Ironis! Tak Terkalahkan, Iran Tetap Tersingkir dari Piala Dunia 2026

PROKALTENG.CO-Persaingan memperebutkan tiket terakhir menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026 berlangsung hingga detik-detik akhir fase grup.

Iran dan Korea Selatan akhirnya harus mengubur mimpi melaju ke fase gugur setelah kalah dalam persaingan tim peringkat ketiga terbaik.

Iran menjadi tim yang paling apes. Mereka sempat berada di posisi lolos setelah Aljazair unggul 3-2 atas Austria melalui gol Riyad Mahrez pada menit ke-93 dalam laga Grup G di Kansas City.

Namun, harapan Iran sirna hanya tiga menit kemudian. Penyerang Austria, Sasa Kalajdzic, mencetak gol penyeimbang pada menit ke-96 yang mengubah skor menjadi 3-3.

Hasil itu memastikan Austria melangkah ke babak 32 besar sekaligus menggagalkan peluang Iran.

Ironisnya, Iran tersingkir tanpa sekalipun menelan kekalahan. Mereka menutup fase grup dengan tiga hasil imbang, tetapi hanya mengoleksi tiga poin.

Baca Juga :  Piala Dunia 2026: Kapten Tim Alireza Jahanbakhsh Ungkap Keputusan Iran Pilih Meksiko Jadi Homebase

Sementara itu, Senegal menjadi satu-satunya tim peringkat ketiga yang berhasil lolos dengan raihan tiga poin.

Electronic money exchangers listing

Kemenangan telak 5-0 atas Irak pada laga terakhir fase grup memberi keuntungan besar dalam selisih gol yang menjadi penentu kelolosan.

Di sisi lain, Korea Selatan juga gagal melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026. Padahal, mereka mengawali turnamen dengan kemenangan atas Ceko.

 Hasil-hasil berikutnya membuat Taeguk Warriors gagal mengamankan tiket ke fase gugur.

Kegagalan tersebut memicu kritik tajam di dalam negeri. Pelatih Hong Myung-bo menjadi sasaran utama setelah Korea Selatan gagal memenuhi ekspektasi publik.

Kantor berita Yonhap menyebut tersingkirnya Korea Selatan sebagai hasil yang memalukan.

Menurut media tersebut, tim nasional harus menerima kenyataan pahit tersingkir pada fase grup setelah sempat menyimpan harapan hingga pertandingan terakhir.

Baca Juga :  Barito Perpanjang Kontrak Djadjang

Perjalanan Korea Selatan di turnamen ini juga diwarnai berbagai persoalan di luar lapangan. Hubungan skuad dengan media lokal dikabarkan memanas,

sementara sesi latihan penting menjelang laga kontra Meksiko sempat terganggu oleh kemunculan sebuah drone.

Selain Iran dan Korea Selatan, Skotlandia serta Uruguay juga dipastikan gagal melaju ke babak 32 besar.

Skotlandia menutup turnamen dengan kekecewaan yang berujung pada mundurnya Steve Clarke dari jabatan pelatih kepala. Adapun Uruguay harus angkat koper setelah kalah dari Spanyol pada laga terakhir mereka.

Drama hingga menit-menit akhir fase grup menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Piala Dunia 2026.

Satu gol di masa injury time menjadi pembeda antara keberhasilan melaju ke babak gugur dan kepulangan lebih awal.(rak/jpg)

 

PROKALTENG.CO-Persaingan memperebutkan tiket terakhir menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026 berlangsung hingga detik-detik akhir fase grup.

Iran dan Korea Selatan akhirnya harus mengubur mimpi melaju ke fase gugur setelah kalah dalam persaingan tim peringkat ketiga terbaik.

Iran menjadi tim yang paling apes. Mereka sempat berada di posisi lolos setelah Aljazair unggul 3-2 atas Austria melalui gol Riyad Mahrez pada menit ke-93 dalam laga Grup G di Kansas City.

Electronic money exchangers listing

Namun, harapan Iran sirna hanya tiga menit kemudian. Penyerang Austria, Sasa Kalajdzic, mencetak gol penyeimbang pada menit ke-96 yang mengubah skor menjadi 3-3.

Hasil itu memastikan Austria melangkah ke babak 32 besar sekaligus menggagalkan peluang Iran.

Ironisnya, Iran tersingkir tanpa sekalipun menelan kekalahan. Mereka menutup fase grup dengan tiga hasil imbang, tetapi hanya mengoleksi tiga poin.

Baca Juga :  Piala Dunia 2026: Kapten Tim Alireza Jahanbakhsh Ungkap Keputusan Iran Pilih Meksiko Jadi Homebase

Sementara itu, Senegal menjadi satu-satunya tim peringkat ketiga yang berhasil lolos dengan raihan tiga poin.

Kemenangan telak 5-0 atas Irak pada laga terakhir fase grup memberi keuntungan besar dalam selisih gol yang menjadi penentu kelolosan.

Di sisi lain, Korea Selatan juga gagal melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026. Padahal, mereka mengawali turnamen dengan kemenangan atas Ceko.

 Hasil-hasil berikutnya membuat Taeguk Warriors gagal mengamankan tiket ke fase gugur.

Kegagalan tersebut memicu kritik tajam di dalam negeri. Pelatih Hong Myung-bo menjadi sasaran utama setelah Korea Selatan gagal memenuhi ekspektasi publik.

Kantor berita Yonhap menyebut tersingkirnya Korea Selatan sebagai hasil yang memalukan.

Menurut media tersebut, tim nasional harus menerima kenyataan pahit tersingkir pada fase grup setelah sempat menyimpan harapan hingga pertandingan terakhir.

Baca Juga :  Barito Perpanjang Kontrak Djadjang

Perjalanan Korea Selatan di turnamen ini juga diwarnai berbagai persoalan di luar lapangan. Hubungan skuad dengan media lokal dikabarkan memanas,

sementara sesi latihan penting menjelang laga kontra Meksiko sempat terganggu oleh kemunculan sebuah drone.

Selain Iran dan Korea Selatan, Skotlandia serta Uruguay juga dipastikan gagal melaju ke babak 32 besar.

Skotlandia menutup turnamen dengan kekecewaan yang berujung pada mundurnya Steve Clarke dari jabatan pelatih kepala. Adapun Uruguay harus angkat koper setelah kalah dari Spanyol pada laga terakhir mereka.

Drama hingga menit-menit akhir fase grup menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Piala Dunia 2026.

Satu gol di masa injury time menjadi pembeda antara keberhasilan melaju ke babak gugur dan kepulangan lebih awal.(rak/jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru