Jangkau Daerah Terpencil, DPRD Kalteng Dukung Percepatan SPPG 3T

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendukung percepatan realisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) khusus wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) guna memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah terpencil.

Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto mengatakan, jika pembangunan SPPG 3T memang menjadi prioritas Badan Gizi Nasional (BGN), maka pelaksanaannya perlu segera direalisasikan agar manfaat program dapat dirasakan masyarakat yang berada di wilayah dengan akses terbatas.

“Kalau memang 3T yang diprioritaskan oleh BGN, tentu kita dorong supaya segera dilakukan realisasi,” katanya, Jumat (18/9/2026).

Menurut Sugiyarto, keberadaan SPPG 3T memiliki urgensi tersendiri karena dirancang untuk menjangkau sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil dengan jumlah penerima manfaat yang tidak sebanyak wilayah perkotaan.

Baca Juga :  Bersatu Melawan Covid-19, dan Saling Mengingatkan Pentingnya Prokes

“Kalau di daerah 3T itu berbeda. Bangunannya lebih kecil, tetapi fungsinya sama, yakni melayani sekolah-sekolah yang ada di wilayah terpencil,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kapasitas layanan SPPG di wilayah perkotaan umumnya mampu melayani hingga ribuan penerima manfaat dalam satu kawasan. Sementara di daerah 3T, cakupan pelayanan disesuaikan dengan kondisi geografis dan jumlah penduduk.

“Kalau di perkotaan bisa melayani lebih dari dua ribu penerima. Kalau 3T mungkin hanya satu desa, dua desa, atau tiga desa terdekat yang jumlahnya tidak sampai seribu orang,” jelasnya.

Electronic money exchangers listing

Sugiyarto menilai model pelayanan tersebut penting diterapkan mengingat jarak antarpermukiman di sejumlah wilayah pedalaman Kalteng cukup jauh. Jika distribusi makanan dipusatkan pada satu dapur dengan cakupan terlalu luas, dikhawatirkan kualitas makanan akan menurun saat sampai ke penerima manfaat.

Baca Juga :  Kafilah Kalteng Meriahkan MTQ Nasional XXX, Riska Agustin Soroti Peran Budaya

“Kalau di daerah terpencil untuk memenuhi seribu penerima manfaat itu sulit karena jaraknya jauh-jauh. Nanti kalau dipaksakan, makanan sampai ke lokasi bisa sudah tidak layak dan berisiko menimbulkan masalah,” ungkapnya.

Karena itu, dia berharap pembangunan SPPG 3T dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan sehingga pelayanan pemenuhan gizi bagi pelajar di wilayah terpencil dapat berjalan lebih efektif dan aman.

Selain memperluas jangkauan Program MBG, keberadaan SPPG 3T juga diharapkan mampu memastikan distribusi makanan bergizi berlangsung tepat waktu serta tetap memenuhi standar keamanan pangan bagi para penerima manfaat. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendukung percepatan realisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) khusus wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) guna memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah terpencil.

Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto mengatakan, jika pembangunan SPPG 3T memang menjadi prioritas Badan Gizi Nasional (BGN), maka pelaksanaannya perlu segera direalisasikan agar manfaat program dapat dirasakan masyarakat yang berada di wilayah dengan akses terbatas.

“Kalau memang 3T yang diprioritaskan oleh BGN, tentu kita dorong supaya segera dilakukan realisasi,” katanya, Jumat (18/9/2026).

Electronic money exchangers listing

Menurut Sugiyarto, keberadaan SPPG 3T memiliki urgensi tersendiri karena dirancang untuk menjangkau sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil dengan jumlah penerima manfaat yang tidak sebanyak wilayah perkotaan.

Baca Juga :  Bersatu Melawan Covid-19, dan Saling Mengingatkan Pentingnya Prokes

“Kalau di daerah 3T itu berbeda. Bangunannya lebih kecil, tetapi fungsinya sama, yakni melayani sekolah-sekolah yang ada di wilayah terpencil,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kapasitas layanan SPPG di wilayah perkotaan umumnya mampu melayani hingga ribuan penerima manfaat dalam satu kawasan. Sementara di daerah 3T, cakupan pelayanan disesuaikan dengan kondisi geografis dan jumlah penduduk.

“Kalau di perkotaan bisa melayani lebih dari dua ribu penerima. Kalau 3T mungkin hanya satu desa, dua desa, atau tiga desa terdekat yang jumlahnya tidak sampai seribu orang,” jelasnya.

Sugiyarto menilai model pelayanan tersebut penting diterapkan mengingat jarak antarpermukiman di sejumlah wilayah pedalaman Kalteng cukup jauh. Jika distribusi makanan dipusatkan pada satu dapur dengan cakupan terlalu luas, dikhawatirkan kualitas makanan akan menurun saat sampai ke penerima manfaat.

Baca Juga :  Kafilah Kalteng Meriahkan MTQ Nasional XXX, Riska Agustin Soroti Peran Budaya

“Kalau di daerah terpencil untuk memenuhi seribu penerima manfaat itu sulit karena jaraknya jauh-jauh. Nanti kalau dipaksakan, makanan sampai ke lokasi bisa sudah tidak layak dan berisiko menimbulkan masalah,” ungkapnya.

Karena itu, dia berharap pembangunan SPPG 3T dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan sehingga pelayanan pemenuhan gizi bagi pelajar di wilayah terpencil dapat berjalan lebih efektif dan aman.

Selain memperluas jangkauan Program MBG, keberadaan SPPG 3T juga diharapkan mampu memastikan distribusi makanan bergizi berlangsung tepat waktu serta tetap memenuhi standar keamanan pangan bagi para penerima manfaat. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru