PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menggelar Focus Group Discussion (FGD) Rekomendasi Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Tahun 2024. Kegiatan tersebut dibuka Pj. Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak.
“Peningkatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah merupakan hal yang sangat penting, dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Palangka Raya,” kata Arbert, Selasa. (9/9/2025)
Dia menyebut hasil evaluasi AKIP 2024 dari Kementerian PAN-RB menempatkan Pemko Palangka Raya dengan nilai 64,85 dan predikat Baik.
“Nilai ini menunjukkan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sudah baik pada sebagian unit kerja. Namun masih perlu perbaikan dan penguatan komitmen dalam manajemen kinerja,” ujarnya.
Dia juga memaparkan sejumlah catatan perbaikan. Diantaranya perencanaan kinerja yang masih didominasi indikator output serta target yang kurang progresif.
“Masih ditemukan indikator kinerja yang belum berorientasi hasil serta penetapan target yang kurang menantang,” ucapnya.
Selain itu, dia menyoroti lemahnya pengukuran kinerja di beberapa perangkat daerah karena belum disertai perhitungan dan sumber data yang jelas.
“Pengukuran kinerja masih terfokus pada realisasi anggaran, sementara kepatuhan penyampaian data kinerja masih rendah,” tambahnya.
Menurutnya, peningkatan akuntabilitas harus menjadi komitmen bersama seluruh jajaran Pemko Palangka Raya.
“Upaya perbaikan harus dilakukan melalui kolaborasi antar perangkat daerah agar program dan kegiatan pemerintah bisa tercapai secara optimal,” tegasnya. (*/adr)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya menggelar Focus Group Discussion (FGD) Rekomendasi Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Tahun 2024. Kegiatan tersebut dibuka Pj. Sekda Kota Palangka Raya, Arbert Tombak.
“Peningkatan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah merupakan hal yang sangat penting, dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Palangka Raya,” kata Arbert, Selasa. (9/9/2025)
Dia menyebut hasil evaluasi AKIP 2024 dari Kementerian PAN-RB menempatkan Pemko Palangka Raya dengan nilai 64,85 dan predikat Baik.
“Nilai ini menunjukkan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sudah baik pada sebagian unit kerja. Namun masih perlu perbaikan dan penguatan komitmen dalam manajemen kinerja,” ujarnya.
Dia juga memaparkan sejumlah catatan perbaikan. Diantaranya perencanaan kinerja yang masih didominasi indikator output serta target yang kurang progresif.
“Masih ditemukan indikator kinerja yang belum berorientasi hasil serta penetapan target yang kurang menantang,” ucapnya.
Selain itu, dia menyoroti lemahnya pengukuran kinerja di beberapa perangkat daerah karena belum disertai perhitungan dan sumber data yang jelas.
“Pengukuran kinerja masih terfokus pada realisasi anggaran, sementara kepatuhan penyampaian data kinerja masih rendah,” tambahnya.
Menurutnya, peningkatan akuntabilitas harus menjadi komitmen bersama seluruh jajaran Pemko Palangka Raya.
“Upaya perbaikan harus dilakukan melalui kolaborasi antar perangkat daerah agar program dan kegiatan pemerintah bisa tercapai secara optimal,” tegasnya. (*/adr)