Di tengah era media sosial, video pendek, dan banjir informasi yang serba instan, membaca buku yang menuntut konsentrasi mendalam menjadi sesuatu yang semakin langka. Banyak orang memulai sebuah buku,
Wakil Bupati (Wabup) Pulang Pisau H Ahmad Jayadikarta menutup kegiatan Lomba Pemilihan Duta Baca tingkat SMA/SMK/ MA se-Kabupaten Pulang Pisau tahun 2025, Rabu (14/10).
Wakil Bupati Pulang Pisau H Ahmad Jayadikarta belum lama tadi menyerahkan seribu bahan bacaan bermutu secara simbolis kepada perpustakaan umum desa dan kelurahan yang dilaksanakan di Kantor Dinas Perp
Industri literasi dan kebudayaan di Indonesia, kata Kalis Mardiasih, penuh produk bergenre religi dengan plot cerita serupa: protagonis laki-laki saleh bertemu dengan karakter perempuan yang perlu dib
Kendati isinya beraneka, semangat tulisan IBS di buku esai-memoar ini mengandung anasir semangat yang relatif mirip: menyejarahkan orang-orang kecil beserta keajaiban hidup mereka.
Beragam peristiwa yang terjadi di realitas menjadi titik keberangkatan Setyaningsih dalam mengurus keberadaan bahasa. Ia memberikan tafsir dengan jeli dengan menguatkannya pada keberadaan kamus, novel, puisi, film, hingga buku teks ilmiah.
Di tengah karut marutnya kondisi bangsa saat ini, Indonesia merindukan sosok seperti Mr. Clean Mar’ie Muhammad. Mantan menteri keuangan itu dikenal sebagai Mr. Clean figur yang bersih, antikorupsi, dan berintegritas. Terutama era Orde Baru yang dikenal penuh dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Dalam puisi-puisi di Jejak Lintasan yang ditulis dengan metode lirik naratif dan deskriptif, Raudal Tanjung Banua tidak membuat katalog detail. Tapi, melakukan analisis kualitatif, menghasilkan kesan yang diperuntukkan bagi pikiran dan hati.
Tahun baru selalu identik dengan semangat perubahan. "New Year, New Me" adalah slogan yang kerap kita dengar di awal tahun. Slogan ini mengingatkan kita bahwa waktu terus berjalan, dan setiap tahun membawa cerita baru dalam hidup.
Lewat buku ini, Sasti Gotama mengingatkan kita kepada orang-orang yang rentan di masa lalu untuk memberi mereka makna pada masa kini dan membantu mereka memperjuangkan masa depan.
Dua belas esai dalam buku ini merupakan serangkaian argumen yang cenderung ”negosiatif” lengkap dengan gaya argumentasi ilmiah yang runut, sistematis, dan kompleks.
Di dalam kumpulan puisi Bilangan 60 ini sepertinya Wina Bojonegoro sedang melakukan ritual silent walking. Ia berjalan dalam senyap. Ia menghadirkan renungan kontemplatif untuk melahirkan anak kesadaran yang bernama puisi.
Bukankah kesementaraan hidup yang membuat hidup menjadi berharga? Ditulis oleh empat ahli filsafat, Filsafat Maut: Empat Renungan untuk Hidup Baik begitu mendalam mengulas kematian dari masing-masing perspektif.
Membaca buku ini tidak hanya membawa kita pada peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah demokrasi Indonesia. Tapi juga membuat kita mencicipi dunia batin para perempuan aktivis yang multifaset.
LAURENSON dan Swingewood dalam The Sociology of Literature (1972) mengamati tiga perspektif dasar yang memengaruhi penulis dan karya. Masing-masing adalah sastra sebagai dokumen sosial, sastra sebagai cermin situasi sosial penulisnya, serta sastra sebagai manifestasi peristiwa sejarah dan keadaan sosial-budaya.
Sebagai ilusi, identitas dapat menjadi berkah sekaligus kutukan. Buku ini menyajikan banyak sekali contoh petaka identitas yang menghiasi jatuh bangunnya peradaban-peradaban besar dunia, tetapi untungnya juga memuat cara meloloskan diri dari kutukan identitas tadi.
Buku ini tak hanya membahas wacana tentang perbedaan psikologis antara wanita dan pria, tapi juga dinamika hubungan interpersonal, mental health issues, dan fenomena sosiobiopsikologis. Sangat sayang kalau cuma dibaca kalangan wanita.
Detail-detail sentimental terkait Munir terserak di sekujur buku berbobot nyaris setengah kilogram ini. Dilengkapi dengan runtutan perkembangan kasus, Matt Easton menciptakan kisah yang tidak mungkin diabaikan.
Buku ini masih meletakkan ketegangan sebagai pusat dan suspens sebagian besar tulisan. Padahal, petani masih tetap menanam padi di sawah, pengasong dan wong mbarang (pengamen) terus beraksi di jalan-jalan kota selama masa revolusi.
Tapak utama dari semangat kolaborasi kepenyairan dalam buku ini adalah pengalaman berdarah-darah ketika Indonesia dan Cile dilanda keganasan diktator militer.
APABILA catatan-catatan perjalanan di Jawa yang ditulis oleh bangsa Eropa kerap dianggap sarat stereotipe yang bias ”Barat”, buku ini dapat diposisikan pada sisi berbeda. Lanskap daerah-daerah di Jawa yang sedang dalam fase-fase awal peralihan dari masyarakat agraris ke semi-industri dituturkan berdasar perspektif orang Jawa itu sendiri. Persisnya, perspektif seorang ningrat Jawa.
TEH adalah komoditas yang memiliki sejarah panjang dalam budaya dan tradisi di dunia. Di Jepang, budaya minum teh menjadi ritual penting yang dihormati. Di Tiongkok dan Korea, teh adalah minuman resmi yang disuguhkan untuk tamu, tanpa gula.
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Duwel Rawing. Menyebut, pentingnya perpustakaan sebagai sarana efektif untuk belajar. Perpustakaan bukan hanya tempat untuk menyimpan buku, tetapi juga merupakan pusat pengetahuan yang dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Di bawah maraknya sastra surealis dan eksperimental, buku Eep Saefulloh Fatah sekali lagi menawarkan realitas imajiner dengan persoalan kuat orang-orang kelas ketiga.
Mahfud Ikhwan menawarkan sudut pandang bahwa bek pada dasarnya soal perspektif hidup. Tidak ada nilai yang lebih dominan dari lainnya, kita harus percaya diri atas identitas keadaan kita.
Pendeknya narasi-narasi di fiksi mini justru menjadi kekuatannya hingga menghunjamkan imajinasi ke pembaca dan memberi ruang yang luas bagi keindahan tafsirnya. Jika umurmu tak sepanjang umur dunia, maka sambunglah dengan tulisan. Pramoedya Ananta Toer
Kemampuan Andreas Kurniawan meramu pengetahuan ilmiah dengan pengalaman pribadi menjadikan karyanya komprehensif dalam memaparkan bagaimana mengelola serta memulihkan doa.
Kumcer karya Ida Fitri ini memiliki kekuatan narasi yang kokoh dan eksperimental. Membaurkan dunia imajinatif dengan realitas, mitos dengan fakta, yang profan dengan religiusitas, yang historis dan bayangan, saya kira hal itu bukanlah suatu keanehan dalam karya sastra. Sesuatu yang wajar-wajar saya. Toh fiksi.
Seno Gumira Ajidarma melakukan rekonstruksi dan interpretasi dari kumpulan cerita Lu Xun, seorang penulis Tiongkok, yang hidup antara 1881 sampai 1936.
Dari alunan musik Melayu pada novel Ulid hingga dangdut pada karya terbarunya, Anwar Tohari Mencari Mati. Namun, sebenarnya semesta musik penulis alumnus Jurusan Sastra Indonesia Universitas Gadjah Mada itu jauh lebih luas dari apa yang sudah termaktub dalam novel-novelnya.
Dalam novela bertema kerusakan lingkungan ini, fakta dibaurkan dengan fiksi. Tidak ada jawaban pasti. Segalanya dibiarkan mengambang dan justru itulah yang membuat ceritanya menarik.
Suwarsih Djojopuspito dan Partini Djajadiningrat, dua perempuan terpelajar, yang karyanya dibahas dalam buku ini menyuarakan suara Indonesia dalam hierarki kolonial.
Dengan gaya bertutur yang sangat nyaman dibaca, buku ini mendedahkan infrastruktur kerja artikulasi Habib Luthfi. Ismail Fajrie Alatas menawarkan cara pandang baru untuk melihat dinamika otoritas keagamaan.
ORANG Belanda memang berburu harimau di Jawa, tapi hanya Darmo-lah satu-satunya manusia yang mendapat predikat pembunuh harimau jawa dalam novel ini. ”Harimau jawa” tidak diartikan sebagaimana mestinya, melainkan metafora dari para penguasa lokal yang menindas rakyatnya sendiri.
Memadukan unsur kekayaan diksi tradisional untuk menemukan padanan kata, buku antologi puisi terjemahan Batu Matahari ini terasa klasik. Nyaris tanpa cacat dari segi teknis, kecuali beberapa pungtuasi dan satu–dua kata yang barangkali akibat frekuensinya lolos suntingan.
Syekh Siti Jenar dan Sepinggan Puisi dalam Kobaran Api mendaras problem diskriminatif antarkelompok keagamaan. Mengambil bentuk naratif, tapi tak cukup kuat dikatakan sebagai ciri khas. Tapi, yang penting digarisbawahi dalam kumpulan puisi ini ialah posisinya sebagai narasi tanding.
Dalam buku Sukacita Sains, Jim Al-Khalili menjelaskan mengapa sains memberikan banyak manfaat, tapi di sisi lain masih banyak orang menolak keberadaannya. Bagaimana sains menjadi pilihan jitu dalam mengatasi segala masalah dalam hidup, namun di sisi lain masih ada yang meragukannya.
Buku Kisah Kita: Dari ”Sah” ke ”Selamanya” memang tidak mendakwahkan agar seseorang menikah. Tapi sangat relevan dibaca oleh mereka yang sedang merencanakan atau telah menikah.
Setiap diri manusia memang beredar di antara datang dan pergi. Dalam buku kumpulan puisi terbarunya, penyair Suminto A. Sayuti menulis gejala tersebut dengan menolak terminasi atau menolak akhir dari sesuatu di dalam ruang dan waktu.
Buku Luru Gangsir (Mencari Jangkrik) berkisah tentang petualangan anak-anak dalam mencari jangkrik di alam bebas. Bisa membantu meningkatkan rasa kebersamaan dan kerja sama antara anak-anak.
Mengombinasikan neo-imajinasi, surealisme magis, dan kecaman-kecaman pada situasi politik, The Master and Margarita adalah dua kisah yang berkelindan di waktu yang beririsan, di momen yang tumpang-tindih.
Seolah memang harus ada ”tiang garam” dalam novel Tiang Garam. Padahal jika diperhatikan secara saksama, keseluruhan teks sudah merupakan hipogram dari kisah Sodom dan Gomora.
MAX Weber dalam bukunya, Wirtschaft und Gesellschaft, yang diluncurkan pada abad lalu menyatakan suatu masyarakat yang tidak dapat mempertahankan suatu tatanan normatif dalam memberikan kepastian hukum tidak akan bertumbuh dan berkembang menjadi suatu masyarakat modern.
Beragam kisah tentang cinta dan maut di tangan Anton tersaji tidak berlebihan, sangat wajar, dan terasa akrab. Di situlah nilai keberhasilan aspek filsafat berperan, mencerahkan pembaca, bukan malah membuat ngeri dan menjadikan kening berkerut-kerut. Takut bukan kepalang.
Irisan antara yang tradisi dan modern, klasik dan kontemporer, lokal dan nonlokal, fana dan baka, berseliweran menjadi bayangan dalam konflik domestik yang dialami oleh banyak persona.
Abdul Ghoffar merekomendasikan untuk merekonstruksi pengisian kekosongan jabatan presiden dengan memperhatikan tiga prinsip: prinsip demokrasi, prinsip sistem presidensial, dan prinsip negara hukum.
Dilema dari kumpulan cerpen terjemahan ini terdapat dalam bahasa terjemahan yang masih membutuhkan pembacaan berulang-ulang untuk sampai pada nuansa dan rasa dalam cerita.
LOGIKA dan bahasa adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dalam proses berlogika, tanpa disadari kita telah menggunakan bahasa karena kita berusaha memahami sesuatu dengan cara berpikir. Plato dan Aristoteles mengatakan bahwa berpikir adalah berbicara dengan diri sendiri di dalam batin.
BUKU "Muslimah Teladan Sepanjang Sejarah" adalah sebuah harta karun yang menggambarkan perjalanan inspiratif para muslimah dalam membangun akhlak yang mulia. Dalam buku ini, kita diajak untuk merenung dan mengambil pelajaran dari kisah-kisah hidup mereka yang telah menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan, ketekunan, dan kebijaksanaan.
Mariana Enriquez menjadi tour guide dengan sudut pandang orang ketiga serbatahu, mengajak pembaca merasai ketiak kota dengan segala apak dan daki yang tersembunyi secara detail.
LABEL karya fiksi dalam novel memang membuat novel terkesan karya yang tidak faktual. Namun, dengan label fiksi itulah novel justru mampu mengungkapkan kejujuran tanpa ada ”ketakutan-ketakutan”. Kejujuran inilah yang saya tangkap dari novel mutakhir Tere Liye yang berjudul Tanah Para Bandit.