Cegah Korupsi Berulang di Kalteng, Pengamat: Gubernur Perlu Beri Ultimatum Keras ke Semua Dinas

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kasus dugaan korupsi yang menjerat Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Tengah (Kalteng), Vent Chrisway (VC) memantik reaksi tegas dari Gubernur Kalteng. Di sisi lain, pengamat kebijakan publik mengingatkan potensi merosotnya kepercayaan masyarakat jika langkah konkret tidak segera diambil.

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran menegaskan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun dirinya memastikan akan segera menunjuk pengganti untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut, guna menjaga keberlangsungan pelayanan.

“Ya pastilah, ada kan (penggantinya,red). Sudah tersangka, tapi tetap kita hormati proses hukum berjalan. Praduga tak bersalah kita utamakan sebelum inkrah. Tapi ya tetap pasti diganti,” ujar Agustiar Sabran saat kepada media pada kegiatan Pelantikan IPHI, Sabtu (13/12/25) lalu.

Baca Juga :  Banjir Rendam Ruas Palangka Raya - Sampit, Polisi Ingatkan Pengendara

Mengenai kapan waktu pelantikan pengganti? gubernur meminta publik bersabar menunggu proses administrasi. “Ya tunggu saja, pasti diganti,” ujarnya.

Menanggapi kasus ini, pengamat kebijakan pemerintahan yang juga Dosen Fisip UPR, Suprayitno menilai situasi ini merupakan pukulan telak bagi Pemerintah Provinsi Kalteng. Dinas ESDM dianggap sebagai salah satu “ujung tombak” pelayanan publik yang vital di wilayah yang kaya akan sumber daya alam ini.

“Saya pikir karena beliau salah satu ujung tombak dalam layanan di Kalteng, tentu cukup berdampak. Salah satunya pengaruh masyarakat di Kalteng itu sendiri. Kepercayaan masyarakat kepada pejabat publik tentu akan menurun. Apalagi dengan adanya isu-isu tambang yang cukup sensitif di wilayah ini,” ungkap Suprayitno saat ditemui Prokalteng, Selasa (16/12/25).

Baca Juga :  Terima Gelar Kehormatan Adat Dayak, Gubernur Kalteng: Tanggung Jawab Ganda untuk Bangun Daerah

Menurutnya, gubernur selaku kepala daerah harus mengambil langkah konkret yang mendesak. Yakni segera melakukan peralihan kepemimpinan di Dinas ESDM. Selain itu, momentum ini harus dijadikan peringatan keras bagi dinas lain.

Electronic money exchangers listing

“Gubernur juga harus menegaskan dan mengimbau kepada dinas atau badan lainnya agar hal yang terjadi di ESDM tidak terjadi lagi di tempat lain,” katanya.

Dampak dari terbongkarnya kasus ini, gubernur telah melontarkan ultimatum keras kepada perusahaan tambang yang mencoba “bermain mata” atau melakukan praktik ilegal di wilayah Kalimantan Tengah. Ia menegaskan tidak akan pandang bulu dalam menindak pelanggaran.

“Saya sudah berkali-kali ya (ingatkan). Kalau urusan namanya pelanggaran, enggak ada urusan. Ya pasti kita babat habis,” ujar gubernur dengan nada tegas. (*her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kasus dugaan korupsi yang menjerat Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Tengah (Kalteng), Vent Chrisway (VC) memantik reaksi tegas dari Gubernur Kalteng. Di sisi lain, pengamat kebijakan publik mengingatkan potensi merosotnya kepercayaan masyarakat jika langkah konkret tidak segera diambil.

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran menegaskan bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun dirinya memastikan akan segera menunjuk pengganti untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut, guna menjaga keberlangsungan pelayanan.

“Ya pastilah, ada kan (penggantinya,red). Sudah tersangka, tapi tetap kita hormati proses hukum berjalan. Praduga tak bersalah kita utamakan sebelum inkrah. Tapi ya tetap pasti diganti,” ujar Agustiar Sabran saat kepada media pada kegiatan Pelantikan IPHI, Sabtu (13/12/25) lalu.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Banjir Rendam Ruas Palangka Raya - Sampit, Polisi Ingatkan Pengendara

Mengenai kapan waktu pelantikan pengganti? gubernur meminta publik bersabar menunggu proses administrasi. “Ya tunggu saja, pasti diganti,” ujarnya.

Menanggapi kasus ini, pengamat kebijakan pemerintahan yang juga Dosen Fisip UPR, Suprayitno menilai situasi ini merupakan pukulan telak bagi Pemerintah Provinsi Kalteng. Dinas ESDM dianggap sebagai salah satu “ujung tombak” pelayanan publik yang vital di wilayah yang kaya akan sumber daya alam ini.

“Saya pikir karena beliau salah satu ujung tombak dalam layanan di Kalteng, tentu cukup berdampak. Salah satunya pengaruh masyarakat di Kalteng itu sendiri. Kepercayaan masyarakat kepada pejabat publik tentu akan menurun. Apalagi dengan adanya isu-isu tambang yang cukup sensitif di wilayah ini,” ungkap Suprayitno saat ditemui Prokalteng, Selasa (16/12/25).

Baca Juga :  Terima Gelar Kehormatan Adat Dayak, Gubernur Kalteng: Tanggung Jawab Ganda untuk Bangun Daerah

Menurutnya, gubernur selaku kepala daerah harus mengambil langkah konkret yang mendesak. Yakni segera melakukan peralihan kepemimpinan di Dinas ESDM. Selain itu, momentum ini harus dijadikan peringatan keras bagi dinas lain.

“Gubernur juga harus menegaskan dan mengimbau kepada dinas atau badan lainnya agar hal yang terjadi di ESDM tidak terjadi lagi di tempat lain,” katanya.

Dampak dari terbongkarnya kasus ini, gubernur telah melontarkan ultimatum keras kepada perusahaan tambang yang mencoba “bermain mata” atau melakukan praktik ilegal di wilayah Kalimantan Tengah. Ia menegaskan tidak akan pandang bulu dalam menindak pelanggaran.

“Saya sudah berkali-kali ya (ingatkan). Kalau urusan namanya pelanggaran, enggak ada urusan. Ya pasti kita babat habis,” ujar gubernur dengan nada tegas. (*her)

Terpopuler

Artikel Terbaru