NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Seorang pemancing asal Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik di aliran Sungai Kinipan, Desa Kinipan, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, Minggu (8/3) malam. Hingga Senin (9/3), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai yang dikenal memiliki riam dan arus deras.
Korban diketahui bernama Wandi, warga RT 026 Sei Tatas, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Pangkalan Bun. Tim SAR bersama BPBD Lamandau terus memperluas pencarian di sekitar lokasi kejadian hingga ke arah hilir sungai guna menemukan keberadaan korban yang diduga terseret arus.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu Wandi bersama rekannya, Toto, sedang memancing menggunakan perahu kecil. Situasi berubah mencekam ketika perahu mereka memasuki kawasan riam dengan arus cukup kuat di sungai tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, perahu yang mereka gunakan diduga mengalami kendala saat melintasi arus deras. Perahu kemudian kehilangan keseimbangan hingga terbalik dan menjatuhkan keduanya ke sungai. Toto berhasil menyelamatkan diri, sementara Wandi dilaporkan hilang terseret arus.
Kabar tersebut membuat keluarga korban segera berangkat ke Lamandau untuk memantau langsung proses pencarian. Istri korban tampak terus berkoordinasi dengan petugas di posko SAR, berharap suaminya segera ditemukan.
“Semoga suami saya cepat ditemukan,” ucapnya dengan wajah sedih saat ditemui di Nanga Bulik, Senin (9/3).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel serta peralatan untuk mendukung operasi pencarian.
“Tim di lapangan menghadapi tantangan karena kondisi sungai memiliki banyak riam dan arus deras. Namun pencarian tetap difokuskan di titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban,” jelas Hendikel.
Ia menegaskan pencarian akan terus dilakukan secara maksimal hingga korban ditemukan.
“Kami menyisir aliran sungai mulai dari titik jatuh hingga ke arah hilir. Harapannya korban bisa segera ditemukan agar keluarga mendapatkan kepastian,” tegasnya. (bib)


