26.4 C
Jakarta
Thursday, March 5, 2026

Tips Menjaga Mood agar Tidak Mudah Marah

Bulan suci Ramadan adalah waktu untuk melatih kesabaran dan pengendalian diri. Namun,perubahan pola makan,tidur dan aktivitas sering membuat emosi lebih sensitif.

Pasalnya tidak sedikit orang merasa lebih mudah marah saat puasa Ramadhan. Kondisi ini wajar tetapi tetap perlu dikelola agar ibadah dan hubungan sosial tetap harmonis.

Menurut APA, perubahan rutinitas dan kondisi fisik dapat memengaruhi suasana hati seseorang. Saat tubuh beradaptasi dengan puasa, emosi pun ikut terpengaruh. Karena itu, menjaga mood saat puasa menjadi bagian penting dari Ramadhan sehat.

Berikut beberapa tips menjaga mood agar tidak mudah marah sebagaimana dilansir dari laman Harvard Medical School dan NIH, Rabu (4/3) :

1.Jaga kadar gula darah tetap stabil

Perubahan kadar gula darah dapat memengaruhi emosi. Saat kadar gula darah turun drastis, tubuh cenderung merasa lemas dan mudah tersinggung.

Menurut Harvard Medical School, fluktuasi gula darah dapat berdampak pada suasana hati dan energi. Oleh karena itu, sahur dengan nutrisi seimbang sangatlah penting.

Electronic money exchangers listing

Anda bisa pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal. Lalu bisa ditambahkan protein seperti telur, tempe atau ayam agar energi bertahan lebih lama.

Baca Juga :  Puasa Ramadan Bikin Mental Lebih Kuat? Ini 7 Manfaat yang Sudah Dibuktikan Ilmiah

Selain itu, hindari makanan terlalu manis saat berbuka sebab lonjakan gula darah yang cepat diikuti rasa lelah dan emosi tidak stabil.

2.Tidur yang cukup dan berkualitas

Kurang tidur pasalnya bisa membuat otak lebih sulit mengatur emosi. Selama Ramadhan, jadwal tidur sering berubah karena sahur dan tarawih.

Sleep Foundation menyebutkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan respons emosional negatif. Intinya kualitas tidur sangat memengaruhi mood.

Jadi, usahakan tidur lebih awal setelah ibadah malam. Jika memungkinkan, lakukan istirahat singkat di siang hari. Intinya tidur cukup membantu menjaga kesabaran dan konsentrasi.

3.Latih pernapasan dan relaksasi

Teknik pernapasan dalam dapat membantu menenangkan sistem saraf. Saat emosi mulai meningkat, berhenti sejenak dan atur napas perlahan.

Menurut Cleveland Clinic, latihan pernapasan efektif menurunkan tingkat stres dan ketegangan. Cara ini sederhana namun sangat ampuh. Anda bisa mulai dengan tarik napas dalam selama 4 hitungan, tahan lalu hembuskan perlahan. Ulangi beberapa kali hingga tubuh terasa lebih rileks.

Baca Juga :  Perlu Pengawasan untuk Mengantisipasi Adanya Permainan Harga Sembako

4.Kurangi konsumsi kafein berlebihan

Bagi sebagian orang, penghentian kafein mendadak dapat memicu sakit kepala dan perubahan mood. Kondisi ini sering terjadi di awal Ramadhan. NIH menjelaskan bahwa gejala putus kafein dapat memengaruhi suasana hati.

Oleh karena itu, kurangi kafein secara bertahap sebelum Ramadhan. Anda juga perlu membatasi kopi saat berbuka agar tidak mengganggu tidur malam.

5.Perbanyak aktivitas spiritual

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ramadhan adalah momen memperdalam spiritualitas dan ketenangan batin. Menurut Greater Good Science Center, praktik refleksi dan rasa syukur dapat meningkatkan kesejahteraan emosional.

Anda bisa luangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an atau berdzikir. Intinya aktivitas spiritual membantu menenangkan pikiran.

6.Hindari multitasking berlebihan

Multitasking atau melakukan banyak hal sekaligus dapat meningkatkan stres. Saat berpuasa, energi mental mungkin tidak seoptimal hari biasa.

Stanford University menemukan bahwa multitasking berlebihan dapat menurunkan konsentrasi dan efisiensi. Jadi Anda perlu menyelesaikan pekerjaan secara bertahap. Pasalnya ritme kerja yang teratur membantu menjaga ketenangan.(jpc)

Bulan suci Ramadan adalah waktu untuk melatih kesabaran dan pengendalian diri. Namun,perubahan pola makan,tidur dan aktivitas sering membuat emosi lebih sensitif.

Pasalnya tidak sedikit orang merasa lebih mudah marah saat puasa Ramadhan. Kondisi ini wajar tetapi tetap perlu dikelola agar ibadah dan hubungan sosial tetap harmonis.

Menurut APA, perubahan rutinitas dan kondisi fisik dapat memengaruhi suasana hati seseorang. Saat tubuh beradaptasi dengan puasa, emosi pun ikut terpengaruh. Karena itu, menjaga mood saat puasa menjadi bagian penting dari Ramadhan sehat.

Electronic money exchangers listing

Berikut beberapa tips menjaga mood agar tidak mudah marah sebagaimana dilansir dari laman Harvard Medical School dan NIH, Rabu (4/3) :

1.Jaga kadar gula darah tetap stabil

Perubahan kadar gula darah dapat memengaruhi emosi. Saat kadar gula darah turun drastis, tubuh cenderung merasa lemas dan mudah tersinggung.

Menurut Harvard Medical School, fluktuasi gula darah dapat berdampak pada suasana hati dan energi. Oleh karena itu, sahur dengan nutrisi seimbang sangatlah penting.

Anda bisa pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal. Lalu bisa ditambahkan protein seperti telur, tempe atau ayam agar energi bertahan lebih lama.

Baca Juga :  Puasa Ramadan Bikin Mental Lebih Kuat? Ini 7 Manfaat yang Sudah Dibuktikan Ilmiah

Selain itu, hindari makanan terlalu manis saat berbuka sebab lonjakan gula darah yang cepat diikuti rasa lelah dan emosi tidak stabil.

2.Tidur yang cukup dan berkualitas

Kurang tidur pasalnya bisa membuat otak lebih sulit mengatur emosi. Selama Ramadhan, jadwal tidur sering berubah karena sahur dan tarawih.

Sleep Foundation menyebutkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan respons emosional negatif. Intinya kualitas tidur sangat memengaruhi mood.

Jadi, usahakan tidur lebih awal setelah ibadah malam. Jika memungkinkan, lakukan istirahat singkat di siang hari. Intinya tidur cukup membantu menjaga kesabaran dan konsentrasi.

3.Latih pernapasan dan relaksasi

Teknik pernapasan dalam dapat membantu menenangkan sistem saraf. Saat emosi mulai meningkat, berhenti sejenak dan atur napas perlahan.

Menurut Cleveland Clinic, latihan pernapasan efektif menurunkan tingkat stres dan ketegangan. Cara ini sederhana namun sangat ampuh. Anda bisa mulai dengan tarik napas dalam selama 4 hitungan, tahan lalu hembuskan perlahan. Ulangi beberapa kali hingga tubuh terasa lebih rileks.

Baca Juga :  Perlu Pengawasan untuk Mengantisipasi Adanya Permainan Harga Sembako

4.Kurangi konsumsi kafein berlebihan

Bagi sebagian orang, penghentian kafein mendadak dapat memicu sakit kepala dan perubahan mood. Kondisi ini sering terjadi di awal Ramadhan. NIH menjelaskan bahwa gejala putus kafein dapat memengaruhi suasana hati.

Oleh karena itu, kurangi kafein secara bertahap sebelum Ramadhan. Anda juga perlu membatasi kopi saat berbuka agar tidak mengganggu tidur malam.

5.Perbanyak aktivitas spiritual

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ramadhan adalah momen memperdalam spiritualitas dan ketenangan batin. Menurut Greater Good Science Center, praktik refleksi dan rasa syukur dapat meningkatkan kesejahteraan emosional.

Anda bisa luangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an atau berdzikir. Intinya aktivitas spiritual membantu menenangkan pikiran.

6.Hindari multitasking berlebihan

Multitasking atau melakukan banyak hal sekaligus dapat meningkatkan stres. Saat berpuasa, energi mental mungkin tidak seoptimal hari biasa.

Stanford University menemukan bahwa multitasking berlebihan dapat menurunkan konsentrasi dan efisiensi. Jadi Anda perlu menyelesaikan pekerjaan secara bertahap. Pasalnya ritme kerja yang teratur membantu menjaga ketenangan.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/