DPRD Palangka Raya Dorong Perkuat Mitigasi Karhutla

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya terus menjadi sorotan serius. Di tengah cuaca ekstrem yang memicu kerawanan, langkah mitigasi dini dinilai jauh lebih krusial daripada sekadar sibuk bergerak setelah api telanjur membesar.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Subandi, mendesak agar upaya pencegahan Karhutla diperkuat, khususnya di kawasan-kawasan yang terpetakan sebagai zona merah. Kesiapsiagaan, pengawasan ketat, dan koordinasi lintas sektor wajib berjalan berkesinambungan agar potensi kebakaran dapat dideteksi dan dipadamkan sejak dini.

“Orientasi kita tidak boleh hanya sekadar memadamkan api setelah kejadian. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun sistem pencegahan. Pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat harus bersinergi meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi,” ujar Subandi, Rabu (2/9).

Baca Juga :  Orang Tua Diimbau Awasi Anak Main Game Online, Ini Alasannya

Politikus ini menegaskan, pemantauan rutin terhadap kondisi kawasan rawan mutlak ditingkatkan. Ia tidak ingin jajaran terkait kebobolan karena lemahnya deteksi dini di lapangan.

“Jangan sampai kita baru sibuk bergerak setelah kebakaran telanjur membesar dan merembet. Kesiapsiagaan dan respons cepat harus terus dilatih, sehingga begitu ada potensi titik api sekecil apa pun, bisa langsung dieksekusi,” tegasnya.

Selain menitikberatkan pada kesiapan aparat, Subandi juga mengingatkan warga agar tidak abai terhadap lingkungan sekitarnya. Masyarakat didorong untuk aktif mengawasi dan berani melaporkan ke petugas jika menemukan aktivitas yang berpotensi memicu api.

Kesadaran kolektif untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar menjadi kunci utama pencegahan Karhutla. Menurutnya, langkah sederhana berupa kedisiplinan di tingkat akar rumput akan memberikan dampak luar biasa jika dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Kebakaran Mendawai, DPRD Apresiasi Respons Cepat Pemko Palangka Raya

“Karhutla tidak hanya mengancam ekosistem hutan. Ketika api meluas, dampaknya langsung memukul masyarakat melalui penurunan kualitas udara, memicu penyakit pernapasan, hingga melumpuhkan aktivitas ekonomi harian,” tutur Subandi.

Di akhir keterangannya, ia menekankan, indikator keberhasilan penanganan bencana ini tidak semata diukur dari seberapa cepat armada memadamkan api, melainkan seberapa tangguh semua pihak mencegah munculnya titik api sejak awal.

“Pencegahan adalah kerja komunal. Melalui sinergi yang solid, potensi kebakaran dapat ditekan drastis dan kerugian di tengah masyarakat bisa kita minimalkan,” pungkasnya. (zia/kpg)

PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Palangka Raya terus menjadi sorotan serius. Di tengah cuaca ekstrem yang memicu kerawanan, langkah mitigasi dini dinilai jauh lebih krusial daripada sekadar sibuk bergerak setelah api telanjur membesar.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Subandi, mendesak agar upaya pencegahan Karhutla diperkuat, khususnya di kawasan-kawasan yang terpetakan sebagai zona merah. Kesiapsiagaan, pengawasan ketat, dan koordinasi lintas sektor wajib berjalan berkesinambungan agar potensi kebakaran dapat dideteksi dan dipadamkan sejak dini.

“Orientasi kita tidak boleh hanya sekadar memadamkan api setelah kejadian. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun sistem pencegahan. Pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat harus bersinergi meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi,” ujar Subandi, Rabu (2/9).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Orang Tua Diimbau Awasi Anak Main Game Online, Ini Alasannya

Politikus ini menegaskan, pemantauan rutin terhadap kondisi kawasan rawan mutlak ditingkatkan. Ia tidak ingin jajaran terkait kebobolan karena lemahnya deteksi dini di lapangan.

“Jangan sampai kita baru sibuk bergerak setelah kebakaran telanjur membesar dan merembet. Kesiapsiagaan dan respons cepat harus terus dilatih, sehingga begitu ada potensi titik api sekecil apa pun, bisa langsung dieksekusi,” tegasnya.

Selain menitikberatkan pada kesiapan aparat, Subandi juga mengingatkan warga agar tidak abai terhadap lingkungan sekitarnya. Masyarakat didorong untuk aktif mengawasi dan berani melaporkan ke petugas jika menemukan aktivitas yang berpotensi memicu api.

Kesadaran kolektif untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar menjadi kunci utama pencegahan Karhutla. Menurutnya, langkah sederhana berupa kedisiplinan di tingkat akar rumput akan memberikan dampak luar biasa jika dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga.

Baca Juga :  Kebakaran Mendawai, DPRD Apresiasi Respons Cepat Pemko Palangka Raya

“Karhutla tidak hanya mengancam ekosistem hutan. Ketika api meluas, dampaknya langsung memukul masyarakat melalui penurunan kualitas udara, memicu penyakit pernapasan, hingga melumpuhkan aktivitas ekonomi harian,” tutur Subandi.

Di akhir keterangannya, ia menekankan, indikator keberhasilan penanganan bencana ini tidak semata diukur dari seberapa cepat armada memadamkan api, melainkan seberapa tangguh semua pihak mencegah munculnya titik api sejak awal.

“Pencegahan adalah kerja komunal. Melalui sinergi yang solid, potensi kebakaran dapat ditekan drastis dan kerugian di tengah masyarakat bisa kita minimalkan,” pungkasnya. (zia/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru