PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menggelar pelepasan peserta Pawai Takbir Keliling dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha di Pangkalan Bun. Kegiatan tersebut dilepas langsung oleh Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, dan diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Nurhidayah mengatakan pawai takbir merupakan salah satu bentuk syiar Islam yang telah menjadi tradisi masyarakat Kotawaringin Barat dalam menyambut Hari Raya Iduladha. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana menjaga tradisi, budaya, dan kearifan lokal di Bumi Marunting Batu Aji.
“Sebagai satu bentuk syiar Islam, kegiatan pawai seraya mengumandangkan takbir dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Raya Iduladha merupakan sebuah sarana bagi kita semua untuk mempertahankan tradisi, budaya, dan kearifan lokal di Bumi Marunting Batu Aji, daerah yang kita cintai ini,” ujar Nurhidayah.
Ia menambahkan, pelaksanaan pawai takbir juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam melestarikan dan menyemarakkan syiar Islam yang berkaitan dengan ibadah kurban. Melalui gema takbir yang dikumandangkan sepanjang perjalanan, masyarakat diajak meningkatkan rasa syukur dan keimanan kepada Allah SWT.
“Kegiatan pawai takbir ini tidak hanya bertujuan untuk merayakan Hari Raya Iduladha, melainkan sebagai ikhtiar kita bersama untuk melestarikan dan menyemarakkan syiar Islam yang berkaitan dengan ibadah kurban,” lanjutnya.
Bupati berharap kegiatan tersebut menjadi media mempererat tali silaturahmi antarwarga. Tidak hanya di kalangan umat Islam, tetapi juga memperkuat hubungan harmonis antarumat beragama di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Menurutnya, semangat kebersamaan dan toleransi yang tercermin dalam pawai takbir merupakan implementasi ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yakni Islam yang membawa kedamaian, keamanan, dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.
Peserta pawai tahun ini berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari siswa SD/MI, TPQ/TPA, Madin, SMP/MTS, SMA/SMK/MA, mahasiswa, santri pondok pesantren, organisasi masyarakat Islam, SOPD, jamaah masjid dan mushala, hingga kelompok pengajian di Pangkalan Bun.
Mereka mengikuti pawai dengan berjalan kaki maupun menggunakan mobil hias sambil mengumandangkan takbir sepanjang rute perjalanan. Suasana malam takbiran berlangsung semarak dengan berbagai dekorasi Islami yang menghiasi kendaraan peserta.
Selain menjadi sarana syiar Islam, pawai takbir keliling tersebut juga diperlombakan. Tim juri melakukan penilaian terhadap peserta dengan hadiah berupa piala, sertifikat, dan uang pembinaan dalam dua kategori, yakni SD/MI sederajat dan kategori umum. (tim)


