PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Komisi III DPRD Kota Palangka Raya mengusulkan SDN 4 Palangka segera dimerger atau digabung dengan SDN 2 Palangka Raya. Usulan tersebut muncul setelah DPRD menilai kondisi lingkungan SDN 4 Palangka sudah tidak lagi layak mendukung kegiatan belajar mengajar karena berada di kawasan padat dan berdekatan dengan Jalan Kinibalu.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, mengatakan penggabungan sekolah dinilai menjadi solusi yang lebih tepat dibandingkan hanya melakukan revitalisasi bangunan. Menurutnya, persoalan SDN 4 Palangka tidak hanya terletak pada kondisi fisik gedung, tetapi juga lingkungan sekolah yang sudah tidak mendukung proses pembelajaran.
“Kami mendesak merger dengan SD terdekat, misalnya SDN 2 Palangka Raya di Jalan Rinjani. Kenapa? Karena kondisi lingkungan sudah tidak memungkinkan. Jalan juga sudah tidak memungkinkan, kecuali direhabilitasi total,” ujarnya kepada Prokalteng.co, Rabu (5/8/2026).
Arif menilai revitalisasi bangunan tidak akan menyelesaikan persoalan yang selama ini dihadapi sekolah apabila kondisi lingkungan tetap tidak berubah.
“Kalau revitalisasi saja, itu tidak memperbaiki lingkungan sekolah dan fasilitas lainnya,” katanya.
Dia menjelaskan, hingga kini pelaksanaan upacara di SDN 4 Palangka masih memanfaatkan badan jalan umum sebagai lapangan. Selain itu, keberadaan permukiman warga yang berada tepat di depan sekolah membuat lingkungan belajar dinilai tidak lagi ideal.
“Lapangan upacara masih menggunakan jalan umum dan di depan sekolah ada permukiman masyarakat. Jadi sebenarnya memang tidak layak,” tegasnya.
Karena itu, Arif menilai SDN 4 Palangka sudah saatnya digabung dengan SDN 2 Palangka Raya yang lokasinya berdekatan dan memiliki lingkungan yang lebih representatif untuk mendukung proses belajar mengajar. (jef)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Komisi III DPRD Kota Palangka Raya mengusulkan SDN 4 Palangka segera dimerger atau digabung dengan SDN 2 Palangka Raya. Usulan tersebut muncul setelah DPRD menilai kondisi lingkungan SDN 4 Palangka sudah tidak lagi layak mendukung kegiatan belajar mengajar karena berada di kawasan padat dan berdekatan dengan Jalan Kinibalu.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, mengatakan penggabungan sekolah dinilai menjadi solusi yang lebih tepat dibandingkan hanya melakukan revitalisasi bangunan. Menurutnya, persoalan SDN 4 Palangka tidak hanya terletak pada kondisi fisik gedung, tetapi juga lingkungan sekolah yang sudah tidak mendukung proses pembelajaran.
“Kami mendesak merger dengan SD terdekat, misalnya SDN 2 Palangka Raya di Jalan Rinjani. Kenapa? Karena kondisi lingkungan sudah tidak memungkinkan. Jalan juga sudah tidak memungkinkan, kecuali direhabilitasi total,” ujarnya kepada Prokalteng.co, Rabu (5/8/2026).
Arif menilai revitalisasi bangunan tidak akan menyelesaikan persoalan yang selama ini dihadapi sekolah apabila kondisi lingkungan tetap tidak berubah.
“Kalau revitalisasi saja, itu tidak memperbaiki lingkungan sekolah dan fasilitas lainnya,” katanya.
Dia menjelaskan, hingga kini pelaksanaan upacara di SDN 4 Palangka masih memanfaatkan badan jalan umum sebagai lapangan. Selain itu, keberadaan permukiman warga yang berada tepat di depan sekolah membuat lingkungan belajar dinilai tidak lagi ideal.
“Lapangan upacara masih menggunakan jalan umum dan di depan sekolah ada permukiman masyarakat. Jadi sebenarnya memang tidak layak,” tegasnya.
Karena itu, Arif menilai SDN 4 Palangka sudah saatnya digabung dengan SDN 2 Palangka Raya yang lokasinya berdekatan dan memiliki lingkungan yang lebih representatif untuk mendukung proses belajar mengajar. (jef)