23.6 C
Jakarta
Sunday, March 8, 2026

Persaksian Bumi Atas Manusia

Indra manusia dan bumi adalah makhluk ciptaan Allah yang suatu waktu nanti bersaksi atas diri manusia.

Al-Farabi, seorang tokoh filsafat Islam berkebangsaan Iran mengatakan bahwa “bumi menjadi saksi kehidupan manusia, karena bumi memiliki catatan tentang semua yang terjadi di atasnya. Bumi menjadi tempat yang menyimpan sejarah dan pengalaman manusia, dan akan menjadi saksi bagi manusia di hari kiamat”.

Allah  berfirman artinya: “Pada hari itu (bumi) menyampaikan berita (tentang apa yang diperbuat manusia di atasnya)”.

Saat Rasulullah membaca dan menyampaikan ayat tersebut dihadapan para sahabat menjelaskan bahwa “Sesungguhnya berita (dari ayat tersebut) adalah dia (bumi) bersaksi bagi setiap hamba , laki-laki maupun perempuan atas apa yang telah mereka lakukan di atasnya” (HR. Abu Hurairah dalam Tafsir Ibnu Katsir).

Artinya secara fisik bumi sebagai tempat berpijak, tempat penghuni, tempat aktivitas manusia menjadi saksi setiap perilakunya yang menyimpan catatan, dokumen yang siap dibuka pada hari perhitungan di akhit nanti.

Baca Juga :  Asal Usul Malam Nisfu Sya'ban Dianggap Penuh Berkah, Ternyata Para Ulama Berbeda Pandangan

Seorang kiyai ternama yang biasa di sapa “Gus Baha” mengatakan bahwa bumi sebagai saksi hidup manusia karena dalam bumi merupakan sumber material asal kejadian manusia.

Manusia punya pendengaran, penglihatan, punya jasad sesempurna ini karena sumber materialnya berasal dari bumi yang disempurnakan dengan ruh Illahi. Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya manusia diciptakan dari sari pati tanah dari tanah” (QS. Al Mukminun).

Electronic money exchangers listing

Bagaimana dengan Indra manusia? Apakah ikut bersaksi sebagaimana persaksian bumi?

Surat Al Fusiilat Allah berfirman artinya: Kamu tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu terhadapmu, bahkan kamu mengira Allah tidak mengetahui banyak tentang apa yang kamu lakukan.

Ayat ini memastikan bahwa diakhir nanti ada dua saksi fisik, yaitu bumi dan indra manusia (pendengaran, penglihatan dan kulit) atas apa-apa yang dikerjakan selama di bumi.

Baca Juga :  Membiayai Janji Politisi

Artinya Tuhan saja menyiapkan perangkat dua dokumen sejarah sebagai saksi pada hari kiamat, maka di duniapun berlaku dua saksi sah.

Seperti saksi nikah harus ada tercatat dua orang saksi, saksi sumpah pejabat negara, saksi wakaf tanah, dan lain-lain

Karena itu melalui puasa Allah membimbing untuk istiqamah dengan kefitrahan manusia, rajin mohon ampun kemudian merawat kesucian masing-masing guna menggapai Ridho Allah swt.

Praktik puasa yang ditunakan adalah menjadi sejarah kejayaan spiritual setiap umat islam karena di setiap ruang dan waktu dihiasi dengan iman, ilmu, dana mal-amal suci yang menggemakan suara Illahiyah dana mal-amal sosial kemanusiaan sebagai wujud praktik baik meneladani sifat-sifat Allah.

Sehingga Allah memberikan nilai tersendiri bagi yang berpuasa, yaitu “Sesungguhnya puasa itu bagi-Ku dan Aku membalanya”.

*Penulis Drs. Ridwan, M.Pd merupakan tokoh pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Barat.

 

Indra manusia dan bumi adalah makhluk ciptaan Allah yang suatu waktu nanti bersaksi atas diri manusia.

Al-Farabi, seorang tokoh filsafat Islam berkebangsaan Iran mengatakan bahwa “bumi menjadi saksi kehidupan manusia, karena bumi memiliki catatan tentang semua yang terjadi di atasnya. Bumi menjadi tempat yang menyimpan sejarah dan pengalaman manusia, dan akan menjadi saksi bagi manusia di hari kiamat”.

Allah  berfirman artinya: “Pada hari itu (bumi) menyampaikan berita (tentang apa yang diperbuat manusia di atasnya)”.

Electronic money exchangers listing

Saat Rasulullah membaca dan menyampaikan ayat tersebut dihadapan para sahabat menjelaskan bahwa “Sesungguhnya berita (dari ayat tersebut) adalah dia (bumi) bersaksi bagi setiap hamba , laki-laki maupun perempuan atas apa yang telah mereka lakukan di atasnya” (HR. Abu Hurairah dalam Tafsir Ibnu Katsir).

Artinya secara fisik bumi sebagai tempat berpijak, tempat penghuni, tempat aktivitas manusia menjadi saksi setiap perilakunya yang menyimpan catatan, dokumen yang siap dibuka pada hari perhitungan di akhit nanti.

Baca Juga :  Asal Usul Malam Nisfu Sya'ban Dianggap Penuh Berkah, Ternyata Para Ulama Berbeda Pandangan

Seorang kiyai ternama yang biasa di sapa “Gus Baha” mengatakan bahwa bumi sebagai saksi hidup manusia karena dalam bumi merupakan sumber material asal kejadian manusia.

Manusia punya pendengaran, penglihatan, punya jasad sesempurna ini karena sumber materialnya berasal dari bumi yang disempurnakan dengan ruh Illahi. Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya manusia diciptakan dari sari pati tanah dari tanah” (QS. Al Mukminun).

Bagaimana dengan Indra manusia? Apakah ikut bersaksi sebagaimana persaksian bumi?

Surat Al Fusiilat Allah berfirman artinya: Kamu tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu terhadapmu, bahkan kamu mengira Allah tidak mengetahui banyak tentang apa yang kamu lakukan.

Ayat ini memastikan bahwa diakhir nanti ada dua saksi fisik, yaitu bumi dan indra manusia (pendengaran, penglihatan dan kulit) atas apa-apa yang dikerjakan selama di bumi.

Baca Juga :  Membiayai Janji Politisi

Artinya Tuhan saja menyiapkan perangkat dua dokumen sejarah sebagai saksi pada hari kiamat, maka di duniapun berlaku dua saksi sah.

Seperti saksi nikah harus ada tercatat dua orang saksi, saksi sumpah pejabat negara, saksi wakaf tanah, dan lain-lain

Karena itu melalui puasa Allah membimbing untuk istiqamah dengan kefitrahan manusia, rajin mohon ampun kemudian merawat kesucian masing-masing guna menggapai Ridho Allah swt.

Praktik puasa yang ditunakan adalah menjadi sejarah kejayaan spiritual setiap umat islam karena di setiap ruang dan waktu dihiasi dengan iman, ilmu, dana mal-amal suci yang menggemakan suara Illahiyah dana mal-amal sosial kemanusiaan sebagai wujud praktik baik meneladani sifat-sifat Allah.

Sehingga Allah memberikan nilai tersendiri bagi yang berpuasa, yaitu “Sesungguhnya puasa itu bagi-Ku dan Aku membalanya”.

*Penulis Drs. Ridwan, M.Pd merupakan tokoh pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Barat.

 

Terpopuler

Artikel Terbaru

/