26.6 C
Jakarta
Thursday, April 25, 2024

Dewan Minta Pembangunan Fisik Dilaksanakan Awal Tahun Anggaran

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan kembali agar pemerintah daerah dalam melakukan kegiatan pembangunan fisik, dapat dilaksanakan lebih awal tahun anggaran. Hal ini agar hasilnya lebih optimal dan penyerapan anggaran juga lebih maksimal.

“Selama ini kegiatan sering terlambat dimulainya sehingga pekerjaan menumpuk di semester ketiga dan ke empat atau di akhir tahun. Hal itu sangat berdampak pada kualitas pekerjaan yang bisa saja tidak maksimal karena dikejar waktu penyelesaiannya,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kotim Muhammad Kurniawan Anwar, Kamis (12/1).

Dirinya mengatakan pada 2022 kemarin, banyak pekerjaan fisik yang dikerjakan di akhir tahun, sehingga pelaksanaannya akan berkejaran dengan waktu dan hasilnya kurang optimal. Jangan sampai kualitas pekerjaan terabaikan lantaran hanya mengejar waktu penyelesaian sesuai target.

Baca Juga :  Perketat Pengawasan, Termasuk di Daerah Perbatasan

“Kami meminta agar kualitas pekerjaan harus menjadi nomor satu. Jika pekerjaan pembangunan dimulai lebih awal atau tepat di awal tahun, maka cukup banyak waktu bagi pemerintah daerah untuk melakukan mengevaluasi hasil pekerjaan rekanan dan masih ada waktu meminta perbaikan jika ada pekerjaan yang tidak sesuai kontrak kerja,” ujar Kurniawan.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengatakan keterlambatan itu pula akan berpengaruh terhadap serapan anggaran daerah. Jika pekerjaan atau proyek fisik dimulai lebih awal maka serapan anggaran dipastikan tinggi dan akan lebih baik, maka dari itu lelang atau tender proyek fisik dilakukan lebih awal. Dengan begitu, pekerjaan fisik tersebut bisa segera dimulai.

Baca Juga :  Komisi III Sidak RSUD dr Mujani Terkait Banyaknya Keluhan Masyarakat

“Hal ini kan rutin setiap tahun dilakukan, Seharusnya dilakukan evaluasi sehingga setiap tahunnya semakin baik. Jangan sampai terulang lagi, karena itu sangat merugikan kita juga, karena kualitas pekerjaan jadi taruhannya dan serapan anggaran juga tidak optimal,” jelasnya.(bah/ans/kpg)

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan kembali agar pemerintah daerah dalam melakukan kegiatan pembangunan fisik, dapat dilaksanakan lebih awal tahun anggaran. Hal ini agar hasilnya lebih optimal dan penyerapan anggaran juga lebih maksimal.

“Selama ini kegiatan sering terlambat dimulainya sehingga pekerjaan menumpuk di semester ketiga dan ke empat atau di akhir tahun. Hal itu sangat berdampak pada kualitas pekerjaan yang bisa saja tidak maksimal karena dikejar waktu penyelesaiannya,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Kotim Muhammad Kurniawan Anwar, Kamis (12/1).

Dirinya mengatakan pada 2022 kemarin, banyak pekerjaan fisik yang dikerjakan di akhir tahun, sehingga pelaksanaannya akan berkejaran dengan waktu dan hasilnya kurang optimal. Jangan sampai kualitas pekerjaan terabaikan lantaran hanya mengejar waktu penyelesaian sesuai target.

Baca Juga :  Perketat Pengawasan, Termasuk di Daerah Perbatasan

“Kami meminta agar kualitas pekerjaan harus menjadi nomor satu. Jika pekerjaan pembangunan dimulai lebih awal atau tepat di awal tahun, maka cukup banyak waktu bagi pemerintah daerah untuk melakukan mengevaluasi hasil pekerjaan rekanan dan masih ada waktu meminta perbaikan jika ada pekerjaan yang tidak sesuai kontrak kerja,” ujar Kurniawan.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengatakan keterlambatan itu pula akan berpengaruh terhadap serapan anggaran daerah. Jika pekerjaan atau proyek fisik dimulai lebih awal maka serapan anggaran dipastikan tinggi dan akan lebih baik, maka dari itu lelang atau tender proyek fisik dilakukan lebih awal. Dengan begitu, pekerjaan fisik tersebut bisa segera dimulai.

Baca Juga :  Komisi III Sidak RSUD dr Mujani Terkait Banyaknya Keluhan Masyarakat

“Hal ini kan rutin setiap tahun dilakukan, Seharusnya dilakukan evaluasi sehingga setiap tahunnya semakin baik. Jangan sampai terulang lagi, karena itu sangat merugikan kita juga, karena kualitas pekerjaan jadi taruhannya dan serapan anggaran juga tidak optimal,” jelasnya.(bah/ans/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru