PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Â Muhammad Reza Prabowo, menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalteng dan Pemerintah Kota Palangka Raya dalam mendorong kemajuan pembangunan, khususnya di sektor pendidikan.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya dan HUT ke-69 Kota Palangka Raya di halaman Kantor Wali Kota Palangka Raya, Jumat (17/7/2026).
‎Reza mengucapkan selamat atas bertambahnya usia Kota Palangka Raya dan berharap ibu kota Provinsi Kalteng tersebut terus berkembang menjadi kota yang semakin maju, modern, dan kolaboratif.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan akan semakin optimal apabila Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi terus berjalan seiring dalam mewujudkan berbagai program pembangunan.
‎”Hari ini Kota Palangka Raya berusia 61 tahun sebagai Pemerintah Kota dan 69 tahun sebagai Kota Palangka Raya. Kita berharap Kota Palangka Raya semakin maju, semakin keren, dan semakin kolaboratif. Apa yang menjadi harapan Bapak Wali Kota dapat terus terlaksana, dan sebagaimana arahan Bapak Gubernur, sinergi antara Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi harus terus diperkuat untuk membangun Kota Palangka Raya,” ujarnya.
‎‎Menanggapi sinergi di bidang pendidikan, Reza menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalteng terus mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam mewujudkan program wajib belajar 13 tahun.
Menurutnya, pembagian kewenangan antara pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah provinsi justru menjadi kekuatan untuk memastikan tidak ada lagi anak di Kalteng yang kehilangan akses terhadap pendidikan.
‎Ia menerangkan bahwa pendidikan PAUD, SD, dan SMP menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota, sedangkan jenjang SMA, SMK, dan SKH berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi.
Dengan koordinasi yang baik, seluruh jenjang pendidikan dapat saling melengkapi demi menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat.
‎”Yang kita siapkan adalah bagaimana cita-cita Bapak Presiden dan Bapak Gubernur benar-benar terwujud, yakni tidak ada lagi masyarakat Kalimantan Tengah yang tidak bisa sekolah. Program wajib belajar 13 tahun harus benar-benar bisa terlaksana dengan baik,” tegasnya.
‎Selain memperluas akses pendidikan, Disdik Kalteng juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.
Reza menyebutkan berbagai langkah yang dilakukan, mulai dari peningkatan kesejahteraan guru bersertifikasi maupun non-sertifikasi, percepatan sertifikasi guru melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga penyelenggaraan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik.
‎”Pelatihan terus kita laksanakan, baik secara daring maupun tatap muka. Tujuannya agar kapasitas guru terus meningkat sehingga kualitas pembelajaran di sekolah juga semakin baik,” imbuhnya. (tim)


