26.2 C
Jakarta
Saturday, April 5, 2025

Bom Air Capai 7.608.000 Liter

PALANGKA
RAYA
-Kebakaran
hutan dan lahan (karhutla) belum menunjukkan tanda-tanda berkurang. Titik-titik
api masih banyak ditemui.
 Sejak 23 Juli sampai 9 Agustus, sudah 1.902
kali helikopter melakukan bom air. Palangka Raya, Pulpis, Kotim, dan Seruyan
menjadi daerah yang paling sering dilakukan bom air. 

Daerah tersebut menjadi
yang paling sering kebakaran dan luasannya terbanyak dibandingkan daerah lain
di Kalteng.

Satu kali bom air,
tandon air yang dibawa bisa menampung 4.000 liter air. Jika dikalikan, maka sudah
mencapai 7.608.000 liter air yang dihabiskan untuk pemadaman melalui udara,
menggunakan tujuh unit helikopter.

Kemarin (9/8),
kebakaran lahan skala besar terjadi pada dua titik di wilayah Palangka Raya.
Yakni di Jalan Karanggan dan lingkar luar Mahir Mahar. Di lingkar luar Mahir
Mahar, helikopter melakukan bom air sebanyak 26 kali. Sedangkan di Jalan Karanggan,
bom air dilakukan sebanyak 40 kali.

Meski ada pemadaman
jalur udara, pemadaman melalui darat tetap dilakukan. Tim yang tergabung dalam
Satgas Karhutla bahu-membahu memadamkan api agar tak meluas. Hingga pukul 19.00
WIB, api belum bisa dipadamkan.

Baca Juga :  Buka Kelas Khusus, Anggota Polri Polda Kalteng Bisa Kuliah Sampai S-3

“Kami sampai petang ini
(kemarin) masih di lokasi. Melakukan pemadaman bersama rekan-rekan dari
instansi lain,” kata Danki Satbrimob Polda Kalteng AKP Richard di lokasi.

Unit Intelmob Satbrimob
Polda Kalteng dipimpin Kasi Intelmob Iptu Rachmat juga memasang garis polisi di
lokasi lahan yang terbakar. Selain itu, dipasang juga baliho peringatan bahwa lahan
terbakar dalam pengawasan pihak kepolisian.

“Kami selidiki
semua lahan yang terbakar. Kami mau temukan indikasi yang mengakibatkan
terbakarnya lahan itu,” tegasnya.

 

Memasuki akhir pekan,
Satgas Karhutla terlihat lebih sibuk dari hari biasanya. Dari berbagai sumber
yang dihimpun Kalteng Pos, pada Sabtu dan Minggu semakin besar potensi
pembakaran yang diduga dilakukan secara sengaja oleh oknum tak bertanggung
jawab.

Kepala Subbidang
Kedaruratan Bidang Operasi Posko PDB Karhutla Kalteng, Alpius Patanan tak
menampik hal itu. Meski demikian, ia mengatakan bahwa tidak semua kebakaran
lahan ada di titik baru. Kemungkinan juga titik api lama yang kembali menyala.

Pria yang juga menjabat
Sekretaris PGIW Kalteng itu mengatakan, Pemprov Kalteng saat ini mendukung
penuh upaya penanganan karhutla di Kota Palangka Raya, dengan mengaktifkan 14
regu pemadam yang bertugas setiap hari. Akan tetapi, kekuatan tersebut sering kali
tak sepenuhnya dapat menangani seluruh laporan yang diterima.

Baca Juga :  Tidak Murni Semua Pedagang yang Terpapar

“Dalam sehari, laporan
diterima bisa sampai 16 titik. Itu di luar dari pemadaman lanjutan yang belum
tuntas pada hari-hari sebelumnya,” ungkapnya.

Begitu masifnya
kejadian kebakaran akhir-akhir ini, regu-regu pemadam pun tidak akan bisa
menangani seluruhnya.

“Mari dukung dalam doa,
kiranya diturunkan hujan. Semoga seluruh personel pemadam kebakaran diberi kekuatan
dan kesehatan dalam melaksanakan tugas-tugas mereka,” paparnya seraya
mengharapkan oknum-oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab diberikan
kesadaran.

Tak hanya kepada pelaku
yang diminta kesadaran, tapi masyarakat umum juga. Kepedulian warga akan
lingkungannya masing-masing sangatlah penting. Ketika melihat kebakaran, sebisa
mungkin melakukan pemadaman dini. Ketika api masih skala kecil, dapat
dipadamkan dengan bermodal satu ember air atau bahkan dengan ranting kayu.

“Jangan biarkan api
membesar. Jika memang sudah terlanjur besar, barulah segera melaporkan,” ungkapnya,”
pungkasnya. (nue/ce/ram)

PALANGKA
RAYA
-Kebakaran
hutan dan lahan (karhutla) belum menunjukkan tanda-tanda berkurang. Titik-titik
api masih banyak ditemui.
 Sejak 23 Juli sampai 9 Agustus, sudah 1.902
kali helikopter melakukan bom air. Palangka Raya, Pulpis, Kotim, dan Seruyan
menjadi daerah yang paling sering dilakukan bom air. 

Daerah tersebut menjadi
yang paling sering kebakaran dan luasannya terbanyak dibandingkan daerah lain
di Kalteng.

Satu kali bom air,
tandon air yang dibawa bisa menampung 4.000 liter air. Jika dikalikan, maka sudah
mencapai 7.608.000 liter air yang dihabiskan untuk pemadaman melalui udara,
menggunakan tujuh unit helikopter.

Kemarin (9/8),
kebakaran lahan skala besar terjadi pada dua titik di wilayah Palangka Raya.
Yakni di Jalan Karanggan dan lingkar luar Mahir Mahar. Di lingkar luar Mahir
Mahar, helikopter melakukan bom air sebanyak 26 kali. Sedangkan di Jalan Karanggan,
bom air dilakukan sebanyak 40 kali.

Meski ada pemadaman
jalur udara, pemadaman melalui darat tetap dilakukan. Tim yang tergabung dalam
Satgas Karhutla bahu-membahu memadamkan api agar tak meluas. Hingga pukul 19.00
WIB, api belum bisa dipadamkan.

Baca Juga :  Buka Kelas Khusus, Anggota Polri Polda Kalteng Bisa Kuliah Sampai S-3

“Kami sampai petang ini
(kemarin) masih di lokasi. Melakukan pemadaman bersama rekan-rekan dari
instansi lain,” kata Danki Satbrimob Polda Kalteng AKP Richard di lokasi.

Unit Intelmob Satbrimob
Polda Kalteng dipimpin Kasi Intelmob Iptu Rachmat juga memasang garis polisi di
lokasi lahan yang terbakar. Selain itu, dipasang juga baliho peringatan bahwa lahan
terbakar dalam pengawasan pihak kepolisian.

“Kami selidiki
semua lahan yang terbakar. Kami mau temukan indikasi yang mengakibatkan
terbakarnya lahan itu,” tegasnya.

 

Memasuki akhir pekan,
Satgas Karhutla terlihat lebih sibuk dari hari biasanya. Dari berbagai sumber
yang dihimpun Kalteng Pos, pada Sabtu dan Minggu semakin besar potensi
pembakaran yang diduga dilakukan secara sengaja oleh oknum tak bertanggung
jawab.

Kepala Subbidang
Kedaruratan Bidang Operasi Posko PDB Karhutla Kalteng, Alpius Patanan tak
menampik hal itu. Meski demikian, ia mengatakan bahwa tidak semua kebakaran
lahan ada di titik baru. Kemungkinan juga titik api lama yang kembali menyala.

Pria yang juga menjabat
Sekretaris PGIW Kalteng itu mengatakan, Pemprov Kalteng saat ini mendukung
penuh upaya penanganan karhutla di Kota Palangka Raya, dengan mengaktifkan 14
regu pemadam yang bertugas setiap hari. Akan tetapi, kekuatan tersebut sering kali
tak sepenuhnya dapat menangani seluruh laporan yang diterima.

Baca Juga :  Tidak Murni Semua Pedagang yang Terpapar

“Dalam sehari, laporan
diterima bisa sampai 16 titik. Itu di luar dari pemadaman lanjutan yang belum
tuntas pada hari-hari sebelumnya,” ungkapnya.

Begitu masifnya
kejadian kebakaran akhir-akhir ini, regu-regu pemadam pun tidak akan bisa
menangani seluruhnya.

“Mari dukung dalam doa,
kiranya diturunkan hujan. Semoga seluruh personel pemadam kebakaran diberi kekuatan
dan kesehatan dalam melaksanakan tugas-tugas mereka,” paparnya seraya
mengharapkan oknum-oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab diberikan
kesadaran.

Tak hanya kepada pelaku
yang diminta kesadaran, tapi masyarakat umum juga. Kepedulian warga akan
lingkungannya masing-masing sangatlah penting. Ketika melihat kebakaran, sebisa
mungkin melakukan pemadaman dini. Ketika api masih skala kecil, dapat
dipadamkan dengan bermodal satu ember air atau bahkan dengan ranting kayu.

“Jangan biarkan api
membesar. Jika memang sudah terlanjur besar, barulah segera melaporkan,” ungkapnya,”
pungkasnya. (nue/ce/ram)

Terpopuler

Artikel Terbaru