Kisah Naeka, UMKM Binaan BRI Tembus Pasar Internasional Lewat Mukena Premium

JAKARTA – UMKM binaan BRI kembali mencetak prestasi. Naeka, brand modest fashion asal Jakarta Selatan, sukses menembus pasar internasional lewat produk mukena premium berbahan silk yang kini dipasarkan hingga ke Singapura, Malaysia, Kanada, dan Senegal.

Kesuksesan Naeka tak lepas dari dukungan ekosistem pemberdayaan UMKM BRI melalui Rumah BUMN dan LinkUMKM. Lewat program ini, pelaku usaha didorong naik kelas, memperluas pasar, hingga meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di level global.

Naeka dikenal dengan produk mukena bermotif cetak berbahan silk premium dengan ciri khas bunga pastel. Materialnya ringan, halus, dan sejuk, sehingga nyaman digunakan sekaligus tampil elegan.

Seiring meningkatnya permintaan, Naeka memperkuat kapasitas produksi dengan membangun konveksi sendiri pada akhir 2020. Seluruh proses kini dilakukan secara in-house untuk menjaga kualitas, dengan dukungan 15 tenaga kerja.

Produk Naeka dipasarkan melalui berbagai kanal, mulai dari toko offline, marketplace, bazaar, hingga penjualan online.

Baca Juga :  Libur Nataru, BRI Pastikan Transaksi Tetap Lancar hingga Pelosok

Pemilik Naeka, Eka Budi Utami, menuturkan usaha ini berawal dari keinginan membangun bisnis yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memberi manfaat lebih luas.

“Naeka berdiri sejak 24 November 2019 dari keinginan kami membangun bisnis yang membawa keberkahan. Kami fokus pada mukena printing berbahan silk dan mulai dari e-commerce hingga bazaar, bahkan saat pandemi,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Di tengah pandemi, bisnis Naeka justru tumbuh. Hal itu mendorong keputusan untuk membangun konveksi sendiri pada Desember 2020 agar kualitas produk tetap terjaga.

Untuk mengembangkan usaha, Naeka memanfaatkan program Rumah BUMN BRI dan platform LinkUMKM. Dari sini, mereka mendapatkan pelatihan bisnis, pemasaran, hingga akses promosi yang lebih luas.

Partisipasi dalam berbagai bazaar, termasuk di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dan sejumlah kementerian, turut meningkatkan eksposur brand dan berdampak pada penjualan. Naeka juga menggunakan layanan BRI seperti QRIS dan EDC untuk mempermudah transaksi.

Baca Juga :  BRI Genjot Pemberdayaan 13,6 Juta Pelaku UMKM Lewat Platform Digital LinkUMKM

Eka menegaskan, kepuasan pelanggan menjadi kunci utama dalam menjaga konsistensi kualitas sekaligus inovasi produk.

“Ada kepuasan tersendiri saat pelanggan membeli kembali dan memakai produk kami. Sesuai tagline ‘ibadah semakin mudah bersama Naeka’, kami terus berinovasi agar produk tetap berkualitas, cantik, dan sesuai syariat,” ungkapnya.

BRI melalui LinkUMKM terus menghadirkan ekosistem pemberdayaan bagi pelaku usaha. Hingga akhir Maret 2026, lebih dari 15,57 juta UMKM telah memanfaatkan platform ini, didukung lebih dari 840 modul pembelajaran.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyebut kisah Naeka menjadi bukti UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global.

“Naeka menunjukkan bahwa diferensiasi produk adalah kunci memenangkan pasar. Melalui LinkUMKM, kami menghadirkan pendampingan agar UMKM bisa berkembang lebih terarah dan memperluas pasar,” pungkasnya. ***

JAKARTA – UMKM binaan BRI kembali mencetak prestasi. Naeka, brand modest fashion asal Jakarta Selatan, sukses menembus pasar internasional lewat produk mukena premium berbahan silk yang kini dipasarkan hingga ke Singapura, Malaysia, Kanada, dan Senegal.

Kesuksesan Naeka tak lepas dari dukungan ekosistem pemberdayaan UMKM BRI melalui Rumah BUMN dan LinkUMKM. Lewat program ini, pelaku usaha didorong naik kelas, memperluas pasar, hingga meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di level global.

Naeka dikenal dengan produk mukena bermotif cetak berbahan silk premium dengan ciri khas bunga pastel. Materialnya ringan, halus, dan sejuk, sehingga nyaman digunakan sekaligus tampil elegan.

Electronic money exchangers listing

Seiring meningkatnya permintaan, Naeka memperkuat kapasitas produksi dengan membangun konveksi sendiri pada akhir 2020. Seluruh proses kini dilakukan secara in-house untuk menjaga kualitas, dengan dukungan 15 tenaga kerja.

Produk Naeka dipasarkan melalui berbagai kanal, mulai dari toko offline, marketplace, bazaar, hingga penjualan online.

Baca Juga :  Libur Nataru, BRI Pastikan Transaksi Tetap Lancar hingga Pelosok

Pemilik Naeka, Eka Budi Utami, menuturkan usaha ini berawal dari keinginan membangun bisnis yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memberi manfaat lebih luas.

“Naeka berdiri sejak 24 November 2019 dari keinginan kami membangun bisnis yang membawa keberkahan. Kami fokus pada mukena printing berbahan silk dan mulai dari e-commerce hingga bazaar, bahkan saat pandemi,” ujarnya.

Di tengah pandemi, bisnis Naeka justru tumbuh. Hal itu mendorong keputusan untuk membangun konveksi sendiri pada Desember 2020 agar kualitas produk tetap terjaga.

Untuk mengembangkan usaha, Naeka memanfaatkan program Rumah BUMN BRI dan platform LinkUMKM. Dari sini, mereka mendapatkan pelatihan bisnis, pemasaran, hingga akses promosi yang lebih luas.

Partisipasi dalam berbagai bazaar, termasuk di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dan sejumlah kementerian, turut meningkatkan eksposur brand dan berdampak pada penjualan. Naeka juga menggunakan layanan BRI seperti QRIS dan EDC untuk mempermudah transaksi.

Baca Juga :  BRI Genjot Pemberdayaan 13,6 Juta Pelaku UMKM Lewat Platform Digital LinkUMKM

Eka menegaskan, kepuasan pelanggan menjadi kunci utama dalam menjaga konsistensi kualitas sekaligus inovasi produk.

“Ada kepuasan tersendiri saat pelanggan membeli kembali dan memakai produk kami. Sesuai tagline ‘ibadah semakin mudah bersama Naeka’, kami terus berinovasi agar produk tetap berkualitas, cantik, dan sesuai syariat,” ungkapnya.

BRI melalui LinkUMKM terus menghadirkan ekosistem pemberdayaan bagi pelaku usaha. Hingga akhir Maret 2026, lebih dari 15,57 juta UMKM telah memanfaatkan platform ini, didukung lebih dari 840 modul pembelajaran.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyebut kisah Naeka menjadi bukti UMKM Indonesia mampu bersaing di pasar global.

“Naeka menunjukkan bahwa diferensiasi produk adalah kunci memenangkan pasar. Melalui LinkUMKM, kami menghadirkan pendampingan agar UMKM bisa berkembang lebih terarah dan memperluas pasar,” pungkasnya. ***

Terpopuler

Artikel Terbaru