Memilih makanan yang tepat sebelum olahraga sangat menentukan seberapa optimal performa yang bisa kamu capai di gym maupun di lapangan.
Tidak semua makanan sehat cocok dikonsumsi sebelum sesi latihan karena beberapa di antaranya justru bisa mengganggu pencernaan dan menguras energi.
Makanan yang salah sebelum berolahraga bisa menyebabkan kram, kembung, hingga penurunan kadar gula darah yang membuat tubuh terasa lemas di tengah latihan.
Dilansir dari laman YourTango pada Rabu (10/6), berikut tujuh jenis makanan yang sebaiknya kamu hindari sebelum berolahraga agar sesi latihan berjalan lebih lancar dan efektif.
- Lemak sehat seperti alpukat dan kacang-kacangan
Meskipun bergizi tinggi, makanan berlemak sehat seperti alpukat dan kacang-kacangan dicerna sangat lambat oleh tubuh dan tidak cocok dikonsumsi sebelum olahraga.
Studi tahun 2018 menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan tinggi lemak sebelum berolahraga bisa membuat tubuh terasa berat dan menyebabkan masalah gastrointestinal.
Tubuh membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk mencerna lemak dibandingkan karbohidrat, sehingga sebaiknya dikonsumsi tiga hingga empat jam sebelum mulai berlatih.
- Salad dan sayuran berdaun tinggi serat
Sayuran hijau berdaun memang sangat baik untuk kesehatan, tetapi kandungan seratnya yang tinggi memperlambat proses pencernaan secara signifikan.
Mengonsumsi salad sebelum olahraga hampir pasti akan membuat perut terasa kembung dan tidak nyaman sepanjang sesi latihan berlangsung.
Simpan salad untuk dikonsumsi setelah olahraga selesai agar manfaat nutrisinya bisa diserap tubuh tanpa mengganggu performa latihan.
- Kacang-kacangan dan produk berbasis kacang
Kandungan serat tinggi dan karbohidrat tidak tercerna bernama rafinosa dalam kacang-kacangan bisa membuat perut sangat tidak nyaman selama olahraga.
Studi tahun 2017 menjelaskan bahwa kacang-kacangan dapat menyebabkan kembung, gas, dan ketidaknyamanan perut yang cukup parah saat sedang berolahraga.
Kondisi ini juga bisa mengalihkan aliran darah dari otot ke sistem pencernaan sehingga membuat fokus dan performa latihan menurun secara signifikan.
- Buah-buahan sitrus
Jeruk dan grapefruit memang praktis sebagai camilan cepat sebelum olahraga, namun kandungan asamnya bisa memicu heartburn yang tidak nyaman selama latihan.
Rasa panas di dada akibat asam lambung yang naik tentu akan sangat mengganggu konsentrasi dan kemampuan kamu menyelesaikan sesi latihan dengan baik.
Sebagai alternatif yang lebih aman, apel adalah pilihan buah yang jauh lebih ramah untuk dikonsumsi sebagai camilan sebelum mulai berolahraga.
- Jus buah
Meskipun terasa menyegarkan, kandungan gula tinggi dalam jus membuat energinya habis sangat cepat dan menyebabkan kadar gula darah turun drastis saat olahraga.
Studi tahun 2014 menemukan bahwa konsumsi jus sebelum olahraga menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti penurunan tajam yang berdampak buruk pada performa.
Air putih atau minuman olahraga mengandung elektrolit adalah pilihan yang jauh lebih tepat untuk menjaga hidrasi dan energi selama sesi latihan berlangsung.
- Makanan pedas
Makanan pedas merangsang sistem pencernaan secara berlebihan dan bisa memicu gangguan seperti heartburn, gangguan pencernaan, dan ketidaknyamanan perut selama berolahraga.
Studi tahun 2022 mengungkapkan bahwa iritasi pencernaan akibat capsaicin dalam cabai membuat seseorang sulit berkonsentrasi dan mengurangi kualitas latihan secara keseluruhan.
Sebelum olahraga, pilihan terbaik adalah makanan hambar dan mudah dicerna yang tidak memberikan tekanan tambahan pada sistem pencernaan yang sedang aktif.
- Suplemen protein dan protein bar
Suplemen protein seperti protein shake dan protein bar dirancang untuk membantu pemulihan dan pembentukan otot, bukan sebagai sumber bahan bakar sebelum latihan.
Kandungan nutrisinya tidak cukup lengkap untuk menyediakan energi yang dibutuhkan tubuh selama menjalani sesi olahraga yang intens dan berkualitas.
Konsumsi suplemen protein paling tepat dilakukan setelah olahraga selesai untuk mendukung proses pemulihan otot yang optimal dan mempercepat pembentukan massa otot.(jpc)


