Nasional ini juga mengatakan. Masalah pernikahan dini butuh sinergitas semua pihak. Termasuk peran orang tua. Karena masa remaja adalah masa di mana mencari jati diri. Sehingga. Jangan sampai terjatuh pada pernikahan usia dini apalagi pada umur sekolah.

“Para orang tua jangan mudah begitu saja menikahkan anaknya. Apalagi pada saat umur belum produktif. Sehingga rawan terjadi perceraian, Orang tua harus mengoptimalkan perannya, karena peran orang tua pada fase usia anak menginjak remaja sangat di butuhkan,” tutupnya.(bah).

Baca Juga :  Pejabat Baru Diminta Memberikan Inovasi dan Mengembangkan Kemampuan
spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru