PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kondisi EY (55), korban pembacokan brutal di kawasan Jalan Mahir Mahar, Kota Palangka Raya beberapa waktu lalu, kini mulai menunjukkan perkembangan positif. Meski masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Palangka Raya, ia sudah mulai bisa tersenyum dan berinteraksi dengan orang-orang yang datang menjenguknya.
Saat ditemui wartawan, Rabu (20/5/2026), EY tampak beberapa kali bercanda dengan ibu-ibu yang datang membesuk. Bahkan, ia juga sempat melempar candaan kepada wartawan meski kondisi tubuhnya masih lemah pascaoperasi akibat luka bacok yang dialaminya.
“Puji Tuhan sudah mulai membaik. Tidak ada keluarga di sini, keluarga saya di Kaltim,” ujar EY.
Meski kondisinya mulai membaik, korban mengaku masih mengalami trauma berat akibat kejadian tersebut. Ia mengatakan bayangan pelaku masih sering menghantui pikirannya, terutama saat hendak tidur.
“Setiap tidur dia muncul di mimpi saya, di depan warung,” katanya lirih.
Korban diketahui hidup seorang diri di Palangka Raya tanpa pendamping keluarga. Anak dan keluarganya berada di Kalimantan Timur.
Selain berjuang memulihkan kondisi fisik dan mental, EY kini juga dihadapkan dengan persoalan biaya pengobatan. Asuransi yang dimilikinya disebut tidak dapat digunakan untuk menanggung biaya perawatan dalam kasus tersebut.
Saat ini, korban diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp16 juta untuk pengobatan dan perawatan lanjutan. “Saya berharap ada itikad baik dari keluarga pelaku,” ucapnya.
Korban juga berharap pihak kepolisian dapat mengembalikan telepon genggam miliknya agar ia bisa menghubungi anak dan keluarganya di Kalimantan Timur.
Di tengah keterbatasan yang dialaminya, bantuan dari warga sekitar mulai berdatangan. Sejumlah ibu-ibu yang datang membesuk telah menyerahkan donasi sementara sebesar Rp3 juta untuk membantu biaya pengobatan korban.
Salah satu rekan korban yang turut mengelola penggalangan dana, Lisna Sidiq, mengatakan bahwa kondisi EY kini berangsur membaik. Namun menurutnya masih membutuhkan banyak bantuan dari masyarakat.
“Keadaan beliau sekarang sedang dirawat di RS Bhayangkara Palangka Raya. Mulai kemarin kami juga mengumpulkan donasi buat beliau, karena beliau sangat membutuhkan uluran tangan kita,” ujarnya.
Menurut Lisna, korban merupakan perantauan yang jauh dari anak dan keluarganya, sehingga praktis tidak memiliki keluarga yang mendampingi di Palangka Raya.
Bagi masyarakat yang ingin membantu, dapat menghubungi akun Facebook Lisna Sidiq atau datang langsung ke RS Bhayangkara Palangka Raya.
Sementara itu, Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan kondisi korban masih stabil dan terus dalam tahap perawatan. “Kondisi korban masih baik aja namun masih tahap perawatan,” ujarnya.
Terkait perkembangan kasus, polisi hingga kini masih menunggu hasil observasi kejiwaan terhadap terduga pelaku berinisial N (33) yang dilakukan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ).
“Hasilnya belum keluar, masih tahap observasi,” kata AKP Iyudi singkat.
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa EY ditemukan bersimbah darah di warungnya kawasan Jalan Mahir Mahar tepatnya sekitar Jalan Dulin Kandang, Kamis (14/5/2026) lalu. Korban mengalami luka bacok serius di beberapa bagian tubuh.
Dari kejadian itu, Polsek Pahandut kemudian mengamankan terduga pelaku N di rumahnya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Polisi juga menyita sebilah mandau yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut. (jef)


