Korban Kebakaran Mendawai Dapat Bantuan, Pemko Siapkan Bedah Rumah

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya mulai memberikan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Jalan Mendawai I yang menghanguskan tiga rumah dan satu barak. Selain menyalurkan sembako dan tali asih, Pemko Palangka Raya menyiapkan kemudahan pengurusan dokumen yang terbakar hingga bantuan rumah melalui program bedah rumah.

‎Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan bantuan awal diberikan untuk memenuhi kebutuhan warga sekaligus menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

‎“Hari ini bantuan yang kami berikan berupa sembako dan tali asih. Yang paling penting saat ini korban sehat terlebih dahulu dan mudah mendapatkan pelayanan,” kata Fairid saat menjenguk korban kebakaran Mendawai, Kamis malam (13/8/2026).

‎Perhatian pemerintah tidak hanya menyasar kebutuhan darurat. Sejumlah dokumen penting milik korban yang hilang akibat kebakaran juga akan dibantu pengurusannya melalui sistem satu pintu di tingkat kelurahan.

‎“Banyak yang kehilangan dokumen penting, ada ijazah, BPKB, sertifikat tanah dan sebagainya. Kami memastikan secara administrasi semaksimal mungkin mereka kami layani hanya di satu pintu melalui kelurahan,” ujarnya.

‎Dengan mekanisme tersebut, korban cukup mendatangi kantor kelurahan untuk mengurus dokumen yang hilang. Selanjutnya, pihak kelurahan akan berkoordinasi dengan dinas maupun instansi terkait.

‎“Supaya lebih mudah, pengurusan cukup di kelurahan. Nanti pihak kelurahan yang berkoordinasi dengan dinas ataupun instansi terkait,” tambahnya.

‎Untuk pemulihan tempat tinggal, Pemko Palangka Raya juga membuka kemungkinan memberikan bantuan melalui program bedah rumah. Namun, langkah tersebut masih menunggu proses pendataan, verifikasi, kelengkapan administrasi, serta penyesuaian dengan regulasi yang berlaku.

‎“Di Pemerintah Kota ada program bedah rumah. Nanti bisa dilakukan secara bertahap atau bahkan membangun dari awal. Namun kami lihat dulu sesuai regulasinya karena saat ini proses kelengkapan administrasi dan prosedurnya masih berjalan,” jelas Fairid.

‎Sementara bagi penghuni barak yang ikut terdampak, pemerintah akan melakukan pendataan terlebih dahulu. Pemko selanjutnya berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menentukan bentuk bantuan yang dapat diberikan.

‎“Kita lihat dulu kondisinya. Nanti akan kami koordinasikan dengan dinas-dinas terkait,” lanjutnya.

‎Pemko Palangka Raya juga masih memantau kondisi korban yang menjalani perawatan medis. Koordinasi telah dilakukan bersama Dinas Kesehatan dan RSUD dr. Doris Sylvanus untuk memastikan korban memperoleh penanganan yang diperlukan.

‎“Untuk sementara ibu dari salah satu korban masih ditangani di RSUD Doris karena mengalami luka bakar pada tangan kanan dan memerlukan penanganan lebih lanjut. Kita doakan bersama agar segera pulih,” pungkasnya. (adr)

Baca Juga :  Apresiasi Instansi Berprestasi, Jadi Motivasi Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Publik

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya mulai memberikan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Jalan Mendawai I yang menghanguskan tiga rumah dan satu barak. Selain menyalurkan sembako dan tali asih, Pemko Palangka Raya menyiapkan kemudahan pengurusan dokumen yang terbakar hingga bantuan rumah melalui program bedah rumah.

‎Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan bantuan awal diberikan untuk memenuhi kebutuhan warga sekaligus menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

‎“Hari ini bantuan yang kami berikan berupa sembako dan tali asih. Yang paling penting saat ini korban sehat terlebih dahulu dan mudah mendapatkan pelayanan,” kata Fairid saat menjenguk korban kebakaran Mendawai, Kamis malam (13/8/2026).

‎Perhatian pemerintah tidak hanya menyasar kebutuhan darurat. Sejumlah dokumen penting milik korban yang hilang akibat kebakaran juga akan dibantu pengurusannya melalui sistem satu pintu di tingkat kelurahan.

‎“Banyak yang kehilangan dokumen penting, ada ijazah, BPKB, sertifikat tanah dan sebagainya. Kami memastikan secara administrasi semaksimal mungkin mereka kami layani hanya di satu pintu melalui kelurahan,” ujarnya.

‎Dengan mekanisme tersebut, korban cukup mendatangi kantor kelurahan untuk mengurus dokumen yang hilang. Selanjutnya, pihak kelurahan akan berkoordinasi dengan dinas maupun instansi terkait.

‎“Supaya lebih mudah, pengurusan cukup di kelurahan. Nanti pihak kelurahan yang berkoordinasi dengan dinas ataupun instansi terkait,” tambahnya.

‎Untuk pemulihan tempat tinggal, Pemko Palangka Raya juga membuka kemungkinan memberikan bantuan melalui program bedah rumah. Namun, langkah tersebut masih menunggu proses pendataan, verifikasi, kelengkapan administrasi, serta penyesuaian dengan regulasi yang berlaku.

‎“Di Pemerintah Kota ada program bedah rumah. Nanti bisa dilakukan secara bertahap atau bahkan membangun dari awal. Namun kami lihat dulu sesuai regulasinya karena saat ini proses kelengkapan administrasi dan prosedurnya masih berjalan,” jelas Fairid.

‎Sementara bagi penghuni barak yang ikut terdampak, pemerintah akan melakukan pendataan terlebih dahulu. Pemko selanjutnya berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menentukan bentuk bantuan yang dapat diberikan.

‎“Kita lihat dulu kondisinya. Nanti akan kami koordinasikan dengan dinas-dinas terkait,” lanjutnya.

‎Pemko Palangka Raya juga masih memantau kondisi korban yang menjalani perawatan medis. Koordinasi telah dilakukan bersama Dinas Kesehatan dan RSUD dr. Doris Sylvanus untuk memastikan korban memperoleh penanganan yang diperlukan.

‎“Untuk sementara ibu dari salah satu korban masih ditangani di RSUD Doris karena mengalami luka bakar pada tangan kanan dan memerlukan penanganan lebih lanjut. Kita doakan bersama agar segera pulih,” pungkasnya. (adr)

Baca Juga :  Apresiasi Instansi Berprestasi, Jadi Motivasi Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Publik

Terpopuler

Artikel Terbaru