Pastikan Distribusi BBM Tepat Sasaran, Polres Lamandau Intensifkan Patroli di SPBU

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Di tengah laporan mengenai kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan munculnya antrean panjang di sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah, kondisi di Kabupaten Lamandau terpantau tetap stabil dan kondusif, Kamis (7/5/2026).

Guna mengantisipasi terjadinya kelangkaan dan menjaga ketertiban, jajaran Polres Lamandau terus mengintensifkan patroli ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah preventif ini dilakukan agar fenomena antrean mengular yang terjadi di daerah lain tidak merembet ke wilayah Lamandau.

Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, melalui Kasi Humas Ipda Gin Gin Ginanjar, menegaskan bahwa hingga saat ini ketersediaan BBM di wilayahnya masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Baca Juga :  Remaja Tenggelam di Sungai Lamandau Ditemukan Meninggal, Sudah 3 Korban dalam 10 Hari

“Untuk di wilayah Lamandau masih aman dan kondusif. Tidak ada penumpukan kendaraan ataupun antrean panjang di SPBU,” ungkapnya.

Stabilitas distribusi BBM di Lamandau juga didukung oleh kebijakan tegas dari pihak pengelola SPBU. Manajer PT Lamandau Sarana Migasindo, Okky Rudiyatama Putra, menjelaskan bahwa SPBU dengan nomor registrasi 6474602 kini menerapkan aturan ketat guna meminimalisir penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Kami dari SPBU tidak lagi melayani pembelian oleh oknum pelangsir atau pengetap. Kendaraan wajib hadir langsung di lokasi. Barcode syarat pembelian tidak akan berlaku jika kendaraan tidak ada secara fisik dan setiap unit kendaraan dibatasi maksimal 60 liter untuk Solar subsidi dan 40 liter untuk Pertalite per hari,” tegasnya.

Baca Juga :  Februari 2020, Masyarakat Desa Relokasi Bisa Nikmati Listrik

“Langkah ini adalah upaya konkret kami untuk memastikan distribusi BBM lebih merata dan tepat sasaran. Selama ini, aktivitas pelangsir kerap merugikan pengguna lain dan memicu antrean panjang,” tambah Okky.

Electronic money exchangers listing

Dengan sinergi antara patroli kepolisian dan manajemen SPBU yang disiplin, diharapkan kondisi tertib ini terus terjaga. Kebijakan pembatasan ini ditujukan agar masyarakat yang benar-benar berhak mendapatkan subsidi dapat terlayani dengan baik tanpa harus mengantre berjam-jam.

Pihak manajemen SPBU menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan area pengisian yang lancar, tertib, dan bebas dari praktik penyalahgunaan oknum tidak bertanggung jawab. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Di tengah laporan mengenai kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan munculnya antrean panjang di sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah, kondisi di Kabupaten Lamandau terpantau tetap stabil dan kondusif, Kamis (7/5/2026).

Guna mengantisipasi terjadinya kelangkaan dan menjaga ketertiban, jajaran Polres Lamandau terus mengintensifkan patroli ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Langkah preventif ini dilakukan agar fenomena antrean mengular yang terjadi di daerah lain tidak merembet ke wilayah Lamandau.

Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, melalui Kasi Humas Ipda Gin Gin Ginanjar, menegaskan bahwa hingga saat ini ketersediaan BBM di wilayahnya masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Remaja Tenggelam di Sungai Lamandau Ditemukan Meninggal, Sudah 3 Korban dalam 10 Hari

“Untuk di wilayah Lamandau masih aman dan kondusif. Tidak ada penumpukan kendaraan ataupun antrean panjang di SPBU,” ungkapnya.

Stabilitas distribusi BBM di Lamandau juga didukung oleh kebijakan tegas dari pihak pengelola SPBU. Manajer PT Lamandau Sarana Migasindo, Okky Rudiyatama Putra, menjelaskan bahwa SPBU dengan nomor registrasi 6474602 kini menerapkan aturan ketat guna meminimalisir penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Kami dari SPBU tidak lagi melayani pembelian oleh oknum pelangsir atau pengetap. Kendaraan wajib hadir langsung di lokasi. Barcode syarat pembelian tidak akan berlaku jika kendaraan tidak ada secara fisik dan setiap unit kendaraan dibatasi maksimal 60 liter untuk Solar subsidi dan 40 liter untuk Pertalite per hari,” tegasnya.

Baca Juga :  Februari 2020, Masyarakat Desa Relokasi Bisa Nikmati Listrik

“Langkah ini adalah upaya konkret kami untuk memastikan distribusi BBM lebih merata dan tepat sasaran. Selama ini, aktivitas pelangsir kerap merugikan pengguna lain dan memicu antrean panjang,” tambah Okky.

Dengan sinergi antara patroli kepolisian dan manajemen SPBU yang disiplin, diharapkan kondisi tertib ini terus terjaga. Kebijakan pembatasan ini ditujukan agar masyarakat yang benar-benar berhak mendapatkan subsidi dapat terlayani dengan baik tanpa harus mengantre berjam-jam.

Pihak manajemen SPBU menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan area pengisian yang lancar, tertib, dan bebas dari praktik penyalahgunaan oknum tidak bertanggung jawab. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru