Bulan suci Ramadan adalah momen istimewa bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri.Namun perubahan pola makan dan tidur sering kali membuat daya tahan tubuh menurun saat puasa.
Menjaga daya tahan tubuh selama puasa Ramadan sangat penting agar ibadah tetap lancar. Dengan strategi yang tepat, tubuh bisa tetap kuat meski tidak makan dan minum selama belasan jam.
Menurut Harvard T.H Chan School of Public Health, sistem imun sangat dipengaruhi oleh pola makan, kualitas tidur, aktivitas fisik dan manajemen stres. Faktor-faktor ini perlu diperhatikan secara serius selama Ramadhan.
Selain itu, penelitian yang dipublikasikan dalam NIH menunjukkan bahwa puasa yang dilakukan dengan pola makan seimbang dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan metabolik. Artinya puasa tidak otomatis melemahkan tubuh jika dijalani dengan benar.
Berikut 5 cara menjaga daya tahan tubuh saat puasa agar tetap sehat dan bugar sepanjang Ramadhan sebagaimana dilansir dari laman WHO, Jumat (6/3) :
1.Konsumsi makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka
Asupan nutrisi yang tepat menjadi kunci utama menjaga imun tubuh saat puasa Ramadhan. Pastikan sahur dan berbuka mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin dan mineral.
Menurut WHO, pola makan seimbang membantu tubuh melawan infeksi dan menjaga fungsi sistem imun. Nutrisi seperti vitamin C, vitamin D, zinc dan protein sangat penting untuk daya tahan tubuh.
2.Cukupi kebutuhan cairan tubuh
Dehidrasi dapat menurunkan konsentrasi dan membuat tubuh terasa lemah. Karena itu, menjaga hidrasi sangat penting selama Ramadhan. Mayo Clinic menjelaskan bahwa air berperan penting dalam menjaga fungsi organ dan sistem imun.
Kekurangan cairan dapat memengaruhi kinerja tubuh secara keseluruhan. Jadi terapkan pola minum 2-4-2 yang artinya 2 gelas saat sahur, 4 gelas malam hari dan 2 gelas saat berbuka.
Selain itu, batasi minuman berkafein berlebihan karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Pilih air putih, infused water atau air kelapa alami.
- Jaga kualitas tidur selama Ramadhan
Perubahan pola jadwal tidur saat sahur dan tarawih bisa memengaruhi daya tahan tubuh. Pasalnya kurang tidur diketahui dapat menurunkan respons imun.
Menurut Sleep Foundation, kurang tidur dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit. Tidur yang cukup membantu tubuh memproduksi sel imun secara optimal.
Jadi, usahakan tidur 7-9 jam per hari, meskipun dibagi dalam beberapa waktu. Anda juga bisa menambahkan istirahat sejenak 20-30 menit di siang hari.
4.Tetap aktif dengan olahraga ringan
Banyak orang menghindari olahraga saat puasa karena takut lemas. Padahal aktivitas fisik ringan justru membangun menjaga kebugaran tubuh. Centers for Disease Control dan Prevention menyebutkan bahwa olahraga teratur dapat meningkatkan fungsi sistem imun.
Pilih olahraga ringan seperti jalan santai, stretching atau yoga menjelang berbuka. Hindari juga latihan intensitas tinggi saat siang hari.
5.Kelola stres dan perbanyak ibadah
Stres yang tidak terkendali pasalnya bisa melemahkan sistem imun. Ramadhan ini justru menjadi waktu yang tepat untuk menenangkan pikiran.
Menurut APA, stres kronis dapat menurunkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Karena itu, penting mengelola emosi dengan baik.
Jadi penting memperbanyak ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur’an dan dzikir untuk menenangkan hati.Aktivitas ini terbukti membantu mengurangi stres dan kesejahteraan psikologis.(jpc)


