16 Dapur SPPG di Palangka Raya Dihentikan Sementara, Puluhan Sekolah Terdampak

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Sebanyak 16 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palangka Raya dihentikan sementara operasionalnya, berdampak pada puluhan sekolah yang belum menerima distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Penambahan ini terjadi setelah dua dapur di wilayah Jekan Raya turut dihentikan operasionalnya pada Senin 13 April 2026,”ujar Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Palangka Raya, Analistra Susedia Putri, Rabu (15/4/2026).

Penghentian tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya perbaikan fasilitas dan pemenuhan standar operasional.

“Saat ini ada 16 SPPG yang diberhentikan sementara untuk perbaikan instalasi pengolahan air limbah atau IPAL dan infrastruktur lainnya,” katanya.

Sebelumnya, sejak awal April 2026, tercatat sebanyak 14 SPPG telah lebih dulu dihentikan operasionalnya.

Baca Juga :  Kuatkan Karakter Siswa, Sekolah Libatkan Pendidikan Keluarga

“Sebanyak 13 unit berada di wilayah Panarung dan satu unit di Jekan Raya sebelum adanya penambahan terbaru,” ungkapnya.

Dengan tambahan dua dapur di Jekan Raya, penghentian operasional kini tidak lagi terpusat di satu wilayah.

Electronic money exchangers listing

“Langkah ini merupakan bagian dari pengetatan standar operasional yang mulai diberlakukan sejak 1 April 2026,” jelasnya.

Kebijakan tersebut mengacu pada surat edaran tertanggal 31 Maret 2026 yang mengatur standar kebersihan, keamanan pangan, serta pengelolaan limbah.

“Termasuk kewajiban pemenuhan instalasi pengolahan air limbah atau IPAL di setiap dapur,” tambahnya.

Dampak dari penghentian ini dirasakan oleh lebih dari 50 sekolah yang sementara tidak menerima distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga :  Bikin Ngeri! Ular Piton 1 Meter “Numpang” ke Kamar Mandi Rumah Warga

“Kira-kira lebih dari 50 sekolah terdampak karena kapasitas tiap dapur terbatas sekitar 2.500 hingga 3.000 penerima manfaat,” tutupnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Sebanyak 16 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palangka Raya dihentikan sementara operasionalnya, berdampak pada puluhan sekolah yang belum menerima distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Penambahan ini terjadi setelah dua dapur di wilayah Jekan Raya turut dihentikan operasionalnya pada Senin 13 April 2026,”ujar Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Palangka Raya, Analistra Susedia Putri, Rabu (15/4/2026).

Penghentian tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya perbaikan fasilitas dan pemenuhan standar operasional.

Electronic money exchangers listing

“Saat ini ada 16 SPPG yang diberhentikan sementara untuk perbaikan instalasi pengolahan air limbah atau IPAL dan infrastruktur lainnya,” katanya.

Sebelumnya, sejak awal April 2026, tercatat sebanyak 14 SPPG telah lebih dulu dihentikan operasionalnya.

Baca Juga :  Kuatkan Karakter Siswa, Sekolah Libatkan Pendidikan Keluarga

“Sebanyak 13 unit berada di wilayah Panarung dan satu unit di Jekan Raya sebelum adanya penambahan terbaru,” ungkapnya.

Dengan tambahan dua dapur di Jekan Raya, penghentian operasional kini tidak lagi terpusat di satu wilayah.

“Langkah ini merupakan bagian dari pengetatan standar operasional yang mulai diberlakukan sejak 1 April 2026,” jelasnya.

Kebijakan tersebut mengacu pada surat edaran tertanggal 31 Maret 2026 yang mengatur standar kebersihan, keamanan pangan, serta pengelolaan limbah.

“Termasuk kewajiban pemenuhan instalasi pengolahan air limbah atau IPAL di setiap dapur,” tambahnya.

Dampak dari penghentian ini dirasakan oleh lebih dari 50 sekolah yang sementara tidak menerima distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga :  Bikin Ngeri! Ular Piton 1 Meter “Numpang” ke Kamar Mandi Rumah Warga

“Kira-kira lebih dari 50 sekolah terdampak karena kapasitas tiap dapur terbatas sekitar 2.500 hingga 3.000 penerima manfaat,” tutupnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru