PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Tengah dalam kondisi aman. Hal ini ia katakana saat melakukan pemantauan langsung kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya, Kamis malam (7/5/2026). Salah satunya SPBU Jalan Soekarno yang mengalami kondisi antrean cukup parah.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap lancar, aman, dan nyaman. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pertamina dan dipastikan tidak ada masalah. Kebetulan kuota BBM kita juga sudah ditambah,” kata Agustiar Sabran saat diwawancarai media di lokasi.
Dia mengatakan, pemerintah provinsi akan terus berupaya mengurai antrean panjang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini dengan melakukan pemantauan langsung di lapangan serta berkoordinasi dengan Pertamina pusat maupun wilayah Kalimantan.
“Biasanya kuota kita sekitar 180 KL, sekarang ditambah menjadi 200 KL. Ini salah satu langkah antisipasi agar antrean seperti ini tidak kembali terulang,” ujarnya.
Selain memastikan penambahan pasokan BBM, Pemprov Kalteng bersama aparat kepolisian juga memantau adanya dugaan penimbunan maupun praktik pelangsiran BBM yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab.
“Kami bersama pihak kepolisian memantau kalau ada penimbunan dan pelangsir yang memanfaatkan situasi seperti ini, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi,” ucapnya.
Terkait temuan kendaraan yang diduga digunakan untuk melangsir BBM di kawasan SPBU Jalan S. Parman dan Jalan Kapuas, Agustiar menegaskan penanganannya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum.
“Kalau memang ditemukan pelanggaran, termasuk apabila ada SPBU yang terlibat penimbunan, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan pemerintah,” pungkasnya. (adr)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan Tengah dalam kondisi aman. Hal ini ia katakana saat melakukan pemantauan langsung kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya, Kamis malam (7/5/2026). Salah satunya SPBU Jalan Soekarno yang mengalami kondisi antrean cukup parah.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap lancar, aman, dan nyaman. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pertamina dan dipastikan tidak ada masalah. Kebetulan kuota BBM kita juga sudah ditambah,” kata Agustiar Sabran saat diwawancarai media di lokasi.
Dia mengatakan, pemerintah provinsi akan terus berupaya mengurai antrean panjang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini dengan melakukan pemantauan langsung di lapangan serta berkoordinasi dengan Pertamina pusat maupun wilayah Kalimantan.
“Biasanya kuota kita sekitar 180 KL, sekarang ditambah menjadi 200 KL. Ini salah satu langkah antisipasi agar antrean seperti ini tidak kembali terulang,” ujarnya.
Selain memastikan penambahan pasokan BBM, Pemprov Kalteng bersama aparat kepolisian juga memantau adanya dugaan penimbunan maupun praktik pelangsiran BBM yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab.
“Kami bersama pihak kepolisian memantau kalau ada penimbunan dan pelangsir yang memanfaatkan situasi seperti ini, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi,” ucapnya.
Terkait temuan kendaraan yang diduga digunakan untuk melangsir BBM di kawasan SPBU Jalan S. Parman dan Jalan Kapuas, Agustiar menegaskan penanganannya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum.
“Kalau memang ditemukan pelanggaran, termasuk apabila ada SPBU yang terlibat penimbunan, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan pemerintah,” pungkasnya. (adr)