Bupati Kobar Sampaikan Duka Cita Wafatnya Tokoh Konservasi Dunia, Prof. Dr. Birute Mary Galdikas

25_Bupat Kobar2
Prof. Dr. Birute Galdikas aktif dalam konservasi Orangutan bersama Orangutan Foundation International (OFI) sejak 1986 (Foto : Fajar Dewanto|OFI)

PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO– Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj. Nurhidayah, SH MH. Menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya tokoh konservasi dunia, Prof. Dr. Birute Mary Galdikas.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar pada hari pertama masuk kerja pascalibur Hari Raya Idulfitri, Rabu (25/3).

Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan bahwa kabar duka tersebut diterima pada malam sebelumnya. “Semalam kami diinformasikan ada berita duka,  seorang tokoh konservasi dunia, yaitu Prof. Birute Mary Galdikas, telah meninggal dunia di rumah sakit di Los Angeles,” ujar Bupati Hj. Nurhidayah di hadapan peserta apel.

Hj. Nurhidayah menuturkan bahwa Pemkab Kobar bersama seluruh masyarakat turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya sosok yang telah berjasa besar dalam dunia konservasi, khususnya dalam pelestarian orangutan dan hutan hujan tropis di wilayah Kalimantan dan Kobar pada khususnya.

Baca Juga :  Pj Bupati Kobar Ingin Generasi Muda Dibekali Pengetahuan Bahaya Korupsi dan Cara Mencegahnya

Menurut Hj. Nurhidayah, dedikasi dan pengabdian Prof. Birute Mary Galdikas selama puluhan tahun di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting telah memberikan dampak besar bagi daerah, bahkan menjadikan nama Kotawaringin Barat dikenal luas di tingkat internasional.

“Peran beliau sangat besar dalam dunia konservasi khususnya orangutan, atas jasa beliau jugalah Kotawaringin Barat bisa dikenal dunia melalui Taman Nasional Tanjung Puting,” ungkapnya.

Hj. Nurhidayah mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk mengenang jasa serta keteladanan almarhumah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan satwa liar, serta menjadikan semangat pengabdian beliau sebagai inspirasi dalam menjaga warisan alam daerah.

Electronic money exchangers listing

Kepergian Prof. Birute Mary Galdikas menjadi kehilangan besar tidak hanya bagi masyarakat Kotawaringin Barat, tetapi juga bagi dunia konservasi internasional.

Baca Juga :  SMAN 1 Pangkalan Bun Dipercaya Terapkan Program Gerakan Sekolah Sehat

Dedikasinya melalui organisasi konservasi yang didirikannya, Orangutan Foundation International, telah berkontribusi nyata dalam pelestarian orangutan dan ekosistem hutan tropis di Kalimantan. (mmc/ind)

25_Bupat Kobar2
Prof. Dr. Birute Galdikas aktif dalam konservasi Orangutan bersama Orangutan Foundation International (OFI) sejak 1986 (Foto : Fajar Dewanto|OFI)

PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO– Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj. Nurhidayah, SH MH. Menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya tokoh konservasi dunia, Prof. Dr. Birute Mary Galdikas.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar pada hari pertama masuk kerja pascalibur Hari Raya Idulfitri, Rabu (25/3).

Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan bahwa kabar duka tersebut diterima pada malam sebelumnya. “Semalam kami diinformasikan ada berita duka,  seorang tokoh konservasi dunia, yaitu Prof. Birute Mary Galdikas, telah meninggal dunia di rumah sakit di Los Angeles,” ujar Bupati Hj. Nurhidayah di hadapan peserta apel.

Electronic money exchangers listing

Hj. Nurhidayah menuturkan bahwa Pemkab Kobar bersama seluruh masyarakat turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya sosok yang telah berjasa besar dalam dunia konservasi, khususnya dalam pelestarian orangutan dan hutan hujan tropis di wilayah Kalimantan dan Kobar pada khususnya.

Baca Juga :  Pj Bupati Kobar Ingin Generasi Muda Dibekali Pengetahuan Bahaya Korupsi dan Cara Mencegahnya

Menurut Hj. Nurhidayah, dedikasi dan pengabdian Prof. Birute Mary Galdikas selama puluhan tahun di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting telah memberikan dampak besar bagi daerah, bahkan menjadikan nama Kotawaringin Barat dikenal luas di tingkat internasional.

“Peran beliau sangat besar dalam dunia konservasi khususnya orangutan, atas jasa beliau jugalah Kotawaringin Barat bisa dikenal dunia melalui Taman Nasional Tanjung Puting,” ungkapnya.

Hj. Nurhidayah mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk mengenang jasa serta keteladanan almarhumah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan satwa liar, serta menjadikan semangat pengabdian beliau sebagai inspirasi dalam menjaga warisan alam daerah.

Kepergian Prof. Birute Mary Galdikas menjadi kehilangan besar tidak hanya bagi masyarakat Kotawaringin Barat, tetapi juga bagi dunia konservasi internasional.

Baca Juga :  SMAN 1 Pangkalan Bun Dipercaya Terapkan Program Gerakan Sekolah Sehat

Dedikasinya melalui organisasi konservasi yang didirikannya, Orangutan Foundation International, telah berkontribusi nyata dalam pelestarian orangutan dan ekosistem hutan tropis di Kalimantan. (mmc/ind)

Terpopuler

Artikel Terbaru