Kisah Unik Trofi Piala Dunia, Drama Pencurian Jules Rimet hingga Trofi Modern yang Diangkat Timnas Spanyol

Timnas Spanyol resmi dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 dalam partai final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7).

Kemenangan itu memastikan La Roja meraih gelar dunia kedua mereka, sekaligus melanjutkan dominasi setelah sukses di ajang Piala Eropa.

Timnas Spanyol berhak mengangkan trofi Piala Dunia meski tidak diperkenankan membawa pulang trofi asli. Sepanjang sejarah, terdapat dua versi trofi yang pernah digunakan.

Trofi pertama adalah Jules Rimet Trophy yang dirancang pematung Prancis Abel Lafleur. Trofi itu memiliki tinggi sekitar 30 sentimeter dan terinspirasi dari patung Yunani kuno Winged Victory of Samothrace.

Dilansir dari The Athletic, nama Jules Rimet diambil dari Presiden FIFA ketiga yang berjasa besar dalam penyelenggaraan Piala Dunia. Trofi Jules Rimet satu-satunya itu memiliki sejarah panjang dan dramatis.

Baca Juga :  Kapten Inggris, Harry Kane Percaya Angkat Trofi di Piala Dunia 2026

Saat Perang Dunia II, trofi Jules Rimet sempat disembunyikan pejabat sepak bola Italia Ottorino Barassi di dalam kotak sepatu di bawah tempat tidurnya untuk menghindari penyitaan Nazi.

Pada 1966, trofi itu sempat dicuri di London sebelum akhirnya ditemukan oleh seekor anjing bernama Pickles. Setelah Brasil menjadi negara pertama yang memenangkan Piala Dunia tiga kali pada 1970, mereka berhak menyimpan trofi Jules Rimet secara permanen.

Electronic money exchangers listing

Namun, nasib tragis terjadi pada 1983 ketika trofi asli Jules Rimet dicuri di Brasil dan hingga saat ini tidak pernah ditemukan. Pihak kepolisian Brasil pun menduga trofi tersebut telah dilebur.

FIFA kemudian mengadakan sayembara untuk membuat trofi baru. Pemenangnya desainer Italia Silvio Gazzaniga yang menciptakan trofi Piala Dunia modern.

Baca Juga :  Deretan Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026 Bikin Kaget, Ini Daftarnya

Trofi itu menampilkan dua figur manusia yang menopang bola dunia, melambangkan semangat global sepak bola. Trofi yang digunakan saat ini terbuat dari emas murni 18 karat, memiliki tinggi 36 sentimeter dan berat 6,142 kilogram. Trofi itu pertama kali diberikan pada Piala Dunia 1974 kepada Jerman Barat.

Berbeda dengan trofi lama, pemenang Piala Dunia saat ini tidak lagi membawa pulang trofi asli. Sejak 2006, tim juara hanya menerima replika berlapis emas, sedangkan trofi asli disimpan di markas FIFA di Zurich, Swiss.

Pada final 2026, trofi diserahkan langsung Presiden FIFA bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada kapten tim pemenang.(jpc)

Timnas Spanyol resmi dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 dalam partai final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7).

Kemenangan itu memastikan La Roja meraih gelar dunia kedua mereka, sekaligus melanjutkan dominasi setelah sukses di ajang Piala Eropa.

Timnas Spanyol berhak mengangkan trofi Piala Dunia meski tidak diperkenankan membawa pulang trofi asli. Sepanjang sejarah, terdapat dua versi trofi yang pernah digunakan.

Electronic money exchangers listing

Trofi pertama adalah Jules Rimet Trophy yang dirancang pematung Prancis Abel Lafleur. Trofi itu memiliki tinggi sekitar 30 sentimeter dan terinspirasi dari patung Yunani kuno Winged Victory of Samothrace.

Dilansir dari The Athletic, nama Jules Rimet diambil dari Presiden FIFA ketiga yang berjasa besar dalam penyelenggaraan Piala Dunia. Trofi Jules Rimet satu-satunya itu memiliki sejarah panjang dan dramatis.

Baca Juga :  Kapten Inggris, Harry Kane Percaya Angkat Trofi di Piala Dunia 2026

Saat Perang Dunia II, trofi Jules Rimet sempat disembunyikan pejabat sepak bola Italia Ottorino Barassi di dalam kotak sepatu di bawah tempat tidurnya untuk menghindari penyitaan Nazi.

Pada 1966, trofi itu sempat dicuri di London sebelum akhirnya ditemukan oleh seekor anjing bernama Pickles. Setelah Brasil menjadi negara pertama yang memenangkan Piala Dunia tiga kali pada 1970, mereka berhak menyimpan trofi Jules Rimet secara permanen.

Namun, nasib tragis terjadi pada 1983 ketika trofi asli Jules Rimet dicuri di Brasil dan hingga saat ini tidak pernah ditemukan. Pihak kepolisian Brasil pun menduga trofi tersebut telah dilebur.

FIFA kemudian mengadakan sayembara untuk membuat trofi baru. Pemenangnya desainer Italia Silvio Gazzaniga yang menciptakan trofi Piala Dunia modern.

Baca Juga :  Deretan Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026 Bikin Kaget, Ini Daftarnya

Trofi itu menampilkan dua figur manusia yang menopang bola dunia, melambangkan semangat global sepak bola. Trofi yang digunakan saat ini terbuat dari emas murni 18 karat, memiliki tinggi 36 sentimeter dan berat 6,142 kilogram. Trofi itu pertama kali diberikan pada Piala Dunia 1974 kepada Jerman Barat.

Berbeda dengan trofi lama, pemenang Piala Dunia saat ini tidak lagi membawa pulang trofi asli. Sejak 2006, tim juara hanya menerima replika berlapis emas, sedangkan trofi asli disimpan di markas FIFA di Zurich, Swiss.

Pada final 2026, trofi diserahkan langsung Presiden FIFA bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada kapten tim pemenang.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru