Penurunan Harga TBS Sawit Berimbas kepada Daya Beli Masyarakat Barito Utara

MUARA TEWEH,PROKALTENG.CO-Penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang melanda tingkat petani di Kabupaten Barito Utara memicu perhatian serius dari pihak legislatif. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Barito Utara, H Taufik Nugraha, mendesak pemerintah daerah beserta instansi terkait agar segera melakukan tindakan nyata guna memulihkan dan menstabilkan harga komoditas utama tersebut.

Kondisi kemerosotan nilai jual TBS ini dinilai memberikan tekanan berat terhadap stabilitas finansial masyarakat. Taufik Nugraha memaparkan bahwa dampak harga sawit tersebut secara otomatis memangkas pendapatan riil warga, terutama para petani swadaya yang menggantungkan ketahanan ekonomi keluarganya pada sektor perkebunan ini.

“Kami mendesak pemerintah daerah melalui dinas operasional terkait untuk segera melakukan langkah diplomasi serta mediasi bersama jajaran manajemen korporasi swasta agar nilai jual komoditas ini dapat kembali normal, sehingga para petani kita tidak terusmenerus menderita kerugian akibat penurunan harga ini,” katanya kepada media, Minggu (31/5).

Baca Juga :  Insentif Tahun Depan Tidak Ada, Harga Mobil Listrik hingga Hybrid Terancam Naik

Menurutnya, sektor agrobisnis kelapa sawit diakui sebagai salah satu pilar krusial penopang roda perekonomian di berbagai wilayah Kabupaten Barito Utara. Oleh sebab itu, kepastian dan stabilitas harga TBS menjadi indikator penentu dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjamin tingkat kesejahteraan para pelaku usaha tani. Taufik menggarisbawahi bahwa pengawasan ketat terhadap sistem penetapan harga serta jaminan keterbukaan dalam proses transaksi jual-beli TBS oleh perusahaan wajib ditegakkan secara konsisten.

“Harapan kami, instansi berwenang dapat melahirkan kebijakan konkret dan jalan keluar riil yang mampu memberikan garansi ketetapan nilai jual bagi masyarakat. Melalui regulasi harga yang sehat dan konsisten, para petani dipastikan dapat mengelola sektor perkebunan mereka secara berkelanjutan sekaligus menjaga perputaran finansial di daerah tetap kokoh,”tambahnya.

Baca Juga :  Fraksi Aspirasi Rakyat Ingatkan Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

Sebagai langkah penutup, seluruh elemen mulai dari jajaran birokrasi, korporasi swasta, hingga asosiasi petani diimbau untuk bersinergi dan Kolaborasi kolektif ini diharapkan mampu melahirkan jalan keluar terbaik demi menjaga keberlanjutan industri sawit, sekaligus memulihkan kesejahteraan hidup keluarga petani di Barito Utara. (bn/nue/kpg)

MUARA TEWEH,PROKALTENG.CO-Penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang melanda tingkat petani di Kabupaten Barito Utara memicu perhatian serius dari pihak legislatif. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Barito Utara, H Taufik Nugraha, mendesak pemerintah daerah beserta instansi terkait agar segera melakukan tindakan nyata guna memulihkan dan menstabilkan harga komoditas utama tersebut.

Kondisi kemerosotan nilai jual TBS ini dinilai memberikan tekanan berat terhadap stabilitas finansial masyarakat. Taufik Nugraha memaparkan bahwa dampak harga sawit tersebut secara otomatis memangkas pendapatan riil warga, terutama para petani swadaya yang menggantungkan ketahanan ekonomi keluarganya pada sektor perkebunan ini.

“Kami mendesak pemerintah daerah melalui dinas operasional terkait untuk segera melakukan langkah diplomasi serta mediasi bersama jajaran manajemen korporasi swasta agar nilai jual komoditas ini dapat kembali normal, sehingga para petani kita tidak terusmenerus menderita kerugian akibat penurunan harga ini,” katanya kepada media, Minggu (31/5).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Insentif Tahun Depan Tidak Ada, Harga Mobil Listrik hingga Hybrid Terancam Naik

Menurutnya, sektor agrobisnis kelapa sawit diakui sebagai salah satu pilar krusial penopang roda perekonomian di berbagai wilayah Kabupaten Barito Utara. Oleh sebab itu, kepastian dan stabilitas harga TBS menjadi indikator penentu dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjamin tingkat kesejahteraan para pelaku usaha tani. Taufik menggarisbawahi bahwa pengawasan ketat terhadap sistem penetapan harga serta jaminan keterbukaan dalam proses transaksi jual-beli TBS oleh perusahaan wajib ditegakkan secara konsisten.

“Harapan kami, instansi berwenang dapat melahirkan kebijakan konkret dan jalan keluar riil yang mampu memberikan garansi ketetapan nilai jual bagi masyarakat. Melalui regulasi harga yang sehat dan konsisten, para petani dipastikan dapat mengelola sektor perkebunan mereka secara berkelanjutan sekaligus menjaga perputaran finansial di daerah tetap kokoh,”tambahnya.

Baca Juga :  Fraksi Aspirasi Rakyat Ingatkan Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat

Sebagai langkah penutup, seluruh elemen mulai dari jajaran birokrasi, korporasi swasta, hingga asosiasi petani diimbau untuk bersinergi dan Kolaborasi kolektif ini diharapkan mampu melahirkan jalan keluar terbaik demi menjaga keberlanjutan industri sawit, sekaligus memulihkan kesejahteraan hidup keluarga petani di Barito Utara. (bn/nue/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru