KUALA KURUN, PROKALTENG.CO – Penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Gunung Mas (Gumas) jadi sorotan DPRD. Para kepala desa diminta tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menciptakan lapangan kerja untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
Anggota DPRD Gumas, Tuah, menegaskan Dana Desa dan ADD harus dimanfaatkan untuk mendorong ekonomi masyarakat desa, salah satunya lewat pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Dengan adanya DD dan ADD, seharusnya desa bisa mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Harus ada terobosan, salah satunya menciptakan lapangan kerja bagi warga,” ujar Tuah, belum lama ini.
Politisi Partai Golkar itu menilai, selama ini penggunaan dana desa masih terlalu berfokus pada pembangunan infrastruktur, padahal kebutuhan pemberdayaan ekonomi masyarakat juga sangat penting.
“Jangan terpaku hanya pada pembangunan fisik. Membuka lapangan kerja justru lebih berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat desa,” tegasnya.
Menurutnya, pembentukan BUMDes bisa menjadi solusi konkret untuk meningkatkan perekonomian desa dan memberdayakan masyarakat.
“Dana desa bisa diarahkan untuk membentuk BUMDes. Itu bisa jadi penggerak ekonomi masyarakat,” katanya.
Dia menambahkan, pembangunan infrastruktur tetap penting, apalagi bagi desa yang masih tertinggal. Namun, di sejumlah desa yang infrastrukturnya sudah cukup, program pemberdayaan harus mulai diperkuat.
“Sebagian desa sudah cukup dari sisi jalan dan bangunan. Sekarang saatnya fokus ke peningkatan kesejahteraan, misalnya lewat pelatihan keterampilan untuk meningkatkan SDM,” pungkasnya. (tim)


