PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus melakukan koordinasi dengan PT PLN terkait pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dan dikeluhkan masyarakat karena mengganggu berbagai aktivitas.
“Kami terus berkomunikasi dengan PLN, kita tinggal menunggu keterangan dari pihak mereka,” kata Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, Jumat (18/9/2026).
Dia mengakui pemadaman listrik memberikan dampak terhadap berbagai sektor, termasuk kegiatan belajar mengajar yang saat ini sebagian sekolah melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kondisi kabut asap.
“Pemadaman listrik tentu berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pembelajaran jarak jauh. Karena itu, kami terus melakukan koordinasi agar persoalan ini dapat segera ditangani,” ujarnya.

Fairid menegaskan, Pemko Palangka Raya tidak tinggal diam menyikapi persoalan tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah terus memantau perkembangan dan menjalin komunikasi dengan pihak terkait sesuai kewenangannya.
“Masyarakat tidak perlu beranggapan bahwa pemerintah tidak memberikan perhatian terhadap persoalan ini. Kami terus melakukan koordinasi dan pemantauan sesuai kewenangan yang dimiliki pemerintah daerah,” tegasnya.
Selain itu, dia menyatakan akan kembali meminta penjelasan kepada PLN terkait kondisi yang menyebabkan terjadinya pemadaman listrik di Kota Palangka Raya.
“Kami akan kembali meminta penjelasan kepada PLN terkait penyebab gangguan maupun langkah-langkah penanganan yang sedang dilakukan sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas,” tambah Fairid.
Menanggapi adanya perbandingan dengan daerah lain yang tidak mengalami pemadaman listrik, Fairid mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum ada keterangan resmi dari pihak yang berwenang.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak berspekulasi terlebih dahulu dan menunggu keterangan resmi dari PLN terkait kondisi yang terjadi,” tuturnya.
Sementara itu, informasi teknis mengenai penyebab gangguan listrik masih menunggu penjelasan resmi dari PLN. Pemerintah Kota Palangka Raya berharap permasalahan tersebut dapat segera teratasi sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. (adr)


