BMKG mengimbau masyarakat Kalimantan Tengah mewaspadai potensi karhutla pada 3–9 Agustus 2026 serta tidak melakukan pembakaran lahan di tengah cuaca yang cenderung kering.
BMKG menyebut intensitas hujan di Kalteng mulai menurun, namun masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut memprakirakan pola hujan di wilayah Kalimantan Tengah akan cenderung terjadi pada siang
BMKG mengingatkan masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, petir, dan angin kencang yang dapat terjadi di sejumlah wilayah Kalteng dalam sepekan ke depan.
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada jam-jam rawan aktivitas luar ruangan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya. Mengeluarkan prakiraan cuaca mingguan untuk wilayah Kalimantan Tengah periode 12 hingga 18
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut merilis prakiraan cuaca mingguan untuk wilayah Kalimantan Tengah, berlaku 27 Agustus hingga 2 September 2025.
Prakirawan BMKG Kota Palangkaraya, Muhammad Ihsan Sidiq menyampaikan, kondisi cuaca di Kalimantan Tengah (Kalteng) umumnya berawan, dan berpotensi hujan intensitas ringan hingga sedang di beberapa wilayah di Kalteng.
BMKG Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di daerah setempat. Terutama hujan disertai angin kencang dan petir/kilat
Sejumlah rumah warga di Kabupaten Barito Selatan mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang yang terjadi di wilayah setempat, Selasa (22/2/2022).
BMKG Palangka Raya memprakirakan, selama beberapa hari kedepan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, akan terjadi di seluruh wilayah Kalimantan Tengah