Pep Guardiola resmi mengakhiri era bersejarahnya bersama Manchester City setelah satu dekade penuh trofi dan dominasi di sepak bola Inggris.
Namun, sebelum benar-benar meninggalkan kursi pelatih Etihad Stadium, Guardiola sempat mengirim pesan penting kepada siapa pun yang nantinya akan menggantikannya di Manchester City.
Pesannya sederhana, tetapi sangat tegas: jangan mencoba menjadi Pep Guardiola.
Guardiola Minta Penggantinya Jadi Diri Sendiri
Nama Enzo Maresca memang terus disebut sebagai kandidat terkuat pengganti Guardiola musim depan.
Meski begitu, melansir Mirror, Guardiola tidak ingin penerusnya merasa terbebani untuk menyalin gaya kepelatihannya.
“Manajer berikutnya harus menjadi diri mereka sendiri, itu yang terpenting.”
“Manajer baru, dalam hal cara mereka berkomunikasi, memperlakukan orang, cara mereka bermain, bekerja – mereka harus menjadi diri mereka sendiri.”
Menurut Guardiola, Manchester City sudah memiliki fondasi klub yang sangat kuat sehingga transisi pergantian pelatih diyakini akan berjalan baik.
“Dan klub ini sangat, sangat bagus dalam banyak hal. Dan transisi, mereka selalu melakukannya dengan sangat baik. Ini akan bagus.”
Perpisahan Emosional di Etihad
Laga terakhir Guardiola bersama Manchester City berlangsung sangat emosional.
Pelatih asal Spanyol itu bahkan menangis saat memberikan pidato perpisahan di depan puluhan ribu fans yang memenuhi Etihad Stadium usai pertandingan melawan Aston Villa.
Momen tersebut terasa semakin emosional karena ayah Guardiola, Valenti Guardiola, turut hadir langsung di stadion.
Sebuah video kompilasi perjalanan Guardiola selama 10 tahun terakhir juga diputar di layar besar stadion, membuat suasana semakin haru.
“Saya sangat gugup. Ketakutan. Mengapa kalian sangat mencintai saya?”
“Saya tidak pernah bisa membayangkan betapa besarnya cinta ini. Sungguh luar biasa, suatu kehormatan menjadi manajer kalian.”
Guardiola juga mengaku semua keputusan yang ia ambil selama di City selalu dilakukan demi kepentingan klub.
“Setiap keputusan yang saya ambil adalah untuk kebaikan klub ini. Saya sangat mencintai kalian.”
Guardiola Akan Tetap Dekat dengan City
Meski meninggalkan kursi pelatih, Guardiola dipastikan tidak benar-benar berpisah total dengan Manchester City.
Ia akan mengambil peran baru sebagai duta global City Football Group setelah masa kepelatihannya berakhir.
Karena itu, hubungan Guardiola dengan klub tampaknya masih akan terus berlanjut dalam bentuk berbeda.
Bernardo Silva Sebut Guardiola yang Terhebat
Ucapan perpisahan juga datang dari Bernardo Silva, yang turut meninggalkan Manchester City musim panas ini.
Gelandang Portugal tersebut menyebut Guardiola sebagai sosok paling penting di balik kesuksesan luar biasa City selama bertahun-tahun.
“Pep adalah alasan kami memenangkan begitu banyak pertandingan.”
“Itulah hal yang paling sulit. Dia tidak pernah berhenti menciptakan hal-hal baru, berevolusi, dan tidak membiarkan pihak oposisi beradaptasi.”
Silva bahkan menyebut Guardiola sebagai manajer terbaik sepanjang masa.
“Dan secara pribadi, dia adalah ayah saya di dunia sepak bola.”
“Dan saya percaya dia adalah manajer terhebat sepanjang masa.”
Kini, Manchester City akan memasuki era baru tanpa sosok yang selama ini menjadi simbol kejayaan mereka. Tetapi satu hal yang jelas, warisan Guardiola di Etihad tampaknya akan sulit dilupakan dalam waktu yang sangat lama.(jpc)


