PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya tidak hanya membutuhkan kesiapan personel dan armada pemadam. Ketersediaan dan kelancaran pengisian bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi faktor penting supaya kendaraan operasional dapat bergerak cepat menuju lokasi kebakaran.
Ketua DPRD Kota Palangka Raya Subandi, meminta Pertamina dan pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memberikan jalur prioritas untuk kendaraan operasional pemadam yang tengah bertugas menangani karhutla.
Menurutnya, kebutuhan BBM armada pemadam berbeda dengan kendaraan masyarakat pada umumnya karena memiliki mobilitas tinggi dan harus siap bergerak sewaktu-waktu saat terjadi kebakaran.
“Khusus untuk armada pemadam kebakaran yang sedang bertugas menangani karhutla, saya minta Pertamina dan pengelola SPBU bisa memberikan prioritas saat pengisian BBM. Ini sangat menyangkut kecepatan waktu kita dalam menjinakkan api di lapangan,” ujar Subandi pada Selasa (15/9/2026).
Ia berharap armada yang sudah disiagakan tidak kehilangan waktu hanya karena harus mengantre di SPBU. Kondisi inj dinilai dapat menghambat petugas yang harus berpindah dari satu titik kebakaran ke titik lainnya.
Mengingat, operasi pemadaman karhutla membutuhkan mobilitas tinggi. Armada harus melintasi medan yang sulit dan membawa tangki air dan berbagai peralatan pemadaman.
“Jangan sampai petugas sudah siap tempur di lapangan, tetapi malah terkendala urusan BBM. Penanganan karhutla itu berpacu dengan waktu, sehingga dukungan logistik untuk armada pemadam harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Subandi mendorong penguatan koordinasi antara Pertamina, pengelola SPBU, dan pemerintah daerah selama masa tanggap darurat karhutla.
Dikatakannya, bahwa prosedur pengisian BBM tetap harus dijalankan, tetapi mekanismenya perlu diatur agar tidak menghambat operasional armada pemadam. Selain akses prioritas, ia juga meminta ketersediaan kuota BBM untuk kendaraan operasional dipastikan aman sepanjang penanganan karhutla.
Jaminan pasokan tersebut diperlukan agar armada dapat terus bergerak ketika petugas harus melakukan pemadaman berulang di sejumlah lokasi yang sulit dijangkau.
“Kalau BBM selalu tersedia dan proses pengisiannya difasilitasi dengan cepat, armada bisa langsung meluncur seketika. Jangan sampai masalah bahan bakar malah menjadi biang hambatan operasional dalam memadamkan api,” tandasnya. (jef)


