Satgas MBG: Buah Naga Positif Bacillus Cereus dalam Uji Sampel

PROKALTENG.CO – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kota Sorong, Papua Barat Daya menyebutkan sampel buah naga potong yang diperiksa di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar positif mengandung bakteri Bacillus cereus.

Ketua Satgas MBG Kota Sorong Ruddy Laku di Sorong, Senin, mengatakan pemeriksaan tersebut tindak lanjut kasus dugaan keracunan pangan yang dialami sejumlah siswa dan guru SMP Muhammadiyah Al-Amin setelah mengonsumsi menu MBG pada 16 September 2026.

“Buah naga potong ditemukan bakteri Bacillus cereus sebesar 2,5 x 10² CFU per gram,” katanya.

Ia menjelaskan pemeriksaan laboratorium dilakukan terhadap sampel makanan yang diambil dari bank sampel Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada 17 September 2026 dan diuji di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar, Sulsel pada 18 September 2026.

Sampel makanan yang diperiksa meliputi nasi putih, ayam woku, tempe goreng tepung, tumis sawi dan tauge, buah naga potong, serta air untuk mengolah pangan.

Baca Juga :  Prabowo Ingatkan Uang Negara Berasal dari Keringat Ratusan Juta Rakyat

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel makanan dinyatakan memenuhi syarat, kecuali buah naga potong yang mengandung Bacillus cereus sebesar 2,5 x 10² CFU per gram.

“Kandungan tersebut berada di atas ambang batas yang dipersyaratkan, yakni di bawah 10² koloni per gram,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Dia mengatakan sisa makanan yang dikonsumsi korban serta spesimen muntahan atau feses korban tidak tersedia sehingga tidak dapat dilakukan pemeriksaan terhadap sampel tersebut.

“Yang diuji adalah sampel yang diambil dari bank sampel SPPG,” katanya.

Ia mengatakan sebagai tindak lanjut kejadian tersebut, Satgas MBG telah memberikan rekomendasi perbaikan kepada pengelola SPPG, termasuk pengendalian waktu mulai memasak hingga makanan dikonsumsi, pengawasan suhu penyimpanan bahan baku dan makanan matang, serta pengendalian batas waktu penyimpanan.

Selain itu, SPPG direkomendasikan memasang kamera pengawas (CCTV) di seluruh ruangan dapur, melakukan pemeriksaan kesehatan penjamah pangan secara berkala serta meningkatkan pengawasan terhadap pengemasan dan penanganan buah potong.

Baca Juga :  Mendes Ingatkan Kades Teliti Setujui Pinjaman Kopdes Merah Putih

“Perlu ada petugas untuk mengontrol dan memastikan tempat penyimpanan makanan setelah tiba di sekolah serta waktu pemberian makanan kepada siswa,” katanya.

Dia menegaskan seluruh pengelola SPPG harus mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dalam penyiapan makanan bergizi untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Satgas MBG Kota Sorong juga akan melakukan pemantauan lapangan untuk memastikan rekomendasi perbaikan telah dilaksanakan setelah masa penghentian sementara operasional SPPG berakhir.

Kasus dugaan keracunan pangan di SMP Muhammadiyah Al-Amin dilaporkan pada 17 September 2026 setelah menu MBG dikonsumsi sehari sebelumnya. Sebanyak delapan guru mengalami keluhan sakit perut dan diare, sedangkan 14 siswa mendapat perawatan di Rumah Sakit Sele Be Solu.

Selain itu, 30 siswa menjalani rawat jalan setelah mendapat penanganan Dinas Kesehatan Kota Sorong. (antara)

PROKALTENG.CO – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kota Sorong, Papua Barat Daya menyebutkan sampel buah naga potong yang diperiksa di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar positif mengandung bakteri Bacillus cereus.

Ketua Satgas MBG Kota Sorong Ruddy Laku di Sorong, Senin, mengatakan pemeriksaan tersebut tindak lanjut kasus dugaan keracunan pangan yang dialami sejumlah siswa dan guru SMP Muhammadiyah Al-Amin setelah mengonsumsi menu MBG pada 16 September 2026.

“Buah naga potong ditemukan bakteri Bacillus cereus sebesar 2,5 x 10² CFU per gram,” katanya.

Electronic money exchangers listing

Ia menjelaskan pemeriksaan laboratorium dilakukan terhadap sampel makanan yang diambil dari bank sampel Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada 17 September 2026 dan diuji di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar, Sulsel pada 18 September 2026.

Sampel makanan yang diperiksa meliputi nasi putih, ayam woku, tempe goreng tepung, tumis sawi dan tauge, buah naga potong, serta air untuk mengolah pangan.

Baca Juga :  Prabowo Ingatkan Uang Negara Berasal dari Keringat Ratusan Juta Rakyat

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel makanan dinyatakan memenuhi syarat, kecuali buah naga potong yang mengandung Bacillus cereus sebesar 2,5 x 10² CFU per gram.

“Kandungan tersebut berada di atas ambang batas yang dipersyaratkan, yakni di bawah 10² koloni per gram,” ujarnya.

Dia mengatakan sisa makanan yang dikonsumsi korban serta spesimen muntahan atau feses korban tidak tersedia sehingga tidak dapat dilakukan pemeriksaan terhadap sampel tersebut.

“Yang diuji adalah sampel yang diambil dari bank sampel SPPG,” katanya.

Ia mengatakan sebagai tindak lanjut kejadian tersebut, Satgas MBG telah memberikan rekomendasi perbaikan kepada pengelola SPPG, termasuk pengendalian waktu mulai memasak hingga makanan dikonsumsi, pengawasan suhu penyimpanan bahan baku dan makanan matang, serta pengendalian batas waktu penyimpanan.

Selain itu, SPPG direkomendasikan memasang kamera pengawas (CCTV) di seluruh ruangan dapur, melakukan pemeriksaan kesehatan penjamah pangan secara berkala serta meningkatkan pengawasan terhadap pengemasan dan penanganan buah potong.

Baca Juga :  Mendes Ingatkan Kades Teliti Setujui Pinjaman Kopdes Merah Putih

“Perlu ada petugas untuk mengontrol dan memastikan tempat penyimpanan makanan setelah tiba di sekolah serta waktu pemberian makanan kepada siswa,” katanya.

Dia menegaskan seluruh pengelola SPPG harus mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dalam penyiapan makanan bergizi untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Satgas MBG Kota Sorong juga akan melakukan pemantauan lapangan untuk memastikan rekomendasi perbaikan telah dilaksanakan setelah masa penghentian sementara operasional SPPG berakhir.

Kasus dugaan keracunan pangan di SMP Muhammadiyah Al-Amin dilaporkan pada 17 September 2026 setelah menu MBG dikonsumsi sehari sebelumnya. Sebanyak delapan guru mengalami keluhan sakit perut dan diare, sedangkan 14 siswa mendapat perawatan di Rumah Sakit Sele Be Solu.

Selain itu, 30 siswa menjalani rawat jalan setelah mendapat penanganan Dinas Kesehatan Kota Sorong. (antara)

Terpopuler

Artikel Terbaru