31.3 C
Jakarta
Thursday, July 25, 2024
spot_img

Normalisasi Drainase dan Sungai Harus Berkelanjutan

SAMPIT,
PROKALTENG.CO
Tidak
bisa dipungkiri, setiap hujan turun dengan intensitas tinggi, beberapa ruas
jalan protokol dan ruas jalan pemukiman warga di Kota Sampit selalu tergenang
air. Hal ini dikeluhkan warga. Normalisasi drainase dan sungai pengeringan
dinilai harus dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah terjadinya banjir
akibat air hujan, karena drainase tidak mampu menampung debit air.

“Saluran air pada
drainase memang kita lihat sebagai masalah yang harus dituntaskan secara
berkelanjutan. Permasalahan drainase ini telah menjadi pekerjaan rumah (PR)
bagi Pemerintah Kabupaten Kotim,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotim
M.Kurniawan Anwar saat dibincangi di ruang kerjannya, Selasa (18/5).

Dia mengaku dalam
mengatasi masalah tersebut tidak cukup hanya bergantung pada kinerja pemerintah
daerah saja. Masyarakat harus sadar untuk dapat membersihkan saluran drainase
di sekitar tempat tinggalnya masing-masing, karena tidak dibersihkannya saluran
drainase mengakibatkan banjir apabila terjadi hujan lebat.

Baca Juga :  Sejak Januari-September 2022, Ada 33 Kasus HIV-AIDS di Kotim

“Masyarakat juga kami
minta untuk sadar terhadap lingkungannya, salah satunya dengan membersihkan
saluran drainase di wilayah masing-masing agar tidak terjadi banjir saat
terjadi hujan deras,” ucap Kurniawan.

Politikus Partai Amanat
Nasional ini juga mengatakan, dia sangat prihatin pada saat lebaran lalu hujan
yang menguyur dari malam hingga pagi membuat sejumlah titik di dalam Kota
Sampit terendam air dan drainase yang buntu dan tidak bisa mengalirkan sungai
pembuangan. Ia juga menyambut baik upaya Bupati Kotim menurunkan alat berat
untuk mengeruk dan menormalisasi sungai pengeringan.

“Kami berharap
normalisasi tidak cukup jika hanya dilakukan di satu titik, tetapi harus
dilakukan pengerukan di sepanjang pengeringan Kecamatan Baamang dan Mentawa
Baru Ketapang, karena sungai pengeringan kita ini sudah mendagangkal dan tidak
bersih karena diatasnya ditumbuhi rumput liar. Hal itu seharusnya dibersihkan
dan dikeruk ulang supaya air itu bisa dibuang hingga ke Sungai Mentaya,”
sampainya.

Baca Juga :  Warga Resahkan Gapura Perumahan Nyaris Roboh, Dewan Minta Segera Ada

Ia juga meminta kepala dinas harus aktif
melakukan pemantauan terhadap titik yang rawan akan banjir, selain itu juga
anggaran penanganannya jangan hanya terfokus kepada anggaran daerah saja tetapi
juga dapat mengunakan Corporate Social Responsibility (CSR).

SAMPIT,
PROKALTENG.CO
Tidak
bisa dipungkiri, setiap hujan turun dengan intensitas tinggi, beberapa ruas
jalan protokol dan ruas jalan pemukiman warga di Kota Sampit selalu tergenang
air. Hal ini dikeluhkan warga. Normalisasi drainase dan sungai pengeringan
dinilai harus dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah terjadinya banjir
akibat air hujan, karena drainase tidak mampu menampung debit air.

“Saluran air pada
drainase memang kita lihat sebagai masalah yang harus dituntaskan secara
berkelanjutan. Permasalahan drainase ini telah menjadi pekerjaan rumah (PR)
bagi Pemerintah Kabupaten Kotim,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotim
M.Kurniawan Anwar saat dibincangi di ruang kerjannya, Selasa (18/5).

Dia mengaku dalam
mengatasi masalah tersebut tidak cukup hanya bergantung pada kinerja pemerintah
daerah saja. Masyarakat harus sadar untuk dapat membersihkan saluran drainase
di sekitar tempat tinggalnya masing-masing, karena tidak dibersihkannya saluran
drainase mengakibatkan banjir apabila terjadi hujan lebat.

Baca Juga :  Sejak Januari-September 2022, Ada 33 Kasus HIV-AIDS di Kotim

“Masyarakat juga kami
minta untuk sadar terhadap lingkungannya, salah satunya dengan membersihkan
saluran drainase di wilayah masing-masing agar tidak terjadi banjir saat
terjadi hujan deras,” ucap Kurniawan.

Politikus Partai Amanat
Nasional ini juga mengatakan, dia sangat prihatin pada saat lebaran lalu hujan
yang menguyur dari malam hingga pagi membuat sejumlah titik di dalam Kota
Sampit terendam air dan drainase yang buntu dan tidak bisa mengalirkan sungai
pembuangan. Ia juga menyambut baik upaya Bupati Kotim menurunkan alat berat
untuk mengeruk dan menormalisasi sungai pengeringan.

“Kami berharap
normalisasi tidak cukup jika hanya dilakukan di satu titik, tetapi harus
dilakukan pengerukan di sepanjang pengeringan Kecamatan Baamang dan Mentawa
Baru Ketapang, karena sungai pengeringan kita ini sudah mendagangkal dan tidak
bersih karena diatasnya ditumbuhi rumput liar. Hal itu seharusnya dibersihkan
dan dikeruk ulang supaya air itu bisa dibuang hingga ke Sungai Mentaya,”
sampainya.

Baca Juga :  Warga Resahkan Gapura Perumahan Nyaris Roboh, Dewan Minta Segera Ada

Ia juga meminta kepala dinas harus aktif
melakukan pemantauan terhadap titik yang rawan akan banjir, selain itu juga
anggaran penanganannya jangan hanya terfokus kepada anggaran daerah saja tetapi
juga dapat mengunakan Corporate Social Responsibility (CSR).

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru