Data Inflasi dan PDRB Jadi Acuan Kebijakan, DPRD Gunung Mas Tekankan Perencanaan Berbasis Data

KUALA KURUN, PROKALTENG.CO – Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas, Neni Yuliani, menekankan pentingnya sinkronisasi indikator makro daerah, terutama data inflasi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Menurutnya, pemanfaatan data yang akurat menjadi kunci agar pemerintah daerah dapat menentukan prioritas pembangunan sesuai dengan kondisi riil daerah.

Neni mengatakan, data PDRB dan inflasi memiliki peran penting dalam membantu pemerintah memahami perkembangan ekonomi daerah. Melalui data tersebut, pemerintah dapat mengetahui sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan maupun penurunan sehingga kebijakan yang diambil dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada.

“Secara tidak langsung, data PDRB dan data inflasi dapat menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan pemerintah daerah. Melalui data PDRB, pemerintah dapat mengetahui sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan maupun penurunan sehingga kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi daerah,” ujar Neni, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga :  Terkendala Kewenangan, Gubernur Kalteng Dorong Percepatan dari Pemerintah Pusat

Politisi Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I itu menjelaskan, pengendalian inflasi yang tetap rendah dan stabil akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, termasuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, data ekonomi tidak hanya menjadi bahan laporan, tetapi juga berfungsi sebagai alat evaluasi untuk mengidentifikasi potensi sekaligus kelemahan daerah. Dengan demikian, pemerintah dapat mendeteksi berbagai tantangan sejak dini dan menyusun langkah strategis yang lebih efektif.

Neni juga menilai pembangunan daerah harus didukung oleh perencanaan yang berbasis data, bukan sekadar asumsi. Dengan memahami kondisi ekonomi melalui indikator makro, pemerintah dapat menentukan sektor mana yang perlu dipacu dan sektor mana yang membutuhkan perhatian lebih.

Baca Juga :  Pemkab Gumas Didorong Terus Berinovasi

“Maka sejalan dengan arah kepemimpinan daerah, banyak gagasan pembangunan telah dituangkan dalam RPJMD. Kita mengenal tiga konsep utama, yakni Smart Tourism, Smart Human Resources, dan Smart Agro sebagai arah pembangunan Kabupaten Gunung Mas ke depan,” pungkasnya. (nya)

KUALA KURUN, PROKALTENG.CO – Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas, Neni Yuliani, menekankan pentingnya sinkronisasi indikator makro daerah, terutama data inflasi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Menurutnya, pemanfaatan data yang akurat menjadi kunci agar pemerintah daerah dapat menentukan prioritas pembangunan sesuai dengan kondisi riil daerah.

Neni mengatakan, data PDRB dan inflasi memiliki peran penting dalam membantu pemerintah memahami perkembangan ekonomi daerah. Melalui data tersebut, pemerintah dapat mengetahui sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan maupun penurunan sehingga kebijakan yang diambil dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada.

“Secara tidak langsung, data PDRB dan data inflasi dapat menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan pemerintah daerah. Melalui data PDRB, pemerintah dapat mengetahui sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan maupun penurunan sehingga kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi daerah,” ujar Neni, Rabu (15/7/2026).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Terkendala Kewenangan, Gubernur Kalteng Dorong Percepatan dari Pemerintah Pusat

Politisi Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I itu menjelaskan, pengendalian inflasi yang tetap rendah dan stabil akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, termasuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, data ekonomi tidak hanya menjadi bahan laporan, tetapi juga berfungsi sebagai alat evaluasi untuk mengidentifikasi potensi sekaligus kelemahan daerah. Dengan demikian, pemerintah dapat mendeteksi berbagai tantangan sejak dini dan menyusun langkah strategis yang lebih efektif.

Neni juga menilai pembangunan daerah harus didukung oleh perencanaan yang berbasis data, bukan sekadar asumsi. Dengan memahami kondisi ekonomi melalui indikator makro, pemerintah dapat menentukan sektor mana yang perlu dipacu dan sektor mana yang membutuhkan perhatian lebih.

Baca Juga :  Pemkab Gumas Didorong Terus Berinovasi

“Maka sejalan dengan arah kepemimpinan daerah, banyak gagasan pembangunan telah dituangkan dalam RPJMD. Kita mengenal tiga konsep utama, yakni Smart Tourism, Smart Human Resources, dan Smart Agro sebagai arah pembangunan Kabupaten Gunung Mas ke depan,” pungkasnya. (nya)

Terpopuler

Artikel Terbaru