SEMARANG — Desa Sumowono, Kabupaten Semarang, sukses masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 tingkat nasional. Desa pegunungan ini menunjukkan geliat ekonomi yang kuat, bertumpu pada pasar sayur, UMKM, hingga inovasi layanan digital yang digerakkan dari desa.
Sebagai desa agraris, Sumowono mengandalkan sektor pertanian sebagai tulang punggung. Sayuran jadi komoditas utama, didukung posisi strategis yang dekat dengan pusat pasar sayur Kabupaten Semarang, sehingga memperkuat peran desa dalam distribusi hasil pertanian.
Kepala Desa Sumowono, Budiyono, menyebut keberadaan pasar menjadi kunci utama perputaran ekonomi warga.
“Potensi ekonomi paling terasa itu dari pasar,” ujarnya.
Di Sumowono, aktivitas jual beli nyaris tanpa henti. Tiga pasar—pasar kabupaten, pasar desa, dan pasar pagi—beroperasi bergantian sepanjang hari. Pasar desa sendiri kini tertata rapi dari Blok A hingga Blok F, diisi pedagang dari berbagai latar belakang, mulai dari petani hingga distributor.
Hasil pertanian dari desa ini tak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tapi juga dipasok ke berbagai daerah. Di balik itu, BUMDes Aji Bodronoyo menjadi motor penggerak ekonomi desa.
BUMDes mengelola beragam unit usaha, mulai dari pasar desa, lembaga keuangan, pengelolaan sampah, alun-alun desa, hingga layanan digital. Warga dan pedagang juga bisa mengakses pinjaman berbunga rendah melalui lembaga keuangan desa.
Inovasi lain hadir lewat ONNO (Delivery Online Sumowono). Layanan ini memfasilitasi belanja online warga sekaligus membuka lapangan kerja bagi pemuda desa sebagai driver. Setiap hari, ONNO melayani sekitar 50–60 pesanan.
Geliat UMKM juga terlihat di alun-alun desa. Sekitar 20–22 pedagang, mayoritas kuliner, aktif berjualan. Dukungan BRI melalui program CSR berupa pembangunan pujasera semakin memperkuat ekosistem usaha agar lebih tertata.
Dari sisi permodalan dan digitalisasi, BRI Unit Sumowono turut mendorong pertumbuhan usaha lewat penyaluran KUR, pinjaman umum, hingga penggunaan QRIS dan EDC untuk transaksi non-tunai.
Direktur Bisnis Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan Desa BRILiaN dirancang untuk mencetak model pengembangan desa yang berkelanjutan.
“Program ini bagian dari peran BRI sebagai agent of development untuk mendorong desa berkembang,” jelasnya.
Hingga akhir 2025, sebanyak 5.200 desa di Indonesia telah mendapatkan pemberdayaan melalui program Desa BRILiaN.
“Sumowono menunjukkan bagaimana desa bisa tumbuh dari potensi lokal—pasar rakyat, pertanian, dan gotong royong—menuju ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tegas Akhmad. ***


