Yohanes Prihatin Anak Kapuas Putus Sekolah karena Ekonomi

PROKALTENG.CO – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kapuas, Yohanes, angkat bicara terkait viralnya video seorang anak di Kabupaten Kapuas yang terancam putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Ketua DPD PDI-P Kalteng mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami anak tersebut.

Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap anak dan pemerintah daerah perlu hadir memberikan solusi agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa melanjutkan sekolah.

“Nanti kita koordinasikan dengan pak bupati agar anak ini dapat melanjutkan pendidikannya,” ujar Yohanes, Jumat (29/5/2026).

Sebelumnya, video yang diunggah akun Instagram @ceni_fernando24, Jumat (29/5/2026) menampilkan perjuangan seorang anak di Kabupaten Kapuas , yang ingin melanjutkan kembali sekolah meski hidup dalam keterbatasan ekonomi .

Dalam video tersebut, tampak seorang anak tinggal di rumah sederhana berdinding kalsiboard di kawasan Jalan Kapuas Seberang, Kelurahan Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas . 

Baca Juga :  Perkuat Keimanan dan Kebersamaan

Kondisi rumah yang jauh dari kata mewah itu menggambarkan kerasnya kehidupan yang dijalani keluarga tersebut setiap hari. 

Electronic money exchangers listing

Tak hanya menampilkan kondisi tempat tinggal, video itu juga menampilkan sang ayah yang bekerja serabutan memotong rumput menggunakan parang demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Di tengah keterbatasan itu, anak tersebut ternyata memiliki semangat belajar yang tinggi. Dalam video juga diperlihatkan transkrip nilai sekolahnya saat masih bersekolah di SMP Negeri 2 Kapuas dengan rata-rata nilai rapor mencapai 80,53 pada tahun 2025 lalu. 

Namun sayang, impiannya untuk terus bersekolah kandas karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu membiayai pendidikan .

Video itu pun disertai permohonan bantuan yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia hingga kepala daerah di Kalimantan Tengah agar anak-anak tersebut bisa mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan .

“Ini ada salah satu anak bangsa yang juga pengen sekolah karena keterbatasan ekonomi akhirnya tidak bisa sekolah dan kerja serabutan untuk bisa bertahan dan mencari biaya untuk bisa sekolah tahun ini,” ujar seorang pria dalam video tersebut.

Baca Juga :  Dewan: Awasi Pengelolaan Anggaran Desa

Dalam video itu pula si pembuat video berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat turun tangan membantu agar anak-anak tersebut bisa kembali mengenyam pendidikan dan meraih cita-citanya.

“Mohon bapak bisa tanggapi video ini dan dikasihani,” lanjut narasi dalam video.

Kisah tersebut menjadi potret nyata bahwa masih ada anak-anak di pelosok daerah yang harus berjuang keras hanya untuk bisa tetap sekolah. 

Unggahan itu sontak mengundang simpati. Banyak netizen yang merasa terpesona melihat perjuangan keluarga tersebut, terutama sang anak tetap memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan di tengah kondisi hidup yang serba terbatas.(hfz)

PROKALTENG.CO – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kapuas, Yohanes, angkat bicara terkait viralnya video seorang anak di Kabupaten Kapuas yang terancam putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Ketua DPD PDI-P Kalteng mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami anak tersebut.

Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap anak dan pemerintah daerah perlu hadir memberikan solusi agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa melanjutkan sekolah.

Electronic money exchangers listing

“Nanti kita koordinasikan dengan pak bupati agar anak ini dapat melanjutkan pendidikannya,” ujar Yohanes, Jumat (29/5/2026).

Sebelumnya, video yang diunggah akun Instagram @ceni_fernando24, Jumat (29/5/2026) menampilkan perjuangan seorang anak di Kabupaten Kapuas , yang ingin melanjutkan kembali sekolah meski hidup dalam keterbatasan ekonomi .

Dalam video tersebut, tampak seorang anak tinggal di rumah sederhana berdinding kalsiboard di kawasan Jalan Kapuas Seberang, Kelurahan Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas . 

Baca Juga :  Perkuat Keimanan dan Kebersamaan

Kondisi rumah yang jauh dari kata mewah itu menggambarkan kerasnya kehidupan yang dijalani keluarga tersebut setiap hari. 

Tak hanya menampilkan kondisi tempat tinggal, video itu juga menampilkan sang ayah yang bekerja serabutan memotong rumput menggunakan parang demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Di tengah keterbatasan itu, anak tersebut ternyata memiliki semangat belajar yang tinggi. Dalam video juga diperlihatkan transkrip nilai sekolahnya saat masih bersekolah di SMP Negeri 2 Kapuas dengan rata-rata nilai rapor mencapai 80,53 pada tahun 2025 lalu. 

Namun sayang, impiannya untuk terus bersekolah kandas karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu membiayai pendidikan .

Video itu pun disertai permohonan bantuan yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia hingga kepala daerah di Kalimantan Tengah agar anak-anak tersebut bisa mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan .

“Ini ada salah satu anak bangsa yang juga pengen sekolah karena keterbatasan ekonomi akhirnya tidak bisa sekolah dan kerja serabutan untuk bisa bertahan dan mencari biaya untuk bisa sekolah tahun ini,” ujar seorang pria dalam video tersebut.

Baca Juga :  Dewan: Awasi Pengelolaan Anggaran Desa

Dalam video itu pula si pembuat video berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat turun tangan membantu agar anak-anak tersebut bisa kembali mengenyam pendidikan dan meraih cita-citanya.

“Mohon bapak bisa tanggapi video ini dan dikasihani,” lanjut narasi dalam video.

Kisah tersebut menjadi potret nyata bahwa masih ada anak-anak di pelosok daerah yang harus berjuang keras hanya untuk bisa tetap sekolah. 

Unggahan itu sontak mengundang simpati. Banyak netizen yang merasa terpesona melihat perjuangan keluarga tersebut, terutama sang anak tetap memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan di tengah kondisi hidup yang serba terbatas.(hfz)

Terpopuler

Artikel Terbaru