Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Alpius Patanan, melaporkan bahwa banjir masih melanda dua kabupaten di Kalimantan Tengah, yakni Kapuas dan Pulang Pisau. Ribuan warga terdampak, dengan ratusan rumah dan fasilitas umum terendam air.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofi sika (BMKG) Stasiun Tjilik Riwut Palangka Raya mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Kalteng dalam sepekan ke depan, per tanggal 22 Desember.
Tingginya intensitas hujan dan banjir rob yang terjadi belakangan ini menyebabkan genangan air di sejumlah kawasan di Kota Kuala Kapuas, khususnya di sepanjang Jalan Ahmad Yani, kawasan pertokoan Senjaya. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan serta kerusakan infrastruktur.
Bencana banjir yang terus melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah (Kalteng) sejak akhir November 2024 lalu, memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat.
adan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi selama musim hujan. Prakirawan BMKG, Muhammad Ihsan Sidik, mengungkapkan bahwa hujan lebat dengan petir dan angin kencang berpotensi melanda wilayah ini.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas menyalurkan bantuan logistik untuk korban terdampak bencana banjir di empat kecamatan. Yaitu Kecamatan Timpah, Pasak Talawang, Kapuas Tengah dan Mantangai.
Sejumlah mobil hilang terseret arus banjir bandang di Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat akibat meluapnya Sungai Cikaso yang dipicu hujan deras sejak Rabu dini hari sehingga debit air meningkat drastis.
Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak banjir di kawasan Pasar Kahayan, Kota Palangkaraya. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DAD Provinsi Kalteng, Agustiar Sabran, pada Selasa (4/12/2024).Â
Pemerintah Kota Palangkaraya terus memantau perkembangan banjir yang melanda beberapa wilayah di kota ini.
Dari 30 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan, 17 kelurahan di antaranya kini berada dalam pengawasan intensif, karena curah hujan yang tinggi.