BMKG Ingatkan Warga Kalteng Waspadai Potensi Karhutla pada 3–9 Agustus

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya mengingatkan masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng)  untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode 3–9 Agustus 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Muhamad Ihsan Sidiq, mengatakan berdasarkan prakiraan cuaca mingguan, kondisi cuaca di Kalteng secara umum didominasi cerah berawan hingga berawan, dengan suhu udara berkisar 23–34 derajat Celsius dan kelembapan 55–95 persen. Kondisi tersebut dinilai dapat mendukung meningkatnya risiko karhutla di sejumlah wilayah.

“Iya, kami mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apa pun,” kata Muhamad Ihsan Sidiq, Senin (3/8/2026).

Baca Juga :  Zulkifli Hasan Akhiri Kunjungan di Kalteng, Gubernur Agustiar Sabran Beri Penghormatan

Selain itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penurunan kualitas udara akibat polusi yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan. Warga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

“Ketika berada di luar ruangan, masyarakat dianjurkan menggunakan penutup wajah atau masker guna meminimalkan dampak paparan asap,” ujarnya.

Dalam prakiraan cuaca tersebut, BMKG mencatat tidak terdapat wilayah di Kalteng yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir maupun angin kencang pada periode 3–5 Agustus maupun 6–9 Agustus 2026.

Meski demikian, BMKG tetap mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai kemungkinan hujan lokal berdurasi singkat yang dapat disertai petir, angin kencang, hingga puting beliung di sejumlah wilayah. Selain itu, masyarakat juga diminta mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Soal Aksi Boikot Produk Terafiliasi Israel, MUI Kalteng: Mari Gunakan Produk dalam Negeri

BMKG menambahkan, bagi instansi maupun pihak yang membutuhkan informasi cuaca untuk mendukung kegiatan operasional, disarankan terus memperbarui informasi melalui Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya mengingat prakiraan cuaca dapat berubah sesuai perkembangan kondisi atmosfer. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya mengingatkan masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng)  untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode 3–9 Agustus 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Muhamad Ihsan Sidiq, mengatakan berdasarkan prakiraan cuaca mingguan, kondisi cuaca di Kalteng secara umum didominasi cerah berawan hingga berawan, dengan suhu udara berkisar 23–34 derajat Celsius dan kelembapan 55–95 persen. Kondisi tersebut dinilai dapat mendukung meningkatnya risiko karhutla di sejumlah wilayah.

“Iya, kami mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Tengah. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan untuk tujuan apa pun,” kata Muhamad Ihsan Sidiq, Senin (3/8/2026).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Zulkifli Hasan Akhiri Kunjungan di Kalteng, Gubernur Agustiar Sabran Beri Penghormatan

Selain itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penurunan kualitas udara akibat polusi yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan. Warga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.

“Ketika berada di luar ruangan, masyarakat dianjurkan menggunakan penutup wajah atau masker guna meminimalkan dampak paparan asap,” ujarnya.

Dalam prakiraan cuaca tersebut, BMKG mencatat tidak terdapat wilayah di Kalteng yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir maupun angin kencang pada periode 3–5 Agustus maupun 6–9 Agustus 2026.

Meski demikian, BMKG tetap mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai kemungkinan hujan lokal berdurasi singkat yang dapat disertai petir, angin kencang, hingga puting beliung di sejumlah wilayah. Selain itu, masyarakat juga diminta mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Baca Juga :  Soal Aksi Boikot Produk Terafiliasi Israel, MUI Kalteng: Mari Gunakan Produk dalam Negeri

BMKG menambahkan, bagi instansi maupun pihak yang membutuhkan informasi cuaca untuk mendukung kegiatan operasional, disarankan terus memperbarui informasi melalui Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya mengingat prakiraan cuaca dapat berubah sesuai perkembangan kondisi atmosfer. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru