Pulihkan PLTMH Seruyan: DPRD Kalteng Desak Pemprov Turun Tangan, Masuk Prioritas APBD 2027

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) didorong untuk segera melakukan intervensi guna menghidupkan kembali Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Kecamatan Suling Tambun, Kabupaten Seruyan.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Sudarsono, Mengatakan, langkah konkret ini akan diperjuangkan untuk masuk ke dalam usulan pembahasan anggaran murni tahun depan.

“Mudah-mudahan ada kesempatan di pembahasan murni 2027 ini, saya akan coba juga bicarakan dengan ESDM Provinsi agar bisa intervensi juga,” ujar Sudarsono dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Langkah proaktif ini diambil karena keprihatinannya melihat infrastruktur vital tersebut kini terbengkalai. Mantan Bupati Seruyan tersebut mengungkapkan, proyek kelistrikan yang didanai penuh oleh pemerintah pusat melalui APBN itu sebenarnya memiliki rekam jejak operasional yang sangat baik di masa jabatannya.

Baca Juga :  Perempuan Miliki Peran Penting Gerakan Perekonomian

“Secara pribadi saya menyayangkan. Sebenarnya listrik itu dulu kita bangun zaman saya masih (Bupati) di sana. Jadi itu dari APBN sebenarnya. Dan sempat beroperasi sekitar empat tahun mungkin, empat atau lima tahun karena saya masih ada di sana,” kata Sudarsono.

Ia menyoroti absennya peran pemerintah daerah dalam merawat fasilitas kelistrikan tersebut.  Mengingat kapasitas fiskal desa yang sangat minim, ia menilai beban pemeliharaan PLTMH tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah desa setempat.

“Ini aset sayang sekali. Itu sumber tenaga air yang harusnya bukan hanya sekadar memelihara, tapi mungkin kita terus mencari di mana ada potensi, mesti harus intervensi,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Pemulihan PLTMH Suling Tambun dipandang sebagai solusi paling rasional dan mendesak. Mengingat medannya yang sangat terpencil, penarikan jaringan kabel dari PLN dinilai masih menghadapi hambatan geografis yang berat.

Baca Juga :  Karhutla Berulang, DPRD Kalteng Minta Pelaku Pembakaran Lahan Diproses Hukum

Hingga saat ini, pasokan listrik PLN di wilayah sekitar baru menembus kawasan Tumbang Manjul dan itu pun masih ditopang oleh mesin diesel, sembari menunggu rampungnya penyambungan jalur dari Rantau Pulut.

“Suling Tambun ini kan karena jarak jauh sekali, ada sumber air, mestinya ini harusnya terpelihara,” tegasnya.

Lebih jauh, Sudarsono menegaskan bahwa Kabupaten Seruyan sejatinya dikaruniai potensi sumber daya energi air yang melimpah.

Wilayah-wilayah seperti Pangkoh, Seruyan Hulu, Tumbang Langkai, dan kawasan Pegunungan Mojang Baru memiliki karakteristik alam yang sangat ideal untuk pengembangan kemandirian energi berbasis mikrohidro.

“Ada sumber air yang tidak pernah terputus, tidak pernah habis dari pegunungan. Ini kan perlu sebenarnya,” pungkasnya. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) didorong untuk segera melakukan intervensi guna menghidupkan kembali Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Kecamatan Suling Tambun, Kabupaten Seruyan.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Sudarsono, Mengatakan, langkah konkret ini akan diperjuangkan untuk masuk ke dalam usulan pembahasan anggaran murni tahun depan.

“Mudah-mudahan ada kesempatan di pembahasan murni 2027 ini, saya akan coba juga bicarakan dengan ESDM Provinsi agar bisa intervensi juga,” ujar Sudarsono dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Electronic money exchangers listing

Langkah proaktif ini diambil karena keprihatinannya melihat infrastruktur vital tersebut kini terbengkalai. Mantan Bupati Seruyan tersebut mengungkapkan, proyek kelistrikan yang didanai penuh oleh pemerintah pusat melalui APBN itu sebenarnya memiliki rekam jejak operasional yang sangat baik di masa jabatannya.

Baca Juga :  Perempuan Miliki Peran Penting Gerakan Perekonomian

“Secara pribadi saya menyayangkan. Sebenarnya listrik itu dulu kita bangun zaman saya masih (Bupati) di sana. Jadi itu dari APBN sebenarnya. Dan sempat beroperasi sekitar empat tahun mungkin, empat atau lima tahun karena saya masih ada di sana,” kata Sudarsono.

Ia menyoroti absennya peran pemerintah daerah dalam merawat fasilitas kelistrikan tersebut.  Mengingat kapasitas fiskal desa yang sangat minim, ia menilai beban pemeliharaan PLTMH tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah desa setempat.

“Ini aset sayang sekali. Itu sumber tenaga air yang harusnya bukan hanya sekadar memelihara, tapi mungkin kita terus mencari di mana ada potensi, mesti harus intervensi,” ujarnya.

Pemulihan PLTMH Suling Tambun dipandang sebagai solusi paling rasional dan mendesak. Mengingat medannya yang sangat terpencil, penarikan jaringan kabel dari PLN dinilai masih menghadapi hambatan geografis yang berat.

Baca Juga :  Karhutla Berulang, DPRD Kalteng Minta Pelaku Pembakaran Lahan Diproses Hukum

Hingga saat ini, pasokan listrik PLN di wilayah sekitar baru menembus kawasan Tumbang Manjul dan itu pun masih ditopang oleh mesin diesel, sembari menunggu rampungnya penyambungan jalur dari Rantau Pulut.

“Suling Tambun ini kan karena jarak jauh sekali, ada sumber air, mestinya ini harusnya terpelihara,” tegasnya.

Lebih jauh, Sudarsono menegaskan bahwa Kabupaten Seruyan sejatinya dikaruniai potensi sumber daya energi air yang melimpah.

Wilayah-wilayah seperti Pangkoh, Seruyan Hulu, Tumbang Langkai, dan kawasan Pegunungan Mojang Baru memiliki karakteristik alam yang sangat ideal untuk pengembangan kemandirian energi berbasis mikrohidro.

“Ada sumber air yang tidak pernah terputus, tidak pernah habis dari pegunungan. Ini kan perlu sebenarnya,” pungkasnya. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru