PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan yang menyediakan kanal survei kepuasan masyarakat di seluruh puskesmas. Namun, ia mengingatkan agar hasil survei tersebut benar-benar ditindaklanjuti dengan perbaikan pelayanan, bukan sekadar menjadi data.
Arif menilai digitalisasi survei merupakan langkah positif karena membuka ruang partisipasi masyarakat untuk menyampaikan penilaian terhadap kualitas layanan kesehatan.
“Ini langkah yang baik karena masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan kepuasan maupun keluhan secara langsung. Namun yang lebih penting adalah bagaimana hasil survei itu ditindaklanjuti, bukan sekadar menjadi data,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, setiap masukan dari masyarakat harus menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Kesehatan dan seluruh puskesmas agar kualitas pelayanan terus meningkat.
“Kalau masyarakat mengeluhkan waktu tunggu, keramahan petugas, fasilitas, atau ketersediaan obat, maka itu harus segera dievaluasi. Jangan sampai survei hanya menjadi formalitas untuk memenuhi administrasi,” katanya.
Politisi tersebut juga mendorong agar hasil survei dipantau secara berkala dan dijadikan dasar dalam menyusun program peningkatan pelayanan kesehatan.
“Kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan akan meningkat apabila mereka melihat setiap kritik dan saran benar-benar direspons dengan tindakan nyata. Transparansi hasil evaluasi juga penting agar masyarakat mengetahui bahwa aspirasinya didengar,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, menyampaikan seluruh puskesmas telah mengintegrasikan sistem survei kepuasan masyarakat berbasis digital. Melalui sistem tersebut, masyarakat cukup memilih apakah puas atau tidak terhadap pelayanan yang diterima.
Apabila menyatakan tidak puas, sistem akan mengarahkan pengguna untuk memilih secara lebih rinci aspek pelayanan yang dinilai masih perlu diperbaiki, mulai dari waktu tunggu, keramahan petugas, fasilitas hingga ketersediaan obat.
Riduan menegaskan, seluruh masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi berkala bagi manajemen puskesmas guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Palangka Raya. (jef)


